Permintaan Maaf Tak Mampu Redam Amarah Massa, Kapolres Bombana Digoyang

Tojeng

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Bombana dan Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Politeknik Bombana

Kapolres Bombana dan Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Politeknik Bombana

Gedor.id- Gelombang protes terhadap dugaan tindakan represif aparat kembali mencuat di Kabupaten Bombana.

Keluarga Besar Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Politeknik Bombana (KBM HMPS POLINA) bersama sejumlah elemen mahasiswa dan aktivis yang tergabung dalam Konsorsium Aktivis Bombana Bersatu menggelar aksi demonstrasi di depan Polres Bombana, Kamis (11/6/2026).

Dalam aksi tersebut, massa secara tegas menuntut Kapolres Bombana menyampaikan permintaan maaf kepada publik sekaligus mendesak dilakukan evaluasi terhadap kepemimpinannya menyusul dugaan tindakan represif terhadap massa aksi IMPPERMOL beberapa waktu lalu.

Aksi yang diwarnai orasi bergantian dari berbagai perwakilan organisasi mahasiswa, pemuda, dan aktivis itu berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan.

Massa menilai tindakan yang terjadi sebelumnya telah mencederai prinsip demokrasi dan mengancam kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

BACA JUGA :  Galian C Ilegal di Konawe Jalan Terus, Penegakan Hukum Dinilai Mandul

Koordinator Massa Aksi dari KBM HMPS POLINA, Maikel Andrestein G, menegaskan kehadiran mahasiswa dalam demonstrasi tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mengawal nilai-nilai demokrasi dan memastikan hak-hak konstitusional masyarakat tetap dihormati.

Menurut Maikel, permintaan maaf yang disampaikan Kapolres Bombana di hadapan massa aksi merupakan langkah yang patut diapresiasi sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Namun, permintaan maaf itu dinilai belum cukup untuk menjawab tuntutan utama massa.

“Kami tetap meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Kapolres Bombana agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Di tengah jalannya aksi, Kapolres Bombana menemui langsung para demonstran untuk memberikan klarifikasi. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dianggap represif oleh massa aksi.

BACA JUGA :  Bangunan Diduga Ilegal Jadi Sorotan, Penegakan Aturan di Kota Medan "Payah"

Tak hanya itu, Kapolres juga menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh proses hukum maupun proses etik yang berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan tugasnya sebagai anggota kepolisian.

Meski mendapat perhatian dari peserta aksi, pernyataan tersebut belum mengubah sikap massa. KBM HMPS POLINA menegaskan bahwa tuntutan evaluasi terhadap Kapolres Bombana tetap menjadi fokus perjuangan mereka.

Massa juga mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional yang dijamin Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945.

Hak tersebut juga diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Usai menyampaikan aspirasi di depan Polres Bombana, massa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Bombana sebagai titik kedua demonstrasi.

BACA JUGA :  Pemda Bicara Tegas, Tapi Dapur Tak Tertib Tetap Jalan

Melalui Koordinator Massa Aksi, Maikel Andrestein G, KBM HMPS POLINA meminta DPRD Bombana segera mengambil sikap dan menyampaikan rekomendasi kepada Polda Sulawesi Tenggara agar dilakukan evaluasi terhadap Kapolres Bombana.

Menurut mereka, langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sekaligus menjamin perlindungan terhadap hak-hak demokratis masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Aksi berakhir dalam keadaan tertib dan damai. Meski demikian, KBM HMPS POLINA menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga terdapat tindak lanjut yang jelas dari pihak-pihak berwenang.

Editor : Darwis
Follow Berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Dugaan Tambang Liar Tak Tuntas, Kinerja Polres Lutra Disorot Propam
Janji Manis Pangkalan Gas Berujung Petaka, Uang Puluhan Juta Melayang!
Akses Jalan Terbatas Tak Jadi Penghalang, Camat Burau Temui Warga Terpencil
270 Jenazah Dilaporkan Jadi Abu Akibat Karhutla di Toraja Utara
Andi Abdul Hakim Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Polres Bulukumba Bertindak
Aspirasi Warga Terjawab, DPRD, Dishub dan Jajaran Polri Kawal Pemasangan PJU di Tana Lili
Dua Mobil Cuma Janji? Petani Wajo Kehilangan Rp25,4 Juta, Andi Aso Belum Ditemukan
HIPERMATA UNM Buka Babak Baru Kepemimpinan, Fokus pada Kaderisasi dan Pengabdian

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:58 WITA

Dugaan Tambang Liar Tak Tuntas, Kinerja Polres Lutra Disorot Propam

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WITA

Akses Jalan Terbatas Tak Jadi Penghalang, Camat Burau Temui Warga Terpencil

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:12 WITA

270 Jenazah Dilaporkan Jadi Abu Akibat Karhutla di Toraja Utara

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Andi Abdul Hakim Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Polres Bulukumba Bertindak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WITA

Aspirasi Warga Terjawab, DPRD, Dishub dan Jajaran Polri Kawal Pemasangan PJU di Tana Lili

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA