Temuan BPK Jangan Berhenti di Atas Kertas, Kejari Takalar Diminta Turun Tangan

Selasa, 1 September 2026 - 15:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kelebihan pembayaran akibat kekurangan volume pada sejumlah pekerjaan Sekretariat DPRD (Visual AI)

Ilustrasi kelebihan pembayaran akibat kekurangan volume pada sejumlah pekerjaan Sekretariat DPRD (Visual AI)

Gedor.id- Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pekerjaan pada Sekretariat DPRD Kabupaten Takalar Tahun Anggaran 2025 diminta tidak berhenti sebagai persoalan administrasi. Selasa (1/9/2026)

Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar didesak membuka pemeriksaan dan pendalaman hukum untuk mengurai penyebab terjadinya kekurangan volume yang berujung pada kelebihan pembayaran sebesar Rp307.951.272,67.

Nilai tersebut menjadi sorotan karena menyangkut penggunaan uang negara.

Persoalannya bukan semata apakah kelebihan pembayaran telah dikembalikan, tetapi bagaimana pembayaran dapat dilakukan sementara hasil pemeriksaan BPK kemudian menemukan adanya kekurangan volume pekerjaan.

Desakan pemeriksaan diarahkan pada seluruh mata rantai pekerjaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengukuran volume, pemeriksaan hasil pekerjaan hingga proses pembayaran.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Rp12,4 M di Takalar Mencuat, Saluran Dibangun Tanpa Pintu Air

Sejumlah pihak yang memiliki kewenangan dan keterlibatan dalam pekerjaan tersebut juga dinilai perlu dimintai keterangan, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, penyedia, pejabat pemeriksa hasil pekerjaan, serta pihak lain yang berkaitan.

Pertanyaan yang perlu dijawab aparat penegak hukum adalah: siapa yang mengukur dan menyatakan pekerjaan telah sesuai kontrak, siapa yang memeriksa hasil pekerjaan, dan atas dasar apa pembayaran dilakukan hingga kemudian ditemukan kekurangan volume?

Rangkaian proses tersebut penting ditelusuri untuk mengetahui apakah kelebihan pembayaran terjadi akibat kesalahan administratif, kelalaian dalam pengawasan dan pemeriksaan, atau terdapat fakta lain yang berdasarkan alat bukti dapat mengarah pada dugaan perbuatan melawan hukum.

BACA JUGA :  Pejabat Kini Jadi Sekda Ikut Disorot, Temuan BPK soal Disdik Kolaka Utara Memanas

“Temuan BPK harus menjadi pintu masuk untuk menguji bagaimana proses penggunaan uang negara itu terjadi. Jangan hanya melihat angka kelebihannya, tetapi telusuri siapa yang bertanggung jawab dalam setiap tahapan pekerjaan, pemeriksaan dan pembayaran,” tegas pihak yang menyampaikan desakan.

Meski demikian, temuan BPK tidak serta-merta membuktikan adanya tindak pidana.

Ada atau tidaknya unsur pidana tetap harus ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan aparat penegak hukum dan kecukupan alat bukti.

Karena itu, Kejari Takalar didesak melakukan pendalaman secara objektif dan profesional.

Jika ditemukan bukti permulaan yang cukup mengenai adanya tindak pidana, proses hukum diminta dilanjutkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA :  Tambang Galian C Diduga Ilegal di Takalar Beroperasi Terang-terangan, APH Diminta Bertindak

Sebaliknya, apabila persoalan tersebut terbukti sebatas kelebihan pembayaran yang dapat dipertanggungjawabkan melalui mekanisme sesuai ketentuan, hal itu juga harus dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Publik tidak hanya membutuhkan angka dalam laporan pemeriksaan, tetapi juga kepastian mengenai bagaimana angka Rp307,95 juta itu bisa muncul dan siapa yang harus bertanggung jawab sesuai kewenangannya.

Kejari Takalar kini ditantang untuk menguji temuan tersebut secara menyeluruh.

Jangan sampai temuan BPK hanya berakhir sebagai angka dalam laporan tanpa pernah diurai akar persoalannya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Pelanggaran Lalu Lintas Disorot, Aktivis Desak Kapolres Takalar Bertindak
P2SP Revitalisasi Sekolah Takalar Disorot Tajam, Siapa yang Menentukan?
Rp267 Juta Pengadaan Paskibraka Takalar Disorot, Penyedia Masuk Bidikan Pemeriksaan
Warga Antre Berjam-jam, Solar Subsidi Diduga Diborong Kelompok Pelangsir
Pengadaan Pakaian DPRD Takalar Rp348,8 Juta Disorot, Riwayat Penyedia Diminta Dibuka
Rp267,8 Juta Anggaran Paskibraka Takalar Disorot, Harga dan Barang Wajib Dibongkar
Barcode BBM Dipersoalkan, Aktivis Desak Polisi Telusuri Transaksi di Dua SPBU Takalar
Rakyat Sulit Dapat BBM, Kasatreskrim Takalar Didesak Bongkar Distribusi

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 15:22 WITA

Temuan BPK Jangan Berhenti di Atas Kertas, Kejari Takalar Diminta Turun Tangan

Selasa, 1 September 2026 - 13:56 WITA

Pelanggaran Lalu Lintas Disorot, Aktivis Desak Kapolres Takalar Bertindak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26 WITA

P2SP Revitalisasi Sekolah Takalar Disorot Tajam, Siapa yang Menentukan?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:27 WITA

Rp267 Juta Pengadaan Paskibraka Takalar Disorot, Penyedia Masuk Bidikan Pemeriksaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:05 WITA

Warga Antre Berjam-jam, Solar Subsidi Diduga Diborong Kelompok Pelangsir

Berita Terbaru

Garda Revolusi Iran menembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk. (Dok. AFP)

Internasional

AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania

Senin, 31 Agu 2026 - 15:01 WITA