Barcode BBM Dipersoalkan, Aktivis Desak Polisi Telusuri Transaksi di Dua SPBU Takalar

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Visual dibuat dengan AI

Ilustrasi Visual dibuat dengan AI

Gedor.id– Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Pertalite di Kabupaten Takalar memicu sorotan terhadap sistem pengawasan dan distribusi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Aktivis Takalar, Tompo Sawakong, mendesak Kapolres Takalar memeriksa pengawas dan operator SPBU 74.922.01 Tepo di Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, serta SPBU 74.922.43 Kalampa di Kelurahan Kalabbirang.

Desakan itu berkaitan dengan maraknya aktivitas pembelian BBM menggunakan jeriken oleh sejumlah pihak yang diduga merupakan pagandeng maupun pengecer.

Aktivitas tersebut juga disorot karena muncul dugaan penggunaan barcode yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Sorotan semakin menguat karena aktivitas pembelian menggunakan jeriken disebut berlangsung di tengah keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan Solar dan Pertalite.

BACA JUGA :  Rakyat Sulit Dapat BBM, Kasatreskrim Takalar Didesak Bongkar Distribusi

Persoalannya bukan hanya mengenai cepat habisnya stok BBM, tetapi juga menyangkut bagaimana BBM disalurkan dari SPBU kepada konsumen dan siapa saja yang dapat mengaksesnya secara berulang.

Tompo Sawakong menilai kondisi tersebut perlu ditelusuri secara serius.

Pemeriksaan, menurutnya, tidak boleh hanya diarahkan kepada pihak yang membeli BBM menggunakan jeriken, tetapi juga harus menyentuh mekanisme pelayanan di SPBU.

“Kalau memang ada penggunaan barcode yang tidak sesuai peruntukan, harus diperiksa siapa yang menggunakan, untuk kepentingan apa, dan bagaimana transaksi tersebut bisa dilayani di SPBU,” kata Tompo Sawakong. Rabu (19/8/2026)

BACA JUGA :  Di Balik Surat Rekomendasi, Praktik Solar Jerigen Disebut Rugikan Negara

Dugaan lain yang ikut mencuat adalah kemungkinan adanya kerja sama antara pagandeng jeriken atau pengecer dengan oknum operator SPBU.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta. Keterlibatan operator maupun pengawas SPBU harus dibuktikan melalui pemeriksaan, rekaman transaksi, data barcode, serta keterangan pihak-pihak terkait.

Karena itu, aparat penegak hukum dan instansi berwenang dinilai perlu melakukan penelusuran secara objektif terhadap pola distribusi BBM di kedua SPBU tersebut.

Pemeriksaan idealnya mencakup data transaksi barcode, identitas pengguna, frekuensi pembelian, volume BBM yang disalurkan, hingga kesesuaian antara transaksi dengan peruntukan konsumen.

Jika ditemukan adanya pembelian berulang menggunakan identitas atau barcode tertentu untuk kemudian dijual kembali secara eceran, pola tersebut perlu ditelusuri untuk memastikan apakah terjadi penyimpangan dalam distribusi BBM.

BACA JUGA :  Pertalite Raib di SPBU Jatia, Aktivitas Malam Hari Picu Kecurigaan Warga

Sebaliknya, apabila seluruh transaksi ternyata sesuai ketentuan, hasil pemeriksaan juga penting untuk memberikan kepastian dan membantah dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dengan demikian, persoalan kelangkaan BBM di Takalar tidak berhenti pada antrean dan aktivitas pengecer di lapangan.

Rantai distribusi dari SPBU hingga BBM berpindah ke tangan konsumen perlu dibuka dan diperiksa secara menyeluruh.

Sementara, Pengawas SPBU Kalampa saat di Komfirmasi Hanya di baca.

Bersambung..

Editor : Darwis

Berita Terkait

Rakyat Sulit Dapat BBM, Kasatreskrim Takalar Didesak Bongkar Distribusi
SPBU Kalampa Disorot, Aktivitas Pagandeng Jeriken Bikin Warga Resah
Warga Sulit Dapat BBM, Pengecer Malah Bebas Berjualan di Samping SPBU
Kericuhan Warnai Demo Lelewawo, Aliansi Desak Aparat Usut Dugaan Pengerahan Massa
Debu Bertebaran, Aktivitas Diduga Tambang di Bajeng Tuai Sorotan
Tambang Diduga Tanpa Izin, Debu Ganggu Lingkungan Warga Panaikang
Paket 6 MYC Disorot Tajam, Dugaan Pengurangan Volume dan Mutu Material Mencuat
Ada Dugaan Penyimpangan PLTS Takalar, Kejati Sulsel Didesak Bongkar Pelaksanaan di Lapangan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:04 WITA

Barcode BBM Dipersoalkan, Aktivis Desak Polisi Telusuri Transaksi di Dua SPBU Takalar

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:15 WITA

Rakyat Sulit Dapat BBM, Kasatreskrim Takalar Didesak Bongkar Distribusi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:34 WITA

SPBU Kalampa Disorot, Aktivitas Pagandeng Jeriken Bikin Warga Resah

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:48 WITA

Warga Sulit Dapat BBM, Pengecer Malah Bebas Berjualan di Samping SPBU

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:22 WITA

Kericuhan Warnai Demo Lelewawo, Aliansi Desak Aparat Usut Dugaan Pengerahan Massa

Berita Terbaru