Dr. Paulus Diduga Komandoi 20 Orang Bongkar Pagar Seng Milik Warga

Jumat, 15 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Medan

Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Medan

Gedor.id-Persidangan kasus dugaan pengrusakan pagar seng oleh orang suruhan Dr. Paulus dan Nancy kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (14/8/2025).

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Phillip Mark Soentpiet dengan hakim anggota Abd. Hadi Nasution ini menghadirkan saksi pelapor.

Majelis Hakim menegaskan, keterangan saksi pelapor sangat krusial untuk menguji kebenaran fakta di persidangan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Friska Sianipar dan Marina Surbakti, aksi pengrusakan pagar seng itu dinilai menimbulkan keresahan dan kekisruhan di lingkungan sekitar.

Saksi utama, Go Mei Siang, pemilik tanah dan bangunan, menyatakan pagar seng tersebut dibangunnya pada 2019 dengan dana pribadi.

BACA JUGA :  Garuda Asta Cita Nusantara Desak Penutupan Tambang Ilegal di Raja Ampat

“Itu tanah saya. Saat dibangun tidak ada keberatan dari pihak terdakwa. Tapi pada 2023, pagar itu dibongkar,” ujarnya.

Menurut Go Mei Siang, dalam waktu seminggu pagar sengnya sudah tiga kali dibongkar oleh orang suruhan terdakwa. Ia bahkan melihat langsung terdakwa memerintahkan pembongkaran kepada sekitar 20 orang.

“Saya dengar terdakwa bilang ‘hajar terus, bongkar terus’. Saya tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka ramai,” ungkapnya kesal.

Saksi lain, Khadijah, menguatkan keterangan Go Mei Siang bahwa pagar itu milik sah saksi dan dibongkar secara sengaja oleh pihak terdakwa.

BACA JUGA :  Guru SD Ngaku Dibentak dan Ditunjuk-tunjuk Polisi, Kasusnya Kini Diusut

Sidang juga diwarnai perdebatan ketika penasihat hukum terdakwa mempertanyakan alas hak tanah dan status ahli waris. Pertanyaan itu membuat saksi dan jaksa keberatan.

Selain Go Mei Siang, beberapa korban lain turut hadir di persidangan. Sulimin, misalnya, mengaku rumahnya yang kosong sejak 2010 dirusak oleh tukang suruhan terdakwa.

Ia telah melaporkan Dr. Paulus dan Nancy ke Polda Sumut melalui laporan polisi No. LP/B/952/VIII/2023/SPKT/Polda Sumut tertanggal 10 Agustus 2023, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

Korban lain, Joni Susanto (LP No. LP/B/2666/VIII/2023/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut, 9 Agustus 2023) dan Albert (LP/600/K/VIII/2021/Sek Medan Area, 30 Agustus 2021), juga mengeluhkan laporan mereka yang mandek di kepolisian.

BACA JUGA :  Jokowi Dituding Raja Drama Gegara Foto Reuni: “Angkatan 45 Katanya?”

Bahkan Bapak Herman, pengurus sebuah vihara, menyebut pagar vihara ikut dirusak oleh orang suruhan terdakwa, menimbulkan kerugian besar bagi pihaknya.

Dalam perkara ini, Dr. Paulus yang duduk di kursi roda didakwa melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHP terkait pengrusakan pagar seng milik Go Mei Siang. Ia mengklaim tanah tersebut adalah miliknya.

Menanggapi keterangan para saksi, terdakwa membantah seluruh tuduhan. Majelis Hakim kemudian menunda persidangan hingga minggu depan untuk mendengarkan saksi-saksi berikutnya dari JPU.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Korupsi PBG Gowa Belum Usai, Poros Rakyat Kantongi Informasi Aktor Lain
Permintaan Maaf Tak Mampu Redam Amarah Massa, Kapolres Bombana Digoyang
Camat Sanrobone Akui Ada Tawaran Bantuan Dana dari Sekdes, Bantah Pernah Meminta
DPRD Bongkar Buruknya Sistem Keselamatan di Apparalang, Pengelola Jadi Sorotan
Dituding Terima Setoran Bandar Narkoba, Satresnarkoba Polres Gowa Beri Klarifikasi Tegas
Tanpa PBG, Proyek Ritel di Barembeng Dituding Injak-Injak Ekonomi Rakyat
LBH MRI Minta Razia dan Tes Urine Massal di Lapas Bollangi Dilakukan Terbuka
Pilu Tokoh Warga Jeneponto, Tangan Hampir Putus Usai Tegur Prostitusi Kini Dipenjara

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:09 WITA

Korupsi PBG Gowa Belum Usai, Poros Rakyat Kantongi Informasi Aktor Lain

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:59 WITA

Permintaan Maaf Tak Mampu Redam Amarah Massa, Kapolres Bombana Digoyang

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:24 WITA

Camat Sanrobone Akui Ada Tawaran Bantuan Dana dari Sekdes, Bantah Pernah Meminta

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:38 WITA

DPRD Bongkar Buruknya Sistem Keselamatan di Apparalang, Pengelola Jadi Sorotan

Senin, 1 Juni 2026 - 14:00 WITA

Dituding Terima Setoran Bandar Narkoba, Satresnarkoba Polres Gowa Beri Klarifikasi Tegas

Berita Terbaru