BBM Langka Diduga Sengaja! Massa KP-GRD Geruduk Kantor Bupati Manggarai

Tojeng

Jumat, 21 November 2025 - 14:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KP-GRD menggelar aksi unjuk rasa di tiga titik berbeda

KP-GRD menggelar aksi unjuk rasa di tiga titik berbeda

Gedor.id- Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) menggelar aksi unjuk rasa di tiga titik berbeda, yakni Polres Manggarai, Kantor Bupati Manggarai, dan Gedung DPRD Manggarai, Kamis (20/11/2025).

Aksi yang berlangsung sejak pagi ini merupakan bentuk protes terhadap kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta dugaan maraknya praktik mafia BBM yang dinilai semakin meresahkan masyarakat Kabupaten Manggarai.

Ketua KP-GRD, Jimi Saputra, dalam orasinya di depan Mapolres Manggarai menegaskan bahwa persoalan kelangkaan BBM telah menjadi masalah mendesak karena berdampak luas pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menyebut kelangkaan bahkan telah dirasakan hingga ke tingkat desa dan kecamatan, dan diduga kuat bukan terjadi secara alamiah, melainkan disengaja oleh pihak tertentu demi meraup keuntungan.

BACA JUGA :  BBM Subsidi Diduga Disalahgunakan, Petani Jadi Korban! Pertamina Diminta Bertindak

Aksi kemudian berlanjut ke Kantor Bupati Manggarai. Di hadapan pemerintah daerah, Jimi kembali menekankan pentingnya respons cepat untuk mengatasi dampak kelangkaan BBM yang menghambat putaran ekonomi masyarakat.

KP-GRD mendesak Bupati Manggarai agar segera mengambil langkah konkret dan alternatif guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Di Gedung DPRD Manggarai, massa aksi meminta para wakil rakyat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

Mereka menilai kelangkaan BBM telah berlangsung cukup lama tanpa solusi efektif. KP-GRD mendorong DPRD segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait untuk mempercepat penyelesaian krisis dan mengungkap dugaan praktik mafia BBM.

BACA JUGA :  “Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas

Sebelum membubarkan diri, massa mendesak DPRD dan Polres memperketat pengawasan terhadap seluruh SPBU di Manggarai.

Mereka menyoroti praktik pengisian menggunakan jeriken oleh oknum tertentu yang dinilai memperburuk pasokan BBM di masyarakat.

“Bila perlu, setiap SPBU harus diawasi langsung oleh anggota kepolisian,” tegas Jimi.

Dalam aksi tersebut, perwakilan massa diterima langsung oleh Wakapolres Manggarai, perwakilan Pemerintah Kabupaten Manggarai, dan Ketua DPRD Manggarai.

Ketiga pihak menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi dan berkolaborasi mencari solusi atas krisis BBM yang tengah terjadi.

Jimi menegaskan kembali keresahan masyarakat terkait sulitnya memperoleh BBM bersubsidi.

BACA JUGA :  Kejaksaan Didorong Periksa Jalur Distribusi Solar ke Tambang di Maros

“Masyarakat di desa dan kecamatan sangat kesulitan mendapatkan BBM, itu pun kalau ada harganya sangat mahal. Ini menjadi PR besar bagi pemerintah untuk segera mengatasi kelangkaan BBM, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit,” ujarnya.

Adapun tiga tuntutan utama KP-GRD dalam audiensi tersebut adalah:

  1. Mendesak Bupati Manggarai agar lebih peka dan responsif terhadap kesulitan masyarakat akibat kelangkaan BBM.
  2. Mendesak Kapolres Manggarai mengusut tuntas dugaan mafia BBM di Kabupaten Manggarai.
  3. Mendesak DPRD Manggarai segera menggelar RDP dengan pihak terkait untuk membahas kelangkaan dan dugaan praktik mafia BBM.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Heboh! Warga Takalar Mengaku Tak Pernah Pinjam, Namanya Tercatat Punya Utang di PNM Mekaar
Aktivitas Penimbunan di Pandanga Jadi Sorotan, Aparat Diminta Periksa Seluruh Perizinan
Kasus Penganiayaan Warga Gowa Dilaporkan Sejak 2025, Penanganannya ‘Mandek’
Pembayaran Belum Tuntas, Pekerja Subkontraktor Disebut Menanggung Beban
BSS Tak Jelas, VinFast Dituding Abaikan Konsumen Gowa-Maros
2 Pelangsir Disikat, Operator SPBU Belum Terseret, Polres Parepare Pilih Kasus?
Dana Sudah Masuk, Rumah Tak Kunjung Berdiri, PT Mustika DBL Property Didesak Bertanggung Jawab
Makanan MBG Disebut Pernah Dihinggapi Kecoa, SPPG Kalabbirang 1 Diminta Diperiksa

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:27 WITA

Heboh! Warga Takalar Mengaku Tak Pernah Pinjam, Namanya Tercatat Punya Utang di PNM Mekaar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:37 WITA

Aktivitas Penimbunan di Pandanga Jadi Sorotan, Aparat Diminta Periksa Seluruh Perizinan

Jumat, 25 September 2026 - 23:00 WITA

Kasus Penganiayaan Warga Gowa Dilaporkan Sejak 2025, Penanganannya ‘Mandek’

Jumat, 25 September 2026 - 01:04 WITA

Pembayaran Belum Tuntas, Pekerja Subkontraktor Disebut Menanggung Beban

Minggu, 20 September 2026 - 16:57 WITA

BSS Tak Jelas, VinFast Dituding Abaikan Konsumen Gowa-Maros

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA