Iran dan AS Saling Serang, Ancaman Perang Besar Kembali Menghantui Timur Tengah

Tojeng

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jet tempur AS lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln di tengah memanasnya konflik dengan Iran. (Foto: US Navy/Reuters)

Jet tempur AS lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln di tengah memanasnya konflik dengan Iran. (Foto: US Navy/Reuters)

Gedor.id– Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan militer.

Washington menuduh Teheran melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menyerang sebuah kapal kargo di Selat Hormuz pada Jumat (26/6).

Perkembangan terbaru ini mengancam keberlangsungan kesepakatan damai yang sebelumnya dicapai sebagai langkah awal untuk meredakan konflik di Timur Tengah, sembari membuka jalan bagi negosiasi penyelesaian perang secara permanen.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), seperti dikutip dari AFP, Sabtu (27/6/2026), menyatakan bahwa serangan militer AS merupakan respons atas apa yang disebut sebagai “agresi yang tidak beralasan” dari Iran terhadap pelayaran komersial.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Penganiayaan Mengambang, Polsek Bissappu dan Polres Bantaeng Cuci Tangan?

Menurut CENTCOM, tindakan Iran tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati kedua belah pihak.

Dalam operasi balasan itu, militer AS mengaku menghantam sejumlah fasilitas penyimpanan rudal dan drone, serta posisi radar pesisir milik Iran.

“Respons tegas terhadap serangan kemarin terhadap sebuah kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz,” demikian pernyataan CENTCOM.

Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar pada Jumat (26/6) tengah malam di Dermaga Taherouyeh, yang berada di wilayah selatan Kota Pelabuhan Sirik.

Seorang sumber militer setempat menyebut ledakan tersebut dipicu oleh hantaman proyektil yang menghantam area dermaga.

BACA JUGA :  Pemimpin Tertinggi Iran Tewas oleh Serangan Udara AS-Israel, Dunia Guncang

Presiden AS Donald Trump mengecam serangan drone yang diduga dilakukan Iran terhadap kapal kargo tersebut. Ia menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan damai.

“Jelas sekali, ini adalah pelanggaran bodoh terhadap perjanjian gencatan senjata kita,” kata Trump.

Wakil Presiden AS JD Vance juga mengeluarkan peringatan keras melalui akun media sosial X. Ia menegaskan bahwa setiap aksi kekerasan dari Iran akan dibalas dengan kekuatan militer.

“Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,” tulis Vance.

Tak lama berselang, pada Sabtu (27/6) pagi waktu Teheran, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah melancarkan serangan balasan dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

BACA JUGA :  Balas Dendam Iran! Rudal Fattah-2 Menghantam Israel, 650 Tentara AS Diklaim Tewas

IRGC menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan respons atas serangan terbaru Amerika Serikat.

“Jika agresi berulang, respons kami akan lebih luas daripada ini,” tegas IRGC.

Aksi saling serang antara kedua negara kembali menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, sekaligus memunculkan tanda tanya besar mengenai kelanjutan proses negosiasi damai antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS
Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar
Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu
AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania
Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa
Danau Glasial Diduga Jebol, Banjir Maut Hantam Perbatasan Nepal-China
Krisis Hormuz Memanas, Iran Tak Akan Buka Selat Sebelum AS Menyerah
Trump Ancam Spanyol, Perdagangan dengan AS Dihentikan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 00:38 WITA

Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WITA

Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar

Kamis, 10 September 2026 - 13:58 WITA

Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:01 WITA

AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:44 WITA

Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA