Polda Sulsel Digedor! Mahasiswa Desak Pencopotan Kapolres dan Kasat Reskrim Sinjai

Tojeng

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Front Mahasiswa Rakyat Menggugat, yang terdiri dari KMPI Sulsel, SGMI, FPD, dan GPM, menggelar aksi unjuk rasa

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Front Mahasiswa Rakyat Menggugat, yang terdiri dari KMPI Sulsel, SGMI, FPD, dan GPM, menggelar aksi unjuk rasa

Gedor.id- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Front Mahasiswa Rakyat Menggugat, yang terdiri dari KMPI Sulsel, SGMI, FPD, dan GPM, menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Selatan, Jumat (5/6/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyoroti sejumlah dugaan persoalan hukum di Kabupaten Sinjai yang dinilai belum ditangani secara optimal oleh jajaran Satreskrim Polres Sinjai.

Mereka mendesak Kapolda Sulsel melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Sinjai.

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan lima tuntutan, yakni:

  1. Mendesak Kapolda Sulsel mencopot Kapolres Sinjai dan Kasat Reskrim Polres Sinjai.
  2. Mendesak Ditreskrimsus Polda Sulsel menyelidiki dugaan aktivitas tambang ilegal galian C di Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Selatan, dan Bulupoddo.
  3. Mendesak penyelidikan terhadap dugaan praktik mafia BBM yang disebut terjadi di sejumlah SPBU di Kecamatan Sinjai Utara.
  4. Mendesak pengusutan dugaan aktivitas penyedia layanan Wi-Fi ilegal di Kabupaten Sinjai.
  5. Mendesak Ditreskrimsus serta Bidang Propam/Paminal Polda Sulsel memeriksa Satreskrim Polres Sinjai terkait dugaan pelepasan terduga pelaku penyelundupan tabung gas elpiji yang sebelumnya disebut sempat diamankan aparat.
BACA JUGA :  Janji Polisi Kosong, Tambang Sawakong Tetap Beroperasi Bebas

Aksi sempat berlangsung tegang. Massa dan aparat pengamanan beberapa kali terlibat adu argumen yang berujung aksi saling dorong di depan gerbang Mapolda Sulsel. Meski demikian, situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu aktivitas di sekitar lokasi.

Jenderal Lapangan aksi, Wahid Leon, mengatakan unjuk rasa tersebut merupakan bentuk kontrol sosial dan dorongan kepada aparat penegak hukum agar memberikan perhatian serius terhadap berbagai dugaan pelanggaran hukum yang berkembang di Kabupaten Sinjai.

BACA JUGA :  BBM Sulit, Jerigen Lancar! Dugaan Penyimpangan Solar Kian Terang

“Kami menilai masih banyak persoalan yang harus mendapat perhatian serius dari Polda Sulsel. Karena itu kami mendesak Kapolda Sulsel melakukan evaluasi terhadap Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rahman dan Kasat Reskrim Iptu Adi Asrul yang kami nilai belum maksimal dalam penegakan hukum,” ujar Wahid Leon dalam orasinya.

Ia menambahkan, aliansi Front Mahasiswa Rakyat Menggugat akan terus mengawal tuntutan tersebut dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila belum ada tindak lanjut dari pihak terkait.

BACA JUGA :  Kirana Sahira Yuswan Buktikan Anak SD Makassar Mampu Berprestasi di Ajang Nasional

“Jika tuntutan ini tidak mendapat respons yang jelas, kami akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar pada aksi jilid II. Ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial masyarakat terhadap proses penegakan hukum,” tegasnya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar
SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap
Pangkalan Gas Takalar Mengaku Dibiarkan Mati, Pemilik Ungkap Dugaan Tekanan untuk Menjual
Peserta Bebas Pulang, Grand Imawan Tetap Disorot, Uang Penginapan dari Mana?
Jangan-Jangan Sidak Hanya Formalitas, Aktivitas Kalabbirang Tetap Menggeliat
Pelatihan PTK Smart School Disorot, Biaya Penginapan Peserta Capai Ratusan Juta?
Satu per Satu Oknum LSM Datang ke Tambang Gowa, Penambang Diduga Jadi Sasaran

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16 WITA

Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07 WITA

MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:17 WITA

SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:34 WITA

Pangkalan Gas Takalar Mengaku Dibiarkan Mati, Pemilik Ungkap Dugaan Tekanan untuk Menjual

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:23 WITA

Peserta Bebas Pulang, Grand Imawan Tetap Disorot, Uang Penginapan dari Mana?

Berita Terbaru

Ilustrasi dramatis Nusron Wahid yang digambarkan sedang duduk bersembunyi di balik tembok sambil mengamati situasi di sekitarnya. (Visual AI).

Nasional

KPK Siap Ambil Langkah Tegas terhadap Nusron Wahid

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:41 WITA