Tolak Menulis Tentang Jokowi, Seorang Profesor Mundur dari Tim Sejarah

Gedor Id

Senin, 9 Juni 2025 - 16:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perbincangan di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored

Perbincangan di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored

Gedor.id – Sebuah fakta menarik mencuat dari balik proyek penulisan ulang sejarah nasional yang saat ini tengah digarap dengan dukungan dana dari Kementerian Kebudayaan.

Seorang profesor yang dikenal sebagai pakar ekonomi kolonial memilih mundur dari tim penulis sejarah karena menolak diminta menulis bagian tentang Jokowi khususnya terkait proyek Ibu Kota Negara (IKN).

Informasi ini disampaikan oleh sejarawan Bonnie Triyana, yang juga mantan Pemimpin Redaksi Majalah Historia sekaligus anggota DPR Komisi X.

Dalam perbincangan di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, dikutip Senin (9/6/2025), Bonnie mengungkap bahwa sang profesor enggan terlibat karena merasa topik tersebut bukan bidang keahliannya, dan ia khawatir proses ini menjauh dari semangat penulisan sejarah yang objektif.

BACA JUGA :  Keluarga Majang Tantang Raja Gau Buktikan Klaim Uang Panai

“Ada seorang ahli ekonomi kolonial yang diminta menulis bab tentang Jokowi, terutama soal IKN. Tapi dia menolak dan memutuskan mundur dari tim,” ujar Bonnie.

Menurut Bonnie, dalam jilid ke-10 dari proyek penulisan sejarah tersebut, terdapat bab berjudul Revolusi Infrastruktur yang mencantumkan subbab tentang IKN.

Sang profesor mempertanyakan urgensinya, mengingat proyek IKN sendiri belum selesai dan pemerintahan Jokowi baru saja berakhir.

“Dia merasa menulis tentang sesuatu yang belum selesai bukan bagian dari kerja akademik yang serius. Dia bilang itu belum layak disebut sejarah,” kata Bonnie.

Jajat Burhanuddin, salah satu anggota tim penulis sejarah yang juga hadir dalam diskusi tersebut, mengakui keputusan profesor tersebut. Ia menyebut sikap sang profesor sebagai bentuk profesionalisme.

BACA JUGA :  Warga Teriak, Jalan Rusak, Debu Menebal, Tambang 'Liar' Tak Tersentuh

“Dia ahli ekonomi kolonial, diminta menulis soal IKN dan Jokowi, tentu agak sulit. Tapi tugas kami sebagai penulis sejarah adalah mencatat program-program yang sudah dikerjakan,” ujar Jajat.

Bonnie tetap mengkritisi pendekatan tersebut. Ia menilai penyertaan IKN dalam buku sejarah saat ini terlalu terburu-buru, dan justru lebih menyerupai proyek komunikasi politik ketimbang upaya historiografi.

“Kalau objeknya masih berjalan, belum selesai, tapi sudah ditulis, itu bukan karya sejarah menurut saya. Itu produk humas, hanya informasi sepihak yang belum punya konteks sejarah yang utuh,” ucap Bonnie.

BACA JUGA :  Warung Dihalangi Mobil Pejabat Maros, Oknum Polisi Malah Gertak Mahasiswa

Diskusi ini pun memunculkan pertanyaan mendasar: apakah proyek yang belum rampung seperti IKN pantas masuk dalam buku sejarah nasional?

Apakah penulisan ulang sejarah ini benar-benar dilakukan untuk mendokumentasikan masa lalu secara objektif, atau sekadar membentuk narasi untuk kepentingan tertentu?

Jajat menegaskan bahwa tugas tim adalah mencatat fakta bahwa proyek IKN telah dimulai di era Jokowi, bukan menilai hasil akhirnya.

“Kalau nanti IKN tidak berlanjut, itu cerita lain. Tapi bahwa Jokowi menggagas dan membangun, itu sudah terjadi,” katanya.

Bagi sebagian akademisi seperti sang profesor, mencatat sesuatu sebagai sejarah sebelum waktunya tetaplah problematis—dan itu cukup alasan untuk mundur.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo, Sosok Berinisial J Mulai Disorot
Geger Mabes Polri! Jenderal hingga Kombes Terseret Kasus Penyadapan
KPK Siap Ambil Langkah Tegas terhadap Nusron Wahid
Prabowo Kembali Rombak Kabinet, Pratikno Lengser, Bahlil-Sigit Digeser, Suyudi Kapolri
Terungkap, Dugaan Rumah Diskon 70 Persen di Balik Kasus Bupati Gowa
Bareskrim Bongkar Modus Bakar Lahan, 72 Tersangka Dijerat
Guru PPPK Bakal Jadi PNS? DPR dan Pemerintah Mulai Finalisasi Kebijakan
Kasus Korupsi Batubara Bergulir, Isu Mundurnya Jampidsus Febrie Ramai Dibicarakan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:48 WITA

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo, Sosok Berinisial J Mulai Disorot

Selasa, 3 November 2026 - 22:30 WITA

Geger Mabes Polri! Jenderal hingga Kombes Terseret Kasus Penyadapan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WITA

KPK Siap Ambil Langkah Tegas terhadap Nusron Wahid

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:36 WITA

Prabowo Kembali Rombak Kabinet, Pratikno Lengser, Bahlil-Sigit Digeser, Suyudi Kapolri

Sabtu, 26 September 2026 - 17:41 WITA

Terungkap, Dugaan Rumah Diskon 70 Persen di Balik Kasus Bupati Gowa

Berita Terbaru