Karyawan Resah, Pelanggan Dirugikan, PT CPB Diduga Main Kotor

Tojeng

Rabu, 9 Juli 2025 - 17:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukti Struk Pembayaran

Bukti Struk Pembayaran

Gedor.id– Dugaan praktik pungutan liar (pungli) mengemuka di lingkungan PT Cahaya Putra Bersama (CPB), rekanan resmi PLN Cabang Takalar. Rabu (9/7/2025)

Seorang kordinator sekaligus admin Biller Pay, Reza Pratama Putra, disebut-sebut sebagai aktor kunci dalam praktik ini, dengan dugaan keuntungan yang mengalir hingga ratusan juta rupiah sejak Agustus 2024.

Modus pungli ini dilakukan dengan membebankan tarif tambahan kepada pelanggan PLN yang menunggak pembayaran.

Kolektor yang bekerja di bawah naungan CPB, diperkirakan sekitar 30 orang, ditugaskan untuk menagih langsung ke rumah pelanggan.

Setiap pelanggan yang terlambat bayar dikenakan biaya Rp10.000 dengan dalih “biaya Biller Pay”. Padahal, tarif resmi hanya Rp3.000.

BACA JUGA :  Dugaan Setoran Rp25–35 Juta Warnai Program Irigasi P3TGAI di Takalar

Selisih Rp7.000 per pelanggan inilah yang diduga menjadi “uang siluman” yang tidak tercatat dalam sistem resmi.

Ironisnya, penagihan ini justru dilegitimasi oleh peran admin yang sekaligus menebus tagihan pelanggan setiap akhir bulan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap bulan setidaknya ada 3.000 pelanggan yang ditebus oleh kolektor.

Dengan selisih pungli Rp7.000 per pelanggan, total keuntungan tak resmi mencapai Rp21 juta per bulan.

Ditambah lagi, admin diduga tetap menerima komisi resmi dari sistem sebesar Rp3.000 untuk 1.750 pelanggan lainnya—senilai Rp5.250.000 per bulan.

Jika dikalkulasi, total keuntungan bulanan yang diduga dikantongi Reza mencapai Rp26.250.000.

Apabila praktik ini berjalan selama 10 bulan (Agustus 2024–Juni 2025), maka akumulasi keuntungan ilegal bisa mencapai Rp260.250.000.

BACA JUGA :  PPK dan Kontraktor Proyek Harus Dipanggil! Massa Ancam Aksi Lanjutan

Sistem Gaji Tak Transparan, Pekerja Resah

Masalah di tubuh CPB tak berhenti pada dugaan pungli. Sejumlah karyawan juga mengeluhkan sistem penggajian yang dinilai amburadul dan tidak transparan.

Gaji yang seharusnya dibayarkan paling lambat tanggal 5 setiap bulan, justru disalurkan melalui koordinator, bukan langsung oleh bendahara perusahaan.

Praktik ini memicu keresahan karena memperbesar potensi pemotongan gaji di luar sepengetahuan karyawan, tanpa kejelasan laporan atau bukti hitam di atas putih.

Reza Membantah, PLN dan CPB Bungkam

Saat ditemui di kantor PLN Ranting Takalar pada Selasa, 8 Juli 2025, Reza Pratama Putra membantah keras tudingan tersebut.

BACA JUGA :  Bau Kolusi! Skandal Pengadaan Bibit Durian di Bulukumba Mencuat

Ia mengklaim bahwa biaya Rp10.000 adalah bagian dari biaya admin atas nama pelanggan yang ditebus kolektor.

“Pelanggan yang telat membayar, lalu ditebus kolektor, maka di situ ada nilai admin,” ucap Reza singkat, tanpa menjelaskan soal selisih tarif resmi dan ketentuan internal perusahaan.

Sampai berita ini dirilis, pihak manajemen PT CPB dan PLN Cabang Takalar belum memberikan pernyataan resmi.

Masyarakat mendesak pihak berwenang, termasuk PLN pusat dan aparat penegak hukum, untuk segera turun tangan.

Praktik pungli yang dibiarkan bisa mencederai kepercayaan publik terhadap PLN dan mitra-mitranya.

Bersambung..

Editor : Darwis

Berita Terkait

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!
Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan
Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar
SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap
Pangkalan Gas Takalar Mengaku Dibiarkan Mati, Pemilik Ungkap Dugaan Tekanan untuk Menjual
Peserta Bebas Pulang, Grand Imawan Tetap Disorot, Uang Penginapan dari Mana?
Jangan-Jangan Sidak Hanya Formalitas, Aktivitas Kalabbirang Tetap Menggeliat

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:53 WITA

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:42 WITA

Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16 WITA

Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07 WITA

MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:17 WITA

SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA