Anggaran Jumbo Tanpa Spesifikasi, Pengadaan PC Panakkukang Disorot Tajam

Sabtu, 18 April 2026 - 16:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjend Dpp Lantik, Yhoka Mayapada

Sekjend Dpp Lantik, Yhoka Mayapada

Gedor.id– Anggaran pengadaan komputer di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, mendadak jadi sorotan panas.

Nilainya fantastis: Rp854.875.000 dari APBD 2026 hanya untuk 25 unit personal computer (PC).

Jika dihitung kasar, satu unit komputer dibanderol Rp34.195.000. Angka ini bukan sekadar tinggi—tapi sudah masuk kategori “premium”, memicu kecurigaan publik.

Di balik angka jumbo itu, muncul pertanyaan krusial: apakah anggaran ini sudah direalisasikan atau masih sekadar rencana? Dan yang lebih penting, spesifikasi seperti apa yang membuat harga komputer bisa setinggi itu?

Data Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan kode 62626736 yang tayang sejak 1 Januari 2026 justru tidak memberi jawaban. Informasi teknis nyaris kosong. Tidak ada rincian spesifikasi, tidak ada penjelasan kebutuhan.

BACA JUGA :  Personel Dishub Makassar Dianiaya Saat Atur Lalu Lintas di Jalan Urip Sumoharjo

Kekosongan data ini mempertebal kecurigaan. Apakah ini benar kebutuhan operasional kantor kecamatan, atau ada sesuatu yang sengaja disembunyikan?

Sorotan juga mengarah ke aspek pengadaan berkelanjutan. Semua indikator Sustainable Public Procurement (SPP)—ekonomi, sosial, dan lingkungan—ditandai “Tidak”.

Dengan kata lain, proyek hampir Rp1 miliar ini sama sekali tidak memasukkan prinsip keberlanjutan.

Sebuah ironi di tengah gencarnya kampanye efisiensi dan pengadaan hijau oleh pemerintah.

Sekretaris Jenderal DPP LANTIK, Yhoka Mayapada, menyebut kondisi ini sebagai sinyal bahaya.

BACA JUGA :  AMSS Geram, Kasus 387 Diduga Hanya Menjerat Pelaksana Lapangan, Pengendali Belum Terbongkar

“Rp34 juta per unit itu sudah kelas tinggi. Bisa setara PC server atau gaming. Ini kantor kecamatan, bukan pusat data. Kalau spesifikasi tidak dibuka, wajar publik curiga,” tegasnya, Sabtu (18/4/2026).

Ia juga menilai nihilnya SPP sebagai kemunduran serius.

“Ini bukan sekadar lalai. Ini kemunduran. Pemerintah bicara efisiensi dan keberlanjutan, tapi praktiknya nol besar,” katanya.

LANTIK pun mengingatkan agar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak berlindung di balik sistem e-purchasing.

“E-purchasing bukan tameng. Kalau harga jauh dari pasar tanpa alasan teknis yang transparan, itu patut dicurigai sebagai masalah serius,” ujarnya.

BACA JUGA :  Polisi Kejar hingga Surabaya, Pelaku Kekerasan Seksual di Makassar Diamankan

Sementara itu, Camat Panakkukang, Syahril, saat dikonfirmasi justru memberi respons singkat yang memantik tanda tanya.

“Waalaikumsalam, boleh lah,Belum ada pelaksanaan belanja” jawabnya melalui pesan singkat.

Jawaban singkat ini justru menambah kesan bahwa transparansi dalam proyek bernilai ratusan juta ini masih jauh dari harapan publik.

Rincian Pengadaan:

  • Pagu anggaran: Rp854.875.000
  • Jumlah: 25 unit PC
  • Harga per unit: Rp34.195.000
  • SPP: Nihil (ekonomi, sosial, lingkungan: “Tidak”)
  • Status: Produk Dalam Negeri, Usaha Kecil, E-Purchasing
  • Jadwal: Pemilihan Desember 2025, kontrak Januari–Desember 2026

Bersambung..

Editor : Darwis

Berita Terkait

Makanan MBG Disebut Pernah Dihinggapi Kecoa, SPPG Kalabbirang 1 Diminta Diperiksa
BPK Temukan Kelebihan Pembayaran Ratusan Juta di Kesbangpol Takalar
BSPS Desa Sengka Disorot, Aparat Diminta Telusuri Supplier hingga Fasilitator
Bukan Hanya Soal Pekerja, Warga Minta Tata Kelola Revitalisasi SDN 187 Dengilau Dibuka
Proyek Irigasi Bungadidi Rp16,2 Miliar Rusak Berulang, BPK Diminta Turun Tangan
Jalan Kalabbirang Padat, Aktivitas Truk Material Dipersoalkan
Pasar Malam Kuasai Lapangan Bontokassi, Siapa yang Beri Izin?
Kejari Takalar Ditantang Bongkar Dugaan Fee 15 Persen di Proyek Revitalisasi SD

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:47 WITA

Makanan MBG Disebut Pernah Dihinggapi Kecoa, SPPG Kalabbirang 1 Diminta Diperiksa

Selasa, 15 September 2026 - 14:23 WITA

BSPS Desa Sengka Disorot, Aparat Diminta Telusuri Supplier hingga Fasilitator

Senin, 14 September 2026 - 13:41 WITA

Bukan Hanya Soal Pekerja, Warga Minta Tata Kelola Revitalisasi SDN 187 Dengilau Dibuka

Minggu, 13 September 2026 - 21:29 WITA

Proyek Irigasi Bungadidi Rp16,2 Miliar Rusak Berulang, BPK Diminta Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 10:51 WITA

Jalan Kalabbirang Padat, Aktivitas Truk Material Dipersoalkan

Berita Terbaru