Bangunan Sekolah Ditambal Sulam Diduga Rekayasa Proyek SDI Sugitangnga Mencuat

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rehabilitasi Sekolah Dasar Inpres (SDI) Sugitangnga

Rehabilitasi Sekolah Dasar Inpres (SDI) Sugitangnga

Gedor.id– Proyek rehabilitasi Sekolah Dasar Inpres (SDI) Sugitangnga di wilayah Bajeng, Kabupaten Gowa, kembali menjadi sorotan.

Proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp 578.168.411 ini diduga menggunakan kembali balok lama pada pekerjaan rehabilitasi atap tiga ruang kelas.

Proyek yang tercatat dengan nomor kontrak 092/kontrak/Disdik.DAU/X/2025 ini dikerjakan selama 90 hari, dimulai pada 3 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025.

Adapun CV. INFINITY CONSULTANT bertindak sebagai konsultan pengawas.

Berdasarkan pantauan langsung awak media di lokasi, muncul dugaan kuat bahwa sebagian material rangka atap bukanlah material baru.

BACA JUGA :  Demo Darurat Narkoba di Lapas Bollangi Memanas, Mahasiswa Dihajar dan Diseret

Balok-balok yang terpasang diduga merupakan balok lama yang sebelumnya sudah digunakan pada bangunan tersebut.

Penggunaan kembali balok lama ini memunculkan kekhawatiran karena material yang sudah pernah terpakai tentu memiliki tingkat ketahanan yang berbeda dibanding balok baru.

Kondisi tersebut dianggap berpotensi memengaruhi keamanan struktur bangunan.

Seorang pekerja di lokasi turut menguatkan dugaan tersebut.

Kalau ketiga ruangan ini semua atapnya diganti, dan kalau rangka baloknya hanya yang patah dan rapuh yang diganti. Itu yang disampaikan oleh bos,” ujarnya

Masyarakat, khususnya orang tua siswa SDI Sugitangnga, mempertanyakan alasan penggunaan material lama pada proyek yang memiliki anggaran cukup besar.

BACA JUGA :  Tiga Kali Abaikan Panggilan, Wakil Bupati Gowa Bisa Dijemput Paksa

Mereka khawatir kualitas bangunan akan menurun dan membahayakan keselamatan siswa serta guru.

Koordinator Umum Koalisi Pemuda Lintas Sektor, Abdul Rahman Tompo, menyatakan keprihatinannya terhadap dugaan penggunaan material lama tersebut.

Ia menilai jika dugaan ini benar, maka hal itu mencerminkan pengabaian terhadap keselamatan anak-anak.

“Jika benar ada penggunaan material lama pada proyek rehabilitasi sekolah, maka itu adalah bentuk pengabaian terhadap keselamatan anak-anak,” ujarnya. Rabu (19/11/2025)

Tompo juga menegaskan bahwa anggaran ratusan juta seharusnya digunakan sepenuhnya untuk perbaikan yang sesuai standar.

BACA JUGA :  Pemerintah Desa Diminta Tegas Sikapi Dugaan Rangkap Jabatan Anggota BPD

Ia mendorong pemeriksaan menyeluruh mulai dari spesifikasi teknis hingga kualitas pengawasan.

“Publik berhak tahu apakah pekerjaan ini sesuai standar atau tidak,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa rehabilitasi sekolah berkaitan langsung dengan keselamatan manusia, bukan sekadar pengelolaan anggaran.

Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus memantau proyek tersebut dan mendorong audit jika diperlukan.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak terkait belum berhasil ditemui untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan penggunaan material lama dalam proyek rehabilitasi SDI Sugitangnga.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Rekaman Mematikan! Dugaan Setoran Jabatan Kepala Sekolah Mengarah ke Lingkaran Elite Makassar
PRI Tantang BPN Buka Data LP2B, Jangan Ada yang Ditutup-Tutupi!
4 Bulan Tanpa Perbaikan Serius, Mobil Damkar Gowa Banyak Tak Berfungsi
Diduga Tak Tepat Sasaran, Istri Oknum Kades Disebut Masuk Penerima Bantuan Ketahanan Pangan
LSM Curiga Ada Kelalaian, Propam Diminta Periksa Penyidik Kasus Bola Soba
Drama Politik Bayangi Hak Angket Gowa, Ranah Personal Kepala Daerah Ikut Diobrak-Abrik
Diduga Ada Permainan! Barang Sitaan Kasus Haji Tajang Berubah Fungsi Jadi Showroom Mobil Listrik
Korupsi Perpustakaan Digital Rp13 Miliar, Jejak Diduga Mengarah ke Elite Anggaran

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:54 WITA

Rekaman Mematikan! Dugaan Setoran Jabatan Kepala Sekolah Mengarah ke Lingkaran Elite Makassar

Senin, 29 Juni 2026 - 17:23 WITA

PRI Tantang BPN Buka Data LP2B, Jangan Ada yang Ditutup-Tutupi!

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:50 WITA

4 Bulan Tanpa Perbaikan Serius, Mobil Damkar Gowa Banyak Tak Berfungsi

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:22 WITA

Diduga Tak Tepat Sasaran, Istri Oknum Kades Disebut Masuk Penerima Bantuan Ketahanan Pangan

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:16 WITA

LSM Curiga Ada Kelalaian, Propam Diminta Periksa Penyidik Kasus Bola Soba

Berita Terbaru