Diduga Sepupu Bupati Jadi Senjata, Kepala Puskesmas Baebunta Dituding Teror ASN

Tojeng

Jumat, 5 September 2025 - 11:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puskesmas Baebunta

Puskesmas Baebunta

Gedor.id-Alih-alih menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas Baebunta justru diguncang konflik internal. Jumat (5/9/2025)

Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) menolak dipimpin oleh Kepala UPT Puskesmas Baebunta, Titin Yuandri, yang dinilai arogan dan kerap membuat kebijakan kontroversial.

Penolakan itu dituangkan secara resmi dalam surat keberatan kolektif ASN dan pegawai Puskesmas Baebunta yang dilayangkan kepada Bupati Luwu Utara.

Surat tersebut berisi lima poin alasan penolakan, yang menyoroti gaya kepemimpinan Titin yang dianggap menekan dan merusak suasana kerja.

BACA JUGA :  Wartawan Diteror Usai Bongkar Tambang Ilegal, PWI Toraja Pasang Badan!

Lima Alasan Penolakan

Dalam surat itu, para nakes menilai Titin Yuandri:

1.Arogan dalam sikap dan tutur kata sehingga berpotensi memengaruhi psikologi pegawai dan menurunkan kualitas pelayanan.

2.Menggunakan jabatan sebagai alat tekanan, termasuk mengancam mutasi pegawai yang tidak disukainya.

3.Egois dan menutup diri dari masukan, membuat aturan sepihak tanpa koordinasi dengan rekan kerja.

BACA JUGA :  Proyek Irigasi di Tana Lili Diduga Jadi Ladang Main Mata, Negara Bisa Rugi Miliaran!

4.Mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan standar pelayanan medis, misalnya melarang penggunaan masker (APD) dalam pelayanan.

5.Kerap membawa nama Bupati dan keluarganya sebagai senjata intimidasi, dengan ancaman pemecatan hingga mutasi, yang dinilai merusak citra Bupati sendiri.

Suasana Kerja Tidak Kondusif

Menurut para pegawai, sikap arogan tersebut telah menciptakan lingkungan kerja yang penuh tekanan dan jauh dari suasana kondusif.

BACA JUGA :  Dugaan Setoran Rp25–35 Juta Warnai Program Irigasi P3TGAI di Takalar

Mereka menilai hal ini bukan hanya merugikan internal Puskesmas, tetapi juga berdampak langsung pada mutu pelayanan kepada masyarakat Baebunta.

“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat yang akan jadi korban karena pelayanan tidak berjalan maksimal,” tulis salah satu poin penolakan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media belum mendapatkan konfirmasi langsung dari Titin Yuandri selaku Kepala UPT Puskesmas Baebunta terkait penolakan tersebut.

(ono)

Berita Terkait

Memalukan! Atlet Jeneponto Siap Bertanding, Konsumsi dan Anggaran Justru Bermasalah
Dugaan Tambang Liar Tak Tuntas, Kinerja Polres Lutra Disorot Propam
Janji Manis Pangkalan Gas Berujung Petaka, Uang Puluhan Juta Melayang!
Akses Jalan Terbatas Tak Jadi Penghalang, Camat Burau Temui Warga Terpencil
270 Jenazah Dilaporkan Jadi Abu Akibat Karhutla di Toraja Utara
Andi Abdul Hakim Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Minta Polres Bulukumba Bertindak
Aspirasi Warga Terjawab, DPRD, Dishub dan Jajaran Polri Kawal Pemasangan PJU di Tana Lili
Dua Mobil Cuma Janji? Petani Wajo Kehilangan Rp25,4 Juta, Andi Aso Belum Ditemukan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:03 WITA

Memalukan! Atlet Jeneponto Siap Bertanding, Konsumsi dan Anggaran Justru Bermasalah

Rabu, 4 November 2026 - 18:58 WITA

Dugaan Tambang Liar Tak Tuntas, Kinerja Polres Lutra Disorot Propam

Senin, 2 November 2026 - 21:23 WITA

Janji Manis Pangkalan Gas Berujung Petaka, Uang Puluhan Juta Melayang!

Senin, 2 November 2026 - 15:51 WITA

Akses Jalan Terbatas Tak Jadi Penghalang, Camat Burau Temui Warga Terpencil

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:12 WITA

270 Jenazah Dilaporkan Jadi Abu Akibat Karhutla di Toraja Utara

Berita Terbaru