24 Kreator Digaji, Tapi Sepi Respons! Diskominfo Sulsel Jadi Bulan-bulanan Netizen

Tojeng

Jumat, 17 April 2026 - 17:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Konten Kreator

Ilustrasi Konten Kreator

Gedor.id– Sia-sia saja anggaran fantastis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulsel yang digelontorkan untuk 24 konten kreator.

Hasilnya dinilai masih “payah” dan belum mampu mencuri perhatian masyarakat.

Tak heran jika publik menilai ini sekadar buang-buang uang rakyat. Konten yang diproduksi nyaris tak tampak, apalagi berdampak.

Anggaran senilai Rp1,08 miliar itu dialokasikan untuk kerja-kerja produksi konten digital yang ditujukan memperkuat citra pemerintah provinsi di ruang media sosial.

Ironisnya, besarnya anggaran tersebut tak sebanding dengan jangkauan maupun kualitas pesan yang sampai ke publik.

Fakta penggunaan anggaran tersebut terungkap dalam rapat Komisi A DPRD Sulsel saat membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025 di gedung sementara DPRD Sulsel, Makassar, Rabu (15/4/2026).

Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Andi Anwar Purnomo, menegaskan besarnya anggaran harus diikuti dengan hasil yang terukur dan berdampak nyata.

BACA JUGA :  Video Viral Bu Haji dan Ketua RT Bahas Sampah, Netizen: "Buang Saja Depan Kantor Wali Kota"

“Konten yang dihasilkan saat ini dinilai masih kurang menarik dan belum optimal dalam menarik perhatian masyarakat,” ujarnya.

Andi Anwar Purnomo mengatakan rapat lanjutan ini digelar untuk memberikan kesempatan kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sebelumnya tidak hadir dalam rapat kerja.

“Terdapat tiga OPD yang tidak menghadiri rapat sebelumnya, yakni Satpol PP, Dinas Kominfo, dan BKD. Oleh karena itu, kami mengadakan rapat lanjutan agar mereka dapat memberikan penjelasan secara langsung,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Satpol PP dan Dinas Kominfo hadir. Namun, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kembali absen untuk kedua kalinya tanpa keterangan.

Komisi A menegaskan pembahasan LKPJ tidak dapat dilanjutkan jika OPD tidak hadir dan tidak memberikan penjelasan langsung.

Pada pembahasan Satpol PP, Komisi A mencatat capaian kinerja cukup baik, meski ditemukan perbedaan data antara laporan OPD dan dokumen LKPJ yang telah disampaikan ke pemerintah pusat.

BACA JUGA :  Korupsi Perpustakaan Digital Rp13 Miliar, Jejak Diduga Mengarah ke Elite Anggaran

Sementara pada Diskominfo, sorotan tak hanya pada kualitas publikasi, tetapi juga pada pengelolaan anggaran.

Tercatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 mencapai sekitar Rp2,5 miliar dari total anggaran Rp38,8 miliar.

“Selama ini masih ada penilaian bahwa publikasi kegiatan pemerintah belum maksimal. Ini perlu menjadi perhatian ke depan,” kata Andi Anwar.

Komisi juga mendorong peningkatan kualitas pengelolaan media, baik elektronik, cetak, maupun televisi agar penyampaian informasi pembangunan lebih efektif.

Di sektor infrastruktur jaringan, anggaran sekitar Rp10,5 miliar diminta dimaksimalkan, mengingat seluruh OPD telah terintegrasi dalam satu sistem yang dikelola Diskominfo.

Meski begitu, penggunaan anggaran untuk konten kreator masih menyisakan tanda tanya besar.

Identitas 24 kreator, skema kerja sama, hingga dasar legalitas penggunaan dana belum diungkap ke publik.

BACA JUGA :  Personel Dishub Makassar Dianiaya Saat Atur Lalu Lintas di Jalan Urip Sumoharjo

Dengan total anggaran Rp1,08 miliar untuk 24 orang, masing-masing kreator diperkirakan menerima sekitar Rp45 juta.

Belum diketahui apakah pembayaran dilakukan per konten atau dalam skema kontrak tertentu.

Sementara itu di media sosial, netizen melontarkan sindiran atas penggunaan anggaran tersebut, Jumat (17/4/2026).

“Palabusi doe (habiskan uang) tena (tidak) ada manfaatnya ke masyarakat, termasuk saya tidak dapat manfaat,” tulis seorang netizen.

“Spill 24 konten kreatornya, apa saja yang dibuat,” komentar netizen lainnya.

“Saya cek di TikTok, kontennya yang like cuma 20 saja, komentar tidak ada, hehehe,” timpal netizen lain.

Komentar tersebut mencerminkan kekecewaan publik yang menilai hasil penggunaan anggaran belum sebanding dengan dana yang digelontorkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi terkait detail teknis kerja sama maupun daftar konten kreator yang terlibat.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Kabut Asap “Invasi” Makassar, Partikel PM2.5 Ancam Kesehatan Masyarakat
Uang Arisan Tak Kunjung Kembali, Pelapor Sebut Terlapor Tantang Dibawa ke Polisi
Kernet Ditinggal di Jalan, Mobil Hino Rp200 Juta Tak Diketahui Rimbanya
Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA
Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik
Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum
Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM
BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:25 WITA

Kabut Asap “Invasi” Makassar, Partikel PM2.5 Ancam Kesehatan Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:44 WITA

Uang Arisan Tak Kunjung Kembali, Pelapor Sebut Terlapor Tantang Dibawa ke Polisi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:59 WITA

Kernet Ditinggal di Jalan, Mobil Hino Rp200 Juta Tak Diketahui Rimbanya

Minggu, 27 September 2026 - 01:02 WITA

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA

Minggu, 20 September 2026 - 17:38 WITA

Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik

Berita Terbaru

Ilustrasi dramatis Nusron Wahid yang digambarkan sedang duduk bersembunyi di balik tembok sambil mengamati situasi di sekitarnya. (Visual AI).

Nasional

KPK Siap Ambil Langkah Tegas terhadap Nusron Wahid

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:41 WITA