Diabaikan dan Dikhianati, Warga Desak Danrem 141 Dicopot dari Jabatan

Selasa, 25 November 2025 - 11:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Rampoang Saat Melakukan Aksi

Warga Rampoang Saat Melakukan Aksi

Gedor.id– Polemik pembangunan Yon TP 872/Andi Jemma di Desa Rampoang kembali memanas setelah warga mengaku diabaikan oleh Danrem 141/Toddopuli saat kunjungan resmi ke lokasi proyek.

Warga yang terdampak pembangunan tersebut sudah menunggu sejak tengah hari dengan harapan dapat menyampaikan langsung keresahan mereka.

Namun, saat Danrem tiba, warga justru tidak diberi ruang untuk bertemu maupun berdialog.

BACA JUGA :  IPMIL Raya: TNI Harus Angkat Kaki dari Tanah yang Masih Sengketa

“Kami sudah menunggu dari siang sampai sore, tapi begitu Danrem datang, kami tetap diabaikan,” kata seorang warga yang merasa kecewa. Senin (24/11/2025)

Kehadiran Danrem yang semestinya membawa jawaban dan harapan bagi masyarakat malah menyisakan luka.

Warga mengaku tak menyangka pejabat militer setingkat Danrem tidak menunjukkan kepedulian atas aspirasi masyarakat yang terdampak langsung oleh proyek tersebut.

BACA JUGA :  DPRD Sulsel Nilai Pemindahan Yon TP 872 Penting agar Warga Tak Dirugikan

“Kami sudah berusaha bersabar, tapi kalau hak kami terus diabaikan, kami tidak akan tinggal diam,” ujar warga lainnya.

Kekecewaan itu kini berubah menjadi tuntutan. Warga mendesak Panglima TNI untuk segera mengevaluasi kinerja Danrem 141/Toddopuli, yang dinilai gagal merespons keresahan masyarakat.

Pembangunan Yon TP 872 sejak awal menuai protes karena dianggap dilakukan di lahan yang tidak tepat dan belum memiliki kejelasan.

BACA JUGA :  Ramai Kritik Pelayanan BBM Subsidi, Gunawan: “Kami Tetap Layani Semua”

Warga khawatir proyek tersebut akan menghilangkan mata pencaharian mereka dan merampas hak atas tanah yang selama ini mereka kelola.

“Kalau begini terus, kami akan terus bersuara. Kami bukan musuh, kami hanya mempertahankan hak kami,” tutup salah seorang warga.

Ono

Berita Terkait

Warga Antre Berjam-jam, Solar Subsidi Diduga Diborong Kelompok Pelangsir
Pengadaan Pakaian DPRD Takalar Rp348,8 Juta Disorot, Riwayat Penyedia Diminta Dibuka
Rp267,8 Juta Anggaran Paskibraka Takalar Disorot, Harga dan Barang Wajib Dibongkar
Barcode BBM Dipersoalkan, Aktivis Desak Polisi Telusuri Transaksi di Dua SPBU Takalar
Rakyat Sulit Dapat BBM, Kasatreskrim Takalar Didesak Bongkar Distribusi
SPBU Kalampa Disorot, Aktivitas Pagandeng Jeriken Bikin Warga Resah
Warga Sulit Dapat BBM, Pengecer Malah Bebas Berjualan di Samping SPBU
Kericuhan Warnai Demo Lelewawo, Aliansi Desak Aparat Usut Dugaan Pengerahan Massa

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:05 WITA

Warga Antre Berjam-jam, Solar Subsidi Diduga Diborong Kelompok Pelangsir

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:49 WITA

Pengadaan Pakaian DPRD Takalar Rp348,8 Juta Disorot, Riwayat Penyedia Diminta Dibuka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:43 WITA

Rp267,8 Juta Anggaran Paskibraka Takalar Disorot, Harga dan Barang Wajib Dibongkar

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:04 WITA

Barcode BBM Dipersoalkan, Aktivis Desak Polisi Telusuri Transaksi di Dua SPBU Takalar

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:15 WITA

Rakyat Sulit Dapat BBM, Kasatreskrim Takalar Didesak Bongkar Distribusi

Berita Terbaru

Konferensi pers penanganan perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh Bareskrim Polri di Jakarta, Minggu (23/8/2026). Dalam konferensi tersebut, Bareskrim mengungkap penetapan 72 tersangka dari 89 laporan karhutla yang ditangani di sembilan Polda.

Nasional

Bareskrim Bongkar Modus Bakar Lahan, 72 Tersangka Dijerat

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:58 WITA