Jalan Kalabbirang Padat, Aktivitas Truk Material Dipersoalkan

Jumat, 11 September 2026 - 10:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedor.id– Antrean panjang kendaraan masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sekitar SPBU Kalabbirang, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, belum terurai.

Di tengah kondisi itu, aktivitas kendaraan pengangkut material untuk kegiatan penimbunan di sekitar jalan poros turut menjadi sorotan.

Aktivitas kendaraan berat dinilai berpotensi mempersempit ruang lalu lintas dan menambah kepadatan di tengah masyarakat yang sedang menghadapi antrean BBM.

Demisioner Ketua PB Hipermata, Tahkifal Mursalim, meminta pihak yang melakukan penimbunan maupun pengelola tambang mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan kepentingan masyarakat umum.

BACA JUGA :  Pelaku Keji di Pesta Allamang Takalar Belum Tertangkap, Keluarga Korban Geram

“Masyarakat sedang antre mendapatkan BBM. Jangan ditambah lagi dengan aktivitas yang membuat jalan semakin macet. Jangan menambah masalah di tengah masyarakat yang sudah kesulitan,” tegas Tahkifal. Jumat (11/9/2026)

Menurut Tahkifal, pekerjaan penimbunan bukan berarti harus dihentikan.

Namun, pelaksana kegiatan wajib memastikan aktivitas tersebut tidak mengganggu keselamatan, kelancaran arus lalu lintas, dan akses masyarakat terhadap fasilitas umum.

Terlebih, kata dia, lokasi aktivitas berada di kawasan jalan poros yang menjadi jalur pergerakan masyarakat dan saat ini mengalami kepadatan akibat antrean kendaraan di SPBU.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Rp12,4 M di Takalar Mencuat, Saluran Dibangun Tanpa Pintu Air

Tahkifal juga mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kegiatan tersebut.

Pemeriksaan, menurutnya, perlu mencakup legalitas kegiatan, asal-usul material yang digunakan, penggunaan kendaraan berat, serta dampaknya terhadap kondisi dan kelancaran lalu lintas.

“Kalau kegiatannya legal dan sesuai aturan, silakan dibuktikan. Tetapi kalau ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban karena kepentingan segelintir pihak,” ujarnya.

Ia menegaskan, jalan umum merupakan ruang publik yang penggunaannya harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas.

BACA JUGA :  Nazihah Renanti Wijaya Tampil Memukau, Fashion Show Anak Curi Perhatian di Takalar

Karena itu, setiap kegiatan proyek, penimbunan, maupun aktivitas yang melibatkan kendaraan berat harus dikelola agar tidak menimbulkan gangguan terhadap pengguna jalan.

Persoalannya kini bukan hanya antrean BBM, tetapi juga bagaimana aktivitas lain di kawasan tersebut tidak memperburuk situasi.

Publik pun menunggu langkah pemerintah dan aparat terkait untuk memastikan aktivitas penimbunan di Jalan Jenderal Sudirman, Kalabbirang, berjalan sesuai ketentuan serta tidak mengorbankan keselamatan dan kepentingan masyarakat.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Pasar Malam Kuasai Lapangan Bontokassi, Siapa yang Beri Izin?
Kejari Takalar Ditantang Bongkar Dugaan Fee 15 Persen di Proyek Revitalisasi SD
Dugaan Fee 15 Persen Guncang Proyek Revitalisasi Dua SD Takalar
Palang Berbayar Kembali Marak di Ulu Ere, Keluarga Kades Pekaloa Disorot
P2SP Takalar Disorot, Dua Sekolah Diduga Gunakan Koordinator Tenaga Kerja yang Sama
Penunjukan Ketua P2SP di Takalar Dipertanyakan, Dugaan Setoran Mengemuka
Temuan BPK Jangan Berhenti di Atas Kertas, Kejari Takalar Diminta Turun Tangan
Pelanggaran Lalu Lintas Disorot, Aktivis Desak Kapolres Takalar Bertindak

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 10:51 WITA

Jalan Kalabbirang Padat, Aktivitas Truk Material Dipersoalkan

Kamis, 10 September 2026 - 21:50 WITA

Pasar Malam Kuasai Lapangan Bontokassi, Siapa yang Beri Izin?

Selasa, 8 September 2026 - 22:45 WITA

Dugaan Fee 15 Persen Guncang Proyek Revitalisasi Dua SD Takalar

Selasa, 8 September 2026 - 22:07 WITA

Palang Berbayar Kembali Marak di Ulu Ere, Keluarga Kades Pekaloa Disorot

Senin, 7 September 2026 - 13:10 WITA

P2SP Takalar Disorot, Dua Sekolah Diduga Gunakan Koordinator Tenaga Kerja yang Sama

Berita Terbaru