Janji Manis Pertamina Berujung Pahit, Pengusaha Pertashop Bangkrut dan Tertekan Utang KUR

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengecer ilegal di pinggir jalan bebas menjualnya

Pengecer ilegal di pinggir jalan bebas menjualnya

Gedor.id- Program Pertashop, inisiatif PT Pertamina yang awalnya digadang sebagai solusi pemberdayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kini justru berubah menjadi sumber penderitaan bagi banyak pengusaha kecil di seluruh Indonesia.

Alih-alih membawa keuntungan, ribuan pengusaha kini terjerat utang dan menghadapi ancaman pelelangan aset akibat mandeknya operasional Pertashop di berbagai daerah

95 Persen Pertashop Mangkrak, Modal UMKM Terancam Hilang

Sejak diluncurkan, program ini tak berjalan sesuai harapan. Data lapangan menunjukkan sekitar 95 persen Pertashop kini mangkrak dan tak lagi beroperasi.

Sebagian besar pengusaha mengaku menggunakan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai modal awal, dengan aset pribadi seperti rumah dan tanah sebagai jaminan.

Kini, ketika usaha tak menghasilkan, bank mulai menagih dan mengancam melelang jaminan mereka.

“Awalnya kami percaya ini program pemerintah untuk bantu UMKM, tapi nyatanya malah jadi beban. Cicilan jalan terus, tapi penjualan mati,” ujar salah satu pengusaha yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA :  Pelaku UMKM Pertanyakan Pemungut Iuran Listrik, Pemda Cuci Tangan?

Dampak Sosial dan Mental: Tekanan Ekonomi Picu Stres Pengusaha

Keterpurukan usaha ini tak hanya berdampak pada finansial. Banyak pengusaha Pertashop kini hidup dalam tekanan berat.

Tagihan bank yang menumpuk, usaha yang sepi pembeli, dan beban sosial di lingkungan sekitar membuat sebagian mengalami stres dan gangguan kesehatan mental.

“Banyak yang sudah sakit karena pikiran. Tiap bulan bayar angsuran, tapi hasil tak ada,” keluh seorang pengelola Pertashop di Sulawesi Selatan.

Program Setengah Matang dan Janji Palsu

Para pengusaha menuding Pertamina menjalankan program secara setengah matang.
Janji manis pengembalian modal dalam tiga tahun terbukti jauh dari kenyataan.

BACA JUGA :  Dihantui Rasa Malu, Pria di NTB Nekat Habisi Nyawa Istri

Dalam praktiknya, sebagian besar pengusaha justru kehilangan aset berharga yang menjadi jaminan pinjaman.

“Kami dijadikan kelinci percobaan. Tidak ada pendampingan serius, tidak ada solusi ketika rugi,” tegas Ari Wibowo, Ketua DPW Sprindo Migas Sulawesi.

Persaingan Tak Sehat: Pertashop Terkunci, Pengecer Ilegal Bebas Jual BBM Subsidi

Masalah lain yang mematikan usaha Pertashop adalah kebijakan penjualan BBM non-subsidi.
Pertashop di pedesaan hanya boleh menjual Pertamax, sementara masyarakat di wilayah itu mayoritas petani dan nelayan yang butuh BBM subsidi seperti Pertalite atau Solar.

Ironisnya, di saat Pertashop dilarang menjual BBM subsidi, pengecer ilegal di pinggir jalan bebas menjualnya tanpa pengawasan berarti.

Kondisi ini membuat usaha resmi seperti Pertashop kalah bersaing di lapangan.

Tuntutan: Kembalikan Modal atau Hapus Utang

Kini para pengusaha menuntut Pertamina bertanggung jawab. Mereka meminta kejelasan nasib dan solusi konkret—baik berupa pengembalian modal maupun pemutihan utang.

BACA JUGA :  Rapor Merah Warnai Akhir Tahun Gubernur dan Ketua DPRD Sulsel

Meski telah berkali-kali menyampaikan aspirasi dan menghadiri rapat dengar pendapat, jalan keluar masih buntu.

Para pengusaha juga mendesak DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggunakan hak angket untuk membuka tabir di balik program Pertashop yang dinilai penuh kejanggalan ini.

Evaluasi Total Diperlukan

Program Pertashop yang semula diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa, kini justru menjadi bom waktu bagi ribuan pengusaha kecil.

Evaluasi total dan tindakan cepat dari PT Pertamina mutlak diperlukan agar UMKM tidak terus menjadi korban kebijakan yang gagal.

“Harus ada keberpihakan. Jangan biarkan kami terus menanggung rugi dari program yang katanya pro-rakyat,” tutup Ari Wibowo dengan nada kecewa.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Aktivitas Tambang di Tanralili Bikin Resah, Warga Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata
Diduga Tersinggung Soal Antrean, Pria di Maros Nekat Cekik Kerabat Media
Pemerintah Desa Diminta Tegas Sikapi Dugaan Rangkap Jabatan Anggota BPD
BBM Solar Diduga Ditimbun, SAMATA Desak Polda Sulsel Ambil Alih Kasus di Takalar
BBM Subsidi untuk Rakyat Diduga Disabotase, Koalisi Pemuda Desak Audit Berdarah
Mafia Narkoba Diduga Main Mata dengan Aparat, Terdakwa Dijadikan Tumbal di PN Makassar
Jeriken Solar Menumpuk, Dugaan Mafia BBM Subsidi di Takalar Kini Jadi Sorotan Panas
Truk Hilir Mudik, Debu Beterbangan, Tambang Diduga Ilegal di Maros Dikeluhkan

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:12 WITA

Aktivitas Tambang di Tanralili Bikin Resah, Warga Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:46 WITA

Diduga Tersinggung Soal Antrean, Pria di Maros Nekat Cekik Kerabat Media

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:10 WITA

Pemerintah Desa Diminta Tegas Sikapi Dugaan Rangkap Jabatan Anggota BPD

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:39 WITA

BBM Solar Diduga Ditimbun, SAMATA Desak Polda Sulsel Ambil Alih Kasus di Takalar

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:54 WITA

BBM Subsidi untuk Rakyat Diduga Disabotase, Koalisi Pemuda Desak Audit Berdarah

Berita Terbaru

Surat Keterangan Kepemilikan Tanah

Daerah

Sidang PMH Lahan di Takalar Ungkap Dugaan SKKT Bermasalah

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:27 WITA