PKH Tinggimae Kacau Balau, Bantuan Sosial 2025 Ditebas Tanpa Belas Kasih

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi PKH

Ilustrasi PKH

Gedor.id- Kemarahan warga Dusun Bontowa, Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, memuncak setelah hasil survei Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT yang dilakukan ketua kelompok dinilai tidak transparan.

Akibatnya, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tiba-tiba dicoret dari daftar penerima bantuan sosial tahun 2025.

Warga menyebut survei penentuan kelayakan bantuan dilakukan secara tidak objektif.

Penilaian hanya berfokus pada kondisi fisik rumah, tanpa mempertimbangkan faktor penting seperti jumlah tanggungan, pekerjaan tidak tetap, serta kondisi ekonomi harian warga.

BACA JUGA :  Bangunan Sekolah Ditambal Sulam Diduga Rekayasa Proyek SDI Sugitangnga Mencuat

Hal ini membuat beberapa KPM yang masih hidup dalam kesulitan justru dikeluarkan dari daftar.

Keluhan mulai mencuat menjelang penyaluran bantuan tahun 2025. Keterangan dari Ketua Kelompok PKH Desa Tinggimae.

Menurut warga, dugaan kuat mengarah pada pendataan yang dilakukan secara asal-asalan dan minim pengawasan.

Warga pun mendesak pendamping PKH Kecamatan Barombong untuk turun langsung memverifikasi kondisi di lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan ketua kelompok.

BACA JUGA :  Pemkab Gowa Didesak Hadirkan Perda Pelestarian Sastra Lisan Makassar

“Pendamping jangan cuma duduk manis terima laporan. Lihat kondisi kami! Jangan jadikan kemiskinan kami angka di kertas,” tegas seorang warga yang merasa dirugikan. Rabu (3/12/2025)

Ia menambahkan banyak KPM yang kondisi ekonominya berat, namun tiba-tiba dicoret tanpa alasan yang jelas.

Sementara itu, Ketua Kelompok PKH Tinggimae, Dg Simba, mengaku belum mendapat arahan dari pendamping.

“Saya belum dapat kabar dari pendamping,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Ia bahkan mempersilakan warga untuk langsung menghubungi pendamping PKH, memperkuat dugaan bahwa koordinasi internal tidak berjalan baik.

BACA JUGA :  Panas! Ombas Disebut Jadi Target, Isu Skandal Bupati Gowa Diduga Ada Misi Tersembunyi

Kekacauan pendataan ini membuat warga meminta Pemerintah Kabupaten Gowa turun tangan mengambil langkah tegas.

Mereka menilai mekanisme pendataan PKH dan BPNT harus diperbaiki, dibuka secara transparan, dan melibatkan seluruh pihak.

“Kami ingin pendataan melibatkan pendamping, pemerintah desa, dan warga sendiri. Jangan lagi ada KPM yang dirugikan,” ujar warga lainnya.

Hingga kini, pendamping PKH Desa Tinggimae belum memberikan pernyataan resmi.

(JK)

Berita Terkait

Debu Bertebaran, Aktivitas Diduga Tambang di Bajeng Tuai Sorotan
Tambang Diduga Tanpa Izin, Debu Ganggu Lingkungan Warga Panaikang
Paket 6 MYC Disorot Tajam, Dugaan Pengurangan Volume dan Mutu Material Mencuat
Ada Dugaan Penyimpangan PLTS Takalar, Kejati Sulsel Didesak Bongkar Pelaksanaan di Lapangan
Provider Wi-Fi Diduga Langgar Aturan, KMPI Tantang APH Buka Hasil Pemeriksaan
Laporan Pencurian Sawit dan Penyerobotan Lahan Menggantung, Ada Apa di Polres Konsel?
Dugaan KTP Ganda dan KUR Fiktif di Majene, Penegak Hukum Didesak Telusuri Hulu-Hilir
Tambang Diduga Beroperasi Bebas, PRI Desak Polisi Periksa Izin dan Pengelola

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:02 WITA

Debu Bertebaran, Aktivitas Diduga Tambang di Bajeng Tuai Sorotan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:09 WITA

Tambang Diduga Tanpa Izin, Debu Ganggu Lingkungan Warga Panaikang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13 WITA

Paket 6 MYC Disorot Tajam, Dugaan Pengurangan Volume dan Mutu Material Mencuat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:10 WITA

Provider Wi-Fi Diduga Langgar Aturan, KMPI Tantang APH Buka Hasil Pemeriksaan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:09 WITA

Laporan Pencurian Sawit dan Penyerobotan Lahan Menggantung, Ada Apa di Polres Konsel?

Berita Terbaru