LANTIK–AMPERA Angkat Isu Ponsel Bebas, Lapas Bollangi Kembali Diguncang Aksi

Sabtu, 24 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Pemberitahuan Aksi

Surat Pemberitahuan Aksi

Gedor.id– Lapas Narkotika Bollangi, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, kembali terseret ke pusaran dugaan skandal serius. Sabtu (24/1/2026)

Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan narapidana dengan leluasa menggunakan telepon genggam dari balik jeruji besi, memantik sorotan tajam terhadap bobroknya sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan khusus narkotika tersebut.

Temuan ini diungkap oleh Lembaga Aliansi Anti Korupsi (DPP LANTIK) melalui koordinator lapangan mereka, Yhoka Mayapada, berdasarkan investigasi dan riset yang turut melibatkan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Rakyat (AMPERA) Sulawesi Selatan.

BACA JUGA :  Dana BLT Desa Diduga “Dibajak”, Rakyat Miskin Tamannyeleng Ditinggalkan

Menurutnya, keberadaan ponsel di dalam lapas bukan sekadar pelanggaran tata tertib administratif.

Lebih dari itu, temuan tersebut dinilai sebagai indikasi kuat adanya pembiaran sistematis yang berpotensi membuka ruang bagi praktik kejahatan, termasuk dugaan peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas.

“Jika narapidana bisa bebas berkomunikasi menggunakan ponsel, maka jeruji besi tak lagi berfungsi mengurung kejahatan,” tegas Yhoka Mayapada.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap dugaan praktik kotor tersebut, aliansi memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Selatan.

BACA JUGA :  Banjir dan Longsor Mengintai, Tambang Pasir Ilegal di Gowa Dibiarkan Menganga

Aksi dijadwalkan berlangsung pada Senin, 25 Januari 2026, mulai pukul 13.30 WITA hingga selesai, dengan estimasi massa lebih dari 50 orang.

Aksi ini mengusung tajuk keras:
“Narapidana Bebas, Jeruji Besi Tak Lagi Mengurung Kejahatan.”

Dalam aksinya, massa akan menyampaikan sejumlah tuntutan tegas, di antaranya:

  • Mendesak pencopotan Kepala Lapas Narkotika Bollangi yang dinilai gagal menjaga integritas dan keamanan lapas.
  • Menuntut pencopotan Kepala Pengamanan Lapas (KPL) yang diduga melakukan pembiaran.
  • Mendorong Kanwil Ditjenpas Sulsel melakukan pemeriksaan menyeluruh serta menjatuhkan sanksi tegas kepada petugas pengamanan yang diduga terlibat.
  • Mengusut tuntas dugaan jaringan narkoba yang diduga beroperasi dari dalam lapas.
BACA JUGA :  Napi Pegang HP di Balik Jeruji, Pengawasan Lapas Dipertanyakan

Aliansi menilai, maraknya penggunaan ponsel di dalam lapas narkotika merupakan alarm keras bagi negara.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan sekaligus membuka dugaan adanya keterlibatan oknum aparat.

“Aksi ini bukan sekadar demonstrasi. Ini peringatan keras bahwa lapas tidak boleh berubah menjadi markas kejahatan yang dilindungi oleh sistem,” pungkas Yhoka.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Tak Lagi Diam! Cipayung Plus Serukan Evaluasi Total Pengelola Ekonomi Negara
SPMB “Beleng-Beleng” di SMAN 1 Parepare, Data Malaysia dan Gunung Es Masuk Jalur Zonasi
AMSS Geram, Kasus 387 Diduga Hanya Menjerat Pelaksana Lapangan, Pengendali Belum Terbongkar
Rumput Laut Takalar Jadi Rebutan, Investor Australia Siap Tanam Modal di Sektor Hilirisasi
Krisis Air Bersih Makin Menggila, Kursi Wali Kota Makassar Mulai Diguncang
Harga Diri Dipermalukan, Anna Tempuh Jalur Hukum Usai Dicap Penipu
Tiga Sapi Rebah di MaxOne Makassar, Daging Kurban Mengalir ke Ratusan Rumah
Polisi Nilai Unsur Pembunuhan Berencana Belum Terpenuhi, Aktivis Mahasiswa Bereaksi

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:31 WITA

Tak Lagi Diam! Cipayung Plus Serukan Evaluasi Total Pengelola Ekonomi Negara

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:29 WITA

SPMB “Beleng-Beleng” di SMAN 1 Parepare, Data Malaysia dan Gunung Es Masuk Jalur Zonasi

Senin, 8 Juni 2026 - 18:31 WITA

AMSS Geram, Kasus 387 Diduga Hanya Menjerat Pelaksana Lapangan, Pengendali Belum Terbongkar

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:10 WITA

Rumput Laut Takalar Jadi Rebutan, Investor Australia Siap Tanam Modal di Sektor Hilirisasi

Senin, 1 Juni 2026 - 14:46 WITA

Krisis Air Bersih Makin Menggila, Kursi Wali Kota Makassar Mulai Diguncang

Berita Terbaru