Uang Rakyat Dipalak, Parkir Liar Diduga Dilindungi Kekuasaan

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi juru parkir liar menyetor uang hasil pungutan kepada sosok “orang kuat” di balik praktik parkir ilegal.

Ilustrasi juru parkir liar menyetor uang hasil pungutan kepada sosok “orang kuat” di balik praktik parkir ilegal.

Gedor.id- Praktik parkir liar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali menuai sorotan. Isu adanya sosok “orang kuat” yang diduga membekingi aktivitas ilegal tersebut memicu reaksi keras dari DPRD Kota Makassar.

Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suharmika, mendesak Direktur Utama Perumda (PD) Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali (ARA), agar secara terbuka mengungkap identitas pihak yang disebut berada di balik maraknya parkir liar di sejumlah titik kota.

Menurut Suharmika, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk mengakhiri spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, apabila memang terdapat oknum dengan kekuatan tertentu yang menghambat penataan parkir, hal itu seharusnya disampaikan secara terang kepada publik.

“Kalau memang ada, secara kelembagaan saya melihat lebih baik dibuka saja ke publik,” ujar Suharmika kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).

Politikus Partai Golkar itu menilai transparansi penting agar masyarakat mengetahui siapa pihak yang selama ini diduga mengambil keuntungan dari praktik pungutan liar di sektor perparkiran.

BACA JUGA :  32 Tersangka Kerusuhan DPRD Makassar dan Sulsel Resmi Ditetapkan Polisi

Ia mengingatkan agar pernyataan soal adanya “orang kuat” tidak dibiarkan menggantung tanpa kejelasan.

“Supaya publik tahu dan tidak ada simpang siur. Kalau memang ada yang membekingi parkir liar, siapa orangnya, itu yang harus dijelaskan,” tegasnya.

Suharmika mengungkapkan, hingga kini DPRD Makassar belum menerima laporan resmi dari PD Parkir terkait hasil temuan lapangan yang dimaksud.

Dewan masih menunggu data konkret mengenai sosok atau jaringan yang disebut memiliki pengaruh besar dalam operasional parkir ilegal di Kota Makassar.

Ia juga mengingatkan agar pernyataan yang telah disampaikan ARA tidak berkembang menjadi isu liar yang justru memicu kebingungan publik, terutama terkait dugaan premanisme dan keterlibatan oknum tertentu.

“Informasi yang beredar hari ini kan ada orang yang punya power, ada backing kuat. Pertanyaannya, siapa orang itu? Harusnya dibuka supaya masyarakat Makassar tahu duduk persoalannya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Usaha Disorot, Basto Janji Tidak Lagi Gunakan Badan Jalan Secara Berlebihan

Sebagai bentuk dukungan, DPRD Makassar menyatakan siap memfasilitasi langkah lanjutan apabila PD Parkir membutuhkan penguatan, baik secara politik maupun dalam hal pengawasan.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan melibatkan instansi terkait disebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengurai persoalan ini secara menyeluruh.

“Kalau perlu hearing dengan semua lembaga yang terkait, kami siap memfasilitasi,” ucap Suharmika.

Ia menambahkan, DPRD tidak akan ragu berdiri di belakang PD Parkir dalam upaya penertiban, selama setiap klaim yang disampaikan didukung bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan legislatif dinilai krusial untuk memutus mata rantai parkir liar.

Sebelumnya, Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, mengungkap adanya dugaan praktik bekingan terhadap juru parkir liar di Makassar.

BACA JUGA :  Bahu Jalan Diserobot, Toko Bangunan di Takalar Seenaknya Langgar Aturan

Ia menyebut para jukir ilegal tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan dilindungi oleh oknum yang memiliki kekuatan.

“Ya, pasti ada oknum, ada power. Mereka ikut melakukan pungutan, padahal tidak punya perusahaan,” kata ARA.

Menurut ARA, keterlibatan oknum tersebut bukan hal baru di dunia perparkiran Makassar.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ia menemukan banyak pihak yang bermain di belakang layar bersama juru parkir liar.

“Hasil temuan kami, dari beberapa kali turun ke lapangan, memang banyak oknum yang ikut bermain,” ungkapnya.

ARA juga menyebut praktik parkir liar yang dibekingi pihak tertentu tersebar hampir di seluruh wilayah kota, termasuk kawasan strategis seperti pusat perbelanjaan dan jalan protokol.

“Hampir merata. Termasuk di sekitar terowongan Mal Panakkukang dan Jalan Perintis Kemerdekaan,” pungkasnya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Dari Balik Jeruji, Tahanan Diduga Kendalikan Pengiriman Narkoba ke Makassar
Dengan Visi Mandiri dan Kompetitif, Ersan Satya Siap Nahkodai HIPMI PT UMI
Usaha Disorot, Basto Janji Tidak Lagi Gunakan Badan Jalan Secara Berlebihan
Isu “86” Pemindahan Mira Hayati Mengemuka, F-KRB Tegaskan Tak Ada Negosiasi
Anggaran Fantastis Pengadaan PC di Makassar Dipertanyakan, DPP LANTIK Curiga Harga Tak Wajar
Tiga Oknum Polisi Takalar Diadukan, Kasus Lama Diduga Diulang Diam-diam
Budiman S Bongkar Dugaan Kejahatan Prosedural, MA Diminta Jangan Tutup Mata
24 Kreator Digaji, Tapi Sepi Respons! Diskominfo Sulsel Jadi Bulan-bulanan Netizen

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:45 WITA

Dari Balik Jeruji, Tahanan Diduga Kendalikan Pengiriman Narkoba ke Makassar

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:23 WITA

Dengan Visi Mandiri dan Kompetitif, Ersan Satya Siap Nahkodai HIPMI PT UMI

Kamis, 30 April 2026 - 13:22 WITA

Usaha Disorot, Basto Janji Tidak Lagi Gunakan Badan Jalan Secara Berlebihan

Minggu, 26 April 2026 - 20:27 WITA

Isu “86” Pemindahan Mira Hayati Mengemuka, F-KRB Tegaskan Tak Ada Negosiasi

Rabu, 22 April 2026 - 13:13 WITA

Anggaran Fantastis Pengadaan PC di Makassar Dipertanyakan, DPP LANTIK Curiga Harga Tak Wajar

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump

Internasional

Selat Hormuz Memanas, Trump Tiba-tiba Setop Operasi Militer AS

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:54 WITA