Alih-Alih Cerdas, Anak Indonesia Justru Keracunan Massal Akibat MBG

Senin, 29 September 2025 - 22:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK)

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK)

Gedor.id– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sejatinya lahir dari niat mulia, memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing lewat asupan gizi yang memadai.

Namun, sejak mulai diterapkan pada Januari 2025, program ini justru berubah menjadi persoalan serius yang berlawanan dengan tujuan awalnya.

Alih-alih menyehatkan, ribuan siswa di berbagai daerah justru menjadi korban keracunan massal akibat konsumsi makanan MBG.

Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat hingga 21 September 2025, sebanyak 6.452 siswa terdampak kasus keracunan MBG di seluruh Indonesia.

Sementara itu, laporan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) pada 22 September 2025 menyebutkan kasus serupa terjadi di 17 provinsi dengan 5.626 korban.

BACA JUGA :  Permintaan Maaf Tak Mampu Redam Amarah Massa, Kapolres Bombana Digoyang

Angka pemerintah pun tidak jauh berbeda. Melalui KSP, Kemenkes, dan BPOM, jumlah korban keracunan MBG diakui telah melampaui 5 ribu siswa.

BGN mencatat 5.080 kasus, Kemenkes 5.207 kasus, dan BPOM 5.320 kasus. Fakta ini menegaskan bahwa persoalan yang terjadi bersifat sistemik dan menyangkut nyawa anak-anak bangsa.

Di Sulawesi Tenggara sendiri, kasus serupa ikut terjadi. Di SMKN 1 Konawe, sebanyak 11 siswa dilarikan ke rumah sakit usai mengonsumsi makanan MBG.

Di Kolaka Timur, puluhan siswa juga mengalami gejala keracunan dengan pola yang sama.

BACA JUGA :  Jejak Bisnis Nikel Kolaka Dikuliti, Penyidik Kantongi Dokumen Strategis dan Transaksi Jumbo

Situasi ini memantik keprihatinan kalangan mahasiswa. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Ruslan, menegaskan bahwa program MBG tak boleh dibiarkan menjadi sumber petaka.

“Keracunan massal yang terus berulang bukanlah kesalahan kecil, melainkan kegagalan sistemik. Anak-anak yang seharusnya dilindungi justru terpapar risiko kesehatan. Saya mendesak Presiden Prabowo membentuk tim investigasi nasional independen untuk mengusut seluruh rantai pelaksanaan, mulai dari dapur, bahan baku, pengolahan, distribusi, hingga pengawasan mutu,” tegas Ruslan, Minggu (28/9/2025).

Ruslan juga menyoroti aspek hukum. Menurutnya, Polda Sultra wajib turun tangan untuk menindak tegas pihak-pihak yang lalai maupun diduga melakukan penyalahgunaan dalam pelaksanaan program.

BACA JUGA :  Viral, Bocah Koltim Tewas Digorok, Ayah Korban: Dia Hanya Pergi Menuntut Ilmu Agama!

“Kapolda Sulawesi Tenggara harus mengusut tuntas kasus ini. Jika terbukti ada kelalaian atau pelanggaran, maka pelaku wajib diproses hukum hingga ke jerat pidana. MBG tidak boleh berhenti sebagai jargon politik atau proyek seremonial,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan penekanan bahwa keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama.

“Program MBG hanya akan membawa manfaat jika dikelola dengan penuh tanggung jawab, transparansi, dan akuntabilitas. Tanpa pembenahan serius, program yang seharusnya menjadi kebanggaan nasional bisa berubah menjadi bencana kesehatan massal,” tandasnya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Tabrakan Maut di Depan Puskesmas Padangsappa, Dua Perempuan Tewas
Kuota BBM Tak Sinkron, Penerbitan Barcode Petani Takalar Dipersoalkan
Tradisi Sejak 2008, MAPALA 45 Kembali Taklukkan Tebing Demi Merah Putih
Ipda Hermansyah Pimpin Paskibra Kibarkan Sang Merah Putih di Bulukumba
Dugaan Korupsi Cetak Sawah Bone Mandek? LSM Lamellong Desak Kejari Bertindak
Nama Oknum Anggota Dewan Muncul, Penanganan Kasus Dugaan Penggelapan Kendaraan Dipertanyakan
Bursa Ketua PWI Gowa Makin Panas! Andi Baso Tenri Hadir Bawa Jurus UKW Gratis
Kasus Dugaan Penggelapan 19 Kendaraan, Pelapor Desak Polresta Gowa Bertindak

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:56 WITA

Tabrakan Maut di Depan Puskesmas Padangsappa, Dua Perempuan Tewas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:21 WITA

Tradisi Sejak 2008, MAPALA 45 Kembali Taklukkan Tebing Demi Merah Putih

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:43 WITA

Ipda Hermansyah Pimpin Paskibra Kibarkan Sang Merah Putih di Bulukumba

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:17 WITA

Dugaan Korupsi Cetak Sawah Bone Mandek? LSM Lamellong Desak Kejari Bertindak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:54 WITA

Nama Oknum Anggota Dewan Muncul, Penanganan Kasus Dugaan Penggelapan Kendaraan Dipertanyakan

Berita Terbaru

Konferensi pers penanganan perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh Bareskrim Polri di Jakarta, Minggu (23/8/2026). Dalam konferensi tersebut, Bareskrim mengungkap penetapan 72 tersangka dari 89 laporan karhutla yang ditangani di sembilan Polda.

Nasional

Bareskrim Bongkar Modus Bakar Lahan, 72 Tersangka Dijerat

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:58 WITA