Gelombang Protes di Kolaka Utara, Polisi Didesak Tindak Mafia Solar

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Lintas Sektor Kolaka Utara (Alaska Utara)

Aliansi Lintas Sektor Kolaka Utara (Alaska Utara)

Gedor.id– Aliansi Lintas Sektor Kolaka Utara (ALASKA UTARA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Kolaka Utara sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal dugaan maraknya praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar serta aktivitas pertambangan ilegal galian C di sejumlah wilayah.

Aksi tersebut merupakan respons atas hasil investigasi lapangan dan pengumpulan data yang dilakukan tim ALASKA UTARA.

Mereka mengindikasikan adanya aktivitas yang diduga berlangsung secara masif dan terorganisir.

Dalam aksinya, massa mendesak Polres Kolaka Utara untuk segera mengambil langkah tegas dan terukur sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Jenderal Lapangan ALASKA UTARA, Sulla, dalam orasinya menegaskan bahwa dugaan penimbunan BBM dan pertambangan ilegal merupakan persoalan serius yang berdampak luas terhadap masyarakat dan lingkungan.

BACA JUGA :  Pasir Ilegal untuk Proyek Desa? LASKAR Sultra Laporkan Tambang Galian C Meluhu

“Dugaan penimbunan BBM dan penambangan galian C ilegal adalah persoalan serius. Kami mendesak Polres Kolaka Utara untuk segera menindak tegas setiap aktivitas yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” ujar Sulla.

Ia menambahkan, aksi tersebut merupakan langkah awal dari rangkaian gerakan lanjutan yang akan terus dikawal secara berkelanjutan.

“Gerakan ini adalah pemantik untuk langkah berikutnya. Jika tidak ada atensi serius, kami akan kembali dengan konsolidasi yang lebih besar. Bahkan, jika Kapolres Kolaka Utara dinilai tidak mampu menindak dugaan tersebut, kami meminta dilakukan evaluasi jabatan,” tegasnya. rabu (25/3/2026)

BACA JUGA :  BBM Rakyat Diduga Dirampok, Mafia Solar Bebas Berkeliaran

Koordinator Lapangan ALASKA UTARA, Irpek, memaparkan sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik penimbunan BBM jenis solar, yakni:

  • Desa Bahari, Kecamatan Tolala
  • Desa Tolala, Kecamatan Tolala
  • Desa Latowu, Kecamatan Batu Putih
  • Desa Lapai, Kecamatan Ngapa
  • Desa Watuliu, Kecamatan Lasusua
  • Desa Lahabaru, Kecamatan Watunohu

Selain itu, ALASKA UTARA juga mengungkap dugaan aktivitas pertambangan ilegal galian C tanpa izin resmi di beberapa lokasi, antara lain:

  • Desa Latali, Kecamatan Pakue Tengah
  • Desa Batu Ganda, Kecamatan Lasusua
  • Desa Rante Angin, Kecamatan Rante Angin
  • Desa Punggiha (Balosi), Kecamatan Lasusua
  • Sejumlah titik di wilayah Kecamatan Lasusua, termasuk area Latsitarda

Dalam aksi tersebut, ALASKA UTARA turut menyerahkan laporan pengaduan resmi kepada Polres Kolaka Utara sebagai bentuk dorongan terhadap proses penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

BACA JUGA :  Janji Kapolda Dipertanyakan, Aktivitas Tambang Emas Ilegal Justru Meledak di Sekadau

Sulla menegaskan pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan konsolidasi guna memastikan persoalan ini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

“Kami akan terus mengawal isu ini sampai ada kejelasan. Evaluasi dan konsolidasi lanjutan akan kami lakukan sebagai bentuk komitmen perjuangan,” tutupnya.

ALASKA UTARA juga menegaskan bahwa seluruh dugaan yang disampaikan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, serta menyerahkan proses pembuktian sepenuhnya kepada aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Dugaan Pembiaran Menguat, Gowa Terancam Jadi Sarang Judi Terbuka
Ngeri! Tanda Tangan Diduga Dipalsukan, Emas Nasabah Pegadaian Disikat Orang Dekat
Kasus ‘Pengeroyokan’ Oknum Polisi di Takalar Mandek 3 Bulan, Ada Apa di Balik Diamnya Penyidik?
Sejumlah Titik Diduga Jadi Basis Solar Ilegal di Kolut, Polisi Didesak Transparan
Pasien Cuci Darah di Makassar Diduga Disuntik Obat Kadaluwarsa, Apotek Disomasi
Dikeluhkan Pengguna, Layanan Top Up e-Money di Tol Makassar Dinilai Tak Ramah
Urus SIM di Takalar Diduga Tak Sesuai Aturan, Biaya Membengkak
Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Rp12,4 M di Takalar Mencuat, Saluran Dibangun Tanpa Pintu Air

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:54 WITA

Gelombang Protes di Kolaka Utara, Polisi Didesak Tindak Mafia Solar

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:06 WITA

Dugaan Pembiaran Menguat, Gowa Terancam Jadi Sarang Judi Terbuka

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:03 WITA

Ngeri! Tanda Tangan Diduga Dipalsukan, Emas Nasabah Pegadaian Disikat Orang Dekat

Senin, 23 Maret 2026 - 20:00 WITA

Kasus ‘Pengeroyokan’ Oknum Polisi di Takalar Mandek 3 Bulan, Ada Apa di Balik Diamnya Penyidik?

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:02 WITA

Sejumlah Titik Diduga Jadi Basis Solar Ilegal di Kolut, Polisi Didesak Transparan

Berita Terbaru