Skandal Donasi Kontribusi? Mahasiswa Desak Polisi Turun Tangan

Tojeng

Rabu, 3 Desember 2025 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Mahasiswa Pemerhati Fiber Optik

Aliansi Mahasiswa Pemerhati Fiber Optik

Gedor.id– Aksi protes terhadap MyRepublic kembali memanas. Aliansi Mahasiswa Pemerhati Fiber Optik mendatangi kantor perusahaan itu dan memboikot seluruh aktivitasnya di Kota Makassar, Selasa (02/12/2025).

Mereka menuntut operasional MyRepublic dihentikan karena diduga kuat merugikan warga lewat praktik donasi kontribusi yang dianggap penuh permainan.

Pemicu kemarahan mahasiswa semakin meledak setelah beredar kabar diberhentikannya salah satu oknum vendor ZTE. Bagi mahasiswa, langkah ini menegaskan bahwa dugaan permainan kotor dalam proyek fiber optik MyRepublic bukan sekadar isu.

BACA JUGA :  Penggeledahan Disdik Sulsel, Kejati Kejar Bukti Dugaan Korupsi Rp13 Miliar

“Kami menuntut audit total terhadap seluruh vendor dan karyawan MyRepublic di Makassar. Harus ada kejelasan, jangan lagi ada yang ditutupi,” tegas Tumming, Jenderal Lapangan aksi.

Kekecewaan peserta aksi makin menjadi karena pihak MyRepublic kembali mangkir dan tidak mengirimkan satu pun perwakilan untuk menerima aspirasi mereka.

“Ini aksi kelima kami, dan mereka tetap bersembunyi. Ini semakin memperkuat dugaan bahwa permainan donasi kontribusi itu benar-benar terjadi dan merugikan masyarakat,” ujar Tumming.

BACA JUGA :  Krisis Air Bersih Makin Menggila, Kursi Wali Kota Makassar Mulai Diguncang

Massa juga menuntut proses hukum bagi pihak yang diduga menggelapkan kompensasi warga.

“Kami minta audit resmi, kami minta pelaku dihukum, dan kompensasi yang digelapkan harus dikembalikan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Mereka memperingatkan perusahaan agar tidak menganggap enteng tuntutan tersebut.

“Jika tidak diindahkan, kami akan turun dengan massa yang jauh lebih besar,” ancam Tumming.

BACA JUGA :  Pengakuan Mengejutkan Terduga Pelaku Kasus Wanita Selayar, Tapi Status Hukum Masih Menggantung

Mahasiswa juga mengungkapkan bahwa pemasangan tiang dan jaringan FTTH MyRepublic di beberapa wilayah Makassar dilakukan tanpa izin Pemerintah Kota.

Meski tidak berizin, perusahaan tetap memaksakan proyek berjalan dengan dalih donasi kontribusi yang justru memberatkan dan merugikan warga.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Heboh! Warga Takalar Mengaku Tak Pernah Pinjam, Namanya Tercatat Punya Utang di PNM Mekaar
Aktivitas Penimbunan di Pandanga Jadi Sorotan, Aparat Diminta Periksa Seluruh Perizinan
Kasus Penganiayaan Warga Gowa Dilaporkan Sejak 2025, Penanganannya ‘Mandek’
Pembayaran Belum Tuntas, Pekerja Subkontraktor Disebut Menanggung Beban
BSS Tak Jelas, VinFast Dituding Abaikan Konsumen Gowa-Maros
2 Pelangsir Disikat, Operator SPBU Belum Terseret, Polres Parepare Pilih Kasus?
Dana Sudah Masuk, Rumah Tak Kunjung Berdiri, PT Mustika DBL Property Didesak Bertanggung Jawab
Makanan MBG Disebut Pernah Dihinggapi Kecoa, SPPG Kalabbirang 1 Diminta Diperiksa

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:27 WITA

Heboh! Warga Takalar Mengaku Tak Pernah Pinjam, Namanya Tercatat Punya Utang di PNM Mekaar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:37 WITA

Aktivitas Penimbunan di Pandanga Jadi Sorotan, Aparat Diminta Periksa Seluruh Perizinan

Jumat, 25 September 2026 - 23:00 WITA

Kasus Penganiayaan Warga Gowa Dilaporkan Sejak 2025, Penanganannya ‘Mandek’

Jumat, 25 September 2026 - 01:04 WITA

Pembayaran Belum Tuntas, Pekerja Subkontraktor Disebut Menanggung Beban

Minggu, 20 September 2026 - 16:57 WITA

BSS Tak Jelas, VinFast Dituding Abaikan Konsumen Gowa-Maros

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA