Akses Diblokir, Video ‘Skandal Istana’ Amien Rais Ditakedown Komdigi

Tojeng

Senin, 4 Mei 2026 - 14:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan AI

Visual dibuat dengan AI

Gedor.id– Video Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, yang memuat narasi bertajuk “Skandal Istana” kini tidak lagi dapat diakses di sejumlah platform media sosial.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengonfirmasi bahwa penurunan konten tersebut merupakan bagian dari kewenangan lembaga dalam melakukan pengawasan ruang digital.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa langkah take down dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan bukan bagian dari upaya hukum berupa gugatan.

BACA JUGA :  Jalin Relasi di Medsos, Janda Mojokerto Malah Jadi Korban Sesama Jenis

“Melakukan take down juga merupakan bagian dari langkah hukum yang memang menjadi kewenangan Komdigi,” ujar Meutya, Minggu (3/5/2026).

Ia juga membantah kabar yang beredar bahwa pemerintah akan menggugat Amien Rais terkait video tersebut. Menurutnya, informasi itu tidak benar dan menyesatkan.

“Terkait isu seolah-olah akan ada gugatan dan lain-lain, itu tidak benar. Bukan kewenangan Komdigi,” tegasnya.

BACA JUGA :  Dugaan Asusila Libatkan Oknum PNS di Takalar, Keaslian Video Diselidiki

Sebelumnya, Komdigi menyatakan bahwa isi video tersebut mengandung informasi bohong, fitnah, hingga ujaran kebencian yang berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Meutya menjelaskan, pihaknya telah melakukan identifikasi terhadap konten yang sempat beredar luas tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan adanya serangan personal yang tidak didukung fakta yang jelas.

“Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian,” kata Meutya, Jumat (1/5/2026).

BACA JUGA :  Kondisi Fisik Jokowi Dinilai Terus Merosot di Tengah Isu Ijazah

Pemerintah pun mengingatkan bahwa ruang digital seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana pertukaran gagasan secara sehat, bukan menjadi medium penyebaran provokasi maupun serangan terhadap individu tertentu.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo, Sosok Berinisial J Mulai Disorot
Geger Mabes Polri! Jenderal hingga Kombes Terseret Kasus Penyadapan
KPK Siap Ambil Langkah Tegas terhadap Nusron Wahid
Prabowo Kembali Rombak Kabinet, Pratikno Lengser, Bahlil-Sigit Digeser, Suyudi Kapolri
Terungkap, Dugaan Rumah Diskon 70 Persen di Balik Kasus Bupati Gowa
Bareskrim Bongkar Modus Bakar Lahan, 72 Tersangka Dijerat
Guru PPPK Bakal Jadi PNS? DPR dan Pemerintah Mulai Finalisasi Kebijakan
Kasus Korupsi Batubara Bergulir, Isu Mundurnya Jampidsus Febrie Ramai Dibicarakan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:48 WITA

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo, Sosok Berinisial J Mulai Disorot

Selasa, 3 November 2026 - 22:30 WITA

Geger Mabes Polri! Jenderal hingga Kombes Terseret Kasus Penyadapan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WITA

KPK Siap Ambil Langkah Tegas terhadap Nusron Wahid

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:36 WITA

Prabowo Kembali Rombak Kabinet, Pratikno Lengser, Bahlil-Sigit Digeser, Suyudi Kapolri

Sabtu, 26 September 2026 - 17:41 WITA

Terungkap, Dugaan Rumah Diskon 70 Persen di Balik Kasus Bupati Gowa

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA