Tokoh Masyarakat Karangpung Dorong Partisipasi Tinggi Pemilu RT/RW Makassar

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh masyarakat Kelurahan Karangpuang, Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, AB Iwan Azis (kanan)

Tokoh masyarakat Kelurahan Karangpuang, Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, AB Iwan Azis (kanan)

Gedor.id – Tokoh masyarakat Kelurahan Karangpuang, Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, AB Iwan Azis, menyatakan pada dasarnya masyarakat siap mendukung pelaksanaan Pemilu Raya RT/RW se-Kota Makassar.

Namun, diingatkan agar sosialisasi pelaksanaan pemilihan RT/RW ini perlu terus dilakukan supaya partisipasi masyarakat tinggi dan kualitas pesta demokrasi akar rumput ini berjalan baik.

“Kondisi pemilihan RT/RW kali ini agak berbeda dengan sebelumnya, sehingga sosialisasinya perlu lebih massif dan efektif,” terang Iwan Azis, yang lebih 40 tahun menjadi Ketua RW.

Diakui bahwa memang ada sosialisasi yang dilakukan Pemkot Makassar di media massa cetak dan online. Hanya saja, menurutnya, pada level masyarakat sosialisasi itu tidak cukup terasa.

Iwan Azis menyampaikan pandangannya soal pemilihan RT/RW dalam obrolan bersama Mustam Arif, aktivis LSM dan jurnalis, dan Rusdin Tompo, penulis buku, di Warkop Azzahrah, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Sabtu, 15 November 2025.

BACA JUGA :  Hanya 12 Menit! Motor Warga di Toddopuli Makassar Hilang, Warga Diminta Waspada

Iwan Azis yang saat ini masih jadi Pjs Ketua RW 003, Kelurahan Karangpuang, memaparkan dahulu proses menjadi Ketua RT dan Ketua RW sepenuhnya dari bawah.

Calonnya muncul berdasarkan aspirasi warga setempat, kemudian dilakukan pemilihan. Mereka yang terpilih sebagai Ketua RT dan RW memiliki ketokohan yang diakui masyarakatnya.

Sekarang sistemnya dibuat, sehingga siapa saja yang memenuhi syarat administratif, bisa ikut bersaing. Ada aturan baku terkait pemilihan yang mesti diikuti dan menjadi acuan.

Menariknya, kata Iwan Azis, berkaitan dengan pemilihan di wilayah RT/RW yang ada asrama polisi atau tentaranya. Berdasarkan ketentuan yang ada, mekanismenya dibuat agak berbeda.

BACA JUGA :  Mengaku Jaksa Pidsus, AM Tipu Korban hingga Rp200 Juta Lebih

Pasalnya, khusus pemilihan di asrama polisi dan militer ini, ketua RT/RW terpilih ditentukan oleh komandan asramanya. Namun, ada usulan agar pemilihan dilakukan sebagaimana mekanisme demokrasi yang diberlakukan oleh Pemkot Makassar tanpa membedakan asrama polisi/militer dan warga sipil.

“Mestinya mekanisme pemilihan ini dibuat sama. Sebab asrama polisi dan militer, bisa saja berada dalam satu RT, atau RT-nya berada di luar asrama,” terang Iwan Azis, yang berlatar belakang jurnalis, seniman, dan pengusaha reklame itu.

Dia lantas mencontohkan, bagaimana semangat kebersamaan dan kemanunggalan ABRI dan rakyat yang diusung Jenderal TNI M Jusuf, saat memegang tongkat komando sebagai Menhankam/Panglima ABRI. Aspek kesetaraan dan kesamaan di depan hukum dan pemerintahan ini perlu diperhatikan.

BACA JUGA :  Heboh Dugaan Material Ilegal di TPA Antang, Rantai Pasok Proyek Diminta Diinvestigasi

Karena itu, pria yang masih tampak enerjik di usia 79 tahun tersebut menyarankan agar semua kelurahan mesti mengambil inisiatif dan proaktif. Sosialisasi Pemilu Raya RT/RW se-Kota Makassar harus terus digencarkan karena akan jadi momentum bagi pembangunan demokrasi, bukan saja bagi kota ini tetapi juga bagi Indonesia.

“Kita berharap, pada hari H nanti, di tanggal 3 Desember 2025, akan jadi momen bagi terpilihnya Ketua RT/RW yang punya legitimasi kuat di masyarakat, yang sekaligus akan jadi modal sosial bagi penguatan pembangunan kota ini di masa mendatang,” pungkas Iwan Azis optimis.

(RT/ID)

Berita Terkait

Janji Sertifikat Pengganti Tak Kunjung Ada, Oknum Pegawai KKP Dipolisikan
Relawan MBG Mengaku Dipecat Sepihak, Publik Tagih Transparansi Kanwil KPPG Sulsel
Rp210 Miliar Anggaran Pengadaan DPRD Sulsel Jadi Sorotan, Kode Sulsel Bongkar Data ke Lembaga Negara
Dari KTA Hingga PAW DPR RI, Polemik Putriana Dakka Masuk Radar Mahasiswa Sulsel
Geng Motor Ricuh dengan Warga di Makassar, Motor Trail Ludes Dilalap Api
Mahasiswa Ultimatum Polda Sulsel, Usut Dugaan Mafia BBM dan Rokok Ilegal, Jangan Tebang Pilih!
Ngaku Dikeroyok, Disiksa, hingga Dipaksa Transfer Rp15 Juta, Warga Jeneponto Tempuh Jalur Hukum Lawan Oknum Polisi
Menang Gugatan, Bahtiar Masih Diburu Bayang-Bayang Penyidikan Kasus Nanas

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:17 WITA

Janji Sertifikat Pengganti Tak Kunjung Ada, Oknum Pegawai KKP Dipolisikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:33 WITA

Relawan MBG Mengaku Dipecat Sepihak, Publik Tagih Transparansi Kanwil KPPG Sulsel

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:54 WITA

Rp210 Miliar Anggaran Pengadaan DPRD Sulsel Jadi Sorotan, Kode Sulsel Bongkar Data ke Lembaga Negara

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:56 WITA

Dari KTA Hingga PAW DPR RI, Polemik Putriana Dakka Masuk Radar Mahasiswa Sulsel

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:08 WITA

Geng Motor Ricuh dengan Warga di Makassar, Motor Trail Ludes Dilalap Api

Berita Terbaru