Trotoar di Gowa Disulap Jadi Lokasi Komersil, Dishub dan Satpol PP Bertindak

Kamis, 12 Juni 2025 - 01:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan dari Satpol PP dan Dishub Gowa saat melakukan penertiban penggunaan trotoar yang disalahgunakan oleh salah satu dealer motor di Jalan Sultan Hasanuddin, Gowa

Petugas gabungan dari Satpol PP dan Dishub Gowa saat melakukan penertiban penggunaan trotoar yang disalahgunakan oleh salah satu dealer motor di Jalan Sultan Hasanuddin, Gowa

Gedor.id – Upaya menyulap trotoar menjadi area komersil di Jalan Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, akhirnya mendapat penindakan tegas dari aparat gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat.

Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Peduli Anak Bangsa (GEMPA) Indonesia, Ari Paletteri.

Trotoar yang sejatinya diperuntukkan bagi pejalan kaki, didapati digunakan sebagai lahan usaha oleh salah satu pengelola dealer kendaraan. Aksi penguasaan ruang publik ini dianggap mencederai fungsi kota dan mengganggu hak pengguna jalan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Dishub dan Satpol PP Kabupaten Gowa yang dengan sigap melakukan penertiban terhadap pengusaha nakal yang mengokupasi pedestrian di Jalan Sultan Hasanuddin. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk menegakkan aturan dan menjaga kepentingan masyarakat umum,” ujar Ari Paletteri, Rabu (11/6/2025).

BACA JUGA :  Mabuk Miras, Kades di Kalteng Serang Warga dengan Senjata Tajam

Menurutnya, tindakan semacam ini bukan hanya soal pelanggaran aturan, melainkan bentuk ketidakpedulian terhadap tatanan kota dan keselamatan warga.

Ari menilai penyalahgunaan ruang publik demi kepentingan bisnis pribadi merupakan praktik yang tidak bisa ditoleransi.

“Keberanian dan konsistensi aparat dalam menertibkan pelanggaran seperti ini patut kita dukung bersama. Penggunaan trotoar oleh pengusaha mencederai estetika kota dan mengganggu keselamatan warga,” tegas Ari.

Ari juga mendorong masyarakat untuk aktif mengawasi dan melaporkan pelanggaran serupa, seraya mengingatkan bahwa ruang publik harus dikembalikan pada fungsinya yang semestinya.

“Penataan kota tidak akan berjalan baik tanpa ketegasan aparat dan kesadaran semua pihak. Ruang publik harus dikembalikan kepada fungsinya. Mari kita jaga kota kita bersama,” tutupnya.

BACA JUGA :  Tambang Maut di Maros, Aktivis Minta Tindakan Tegas Tanpa Pandang Bulu

Penertiban langsung dipimpin oleh Kepala Dinas Perhubungan Gowa, Firdaus, bersama personel Satpol PP.

Dalam aksi itu, pengelola dealer yang menduduki pedestrian telah diberi surat teguran resmi berdasarkan Peraturan Bupati Gowa Nomor 6 Tahun 2020 tentang pemanfaatan ruang publik.

Turut hadir dalam penertiban, antara lain Kasatpol PP Gowa, Kasi TSP Dishub Linda, serta Kasi Parkir Dishub Sabir.

Langkah cepat ini diharapkan dapat memberi efek jera, sekaligus menjadi peringatan keras bagi pelaku usaha lain agar tidak lagi menyalahgunakan fasilitas umum demi kepentingan pribadi.

Diberitakan sebelumnya, keberadaan trotoar di sepanjang Jalan Poros Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, kembali menjadi sorotan publik.

BACA JUGA :  Fitnah di Media Digital, Warga Maros Resmi Lapor Polisi

Fasilitas umum yang seharusnya diperuntukkan bagi kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki itu kini disulap menjadi lahan komersil oleh sejumlah pelaku usaha.

Pantauan di lapangan menunjukkan trotoar tersebut digunakan untuk memajang barang dagangan hingga menjadi lokasi parkir  kendaraan.

Ironisnya, trotoar ini baru saja selesai diperbaiki menggunakan anggaran daerah dengan nilai yang tidak sedikit.

Padahal, keberadaan trotoar merupakan hak publik yang dijamin undang-undang. Namun realitanya, ruang pejalan kaki justru terpinggirkan oleh kepentingan bisnis pribadi.

Meski sudah berulang kali ditegur oleh Pemerintah Kabupaten Gowa, pelaku usaha yang melanggar terkesan tidak jera.

Lemahnya penegakan aturan disebut-sebut menjadi akar masalah yang membuat pelanggaran terus berulang.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba
Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi
Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah
“Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas
Tak Lagi Diam! Aliansi Rakyat Takalar Bongkar Empat Persoalan yang Menghimpit Warga
Anak Enggan Sekolah Usai Dugaan Bullying, DPRD Takalar Soroti Penanganan Sekolah
Mediasi Tak Puaskan Keluarga, Orangtua Siswi SD di Takalar Ancam Lapor Polisi
Fungsi Pengawasan DPRD Luwu Disorot, PETI Diduga Rusak Alam

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:41 WITA

Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi

Senin, 14 September 2026 - 12:53 WITA

Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah

Sabtu, 12 September 2026 - 11:26 WITA

“Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas

Sabtu, 12 September 2026 - 10:29 WITA

Tak Lagi Diam! Aliansi Rakyat Takalar Bongkar Empat Persoalan yang Menghimpit Warga

Jumat, 11 September 2026 - 15:15 WITA

Anak Enggan Sekolah Usai Dugaan Bullying, DPRD Takalar Soroti Penanganan Sekolah

Berita Terbaru