Dr Fadiah Machmud: Mari Bersinergi Menjaga Nyala Gerakan Perlindungan Anak

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara diskusi buku gerakan pemenuhan hak dan perlindungan anak

Acara diskusi buku gerakan pemenuhan hak dan perlindungan anak

Kepala DP3A Dalduk KB Provinsi Sulsel, Hj Andi Mirna, SH, memberikan sambutan sekaligus membuka acara diskusi buku tersebut.

Fadiah Machmud menambahkan, pada masa kepemimpinan Prof Mansyur Ramly, fokus perjuangan diarahkan pada kampanye pengenalan hak-hak anak berdasarkan Konvensi Hak Anak (CRC), menyasar pemerintah, aparat penegak hukum, sekolah, pesantren, dan masyarakat luas. Isu akta kelahiran diangkat menjadi perhatian nasional.

Kemudian lahir inisiatif Polisi Peduli Anak (PPA) di Polda Sulsel di masa Kapolda Irjen Pol Firman Gani, sebagai terobosan berani ketika hampir belum ada lembaga khusus menangani isu anak.

Pada kepemimpinan Mappinawang (alm), LPA Sulsel memperkuat advokasi, terutama dalam penghapusan pekerja anak. LPA juga turut memberi masukan kolektif dalam penyusunan Undang-Undang Perlindungan Anak, menjadi tonggak penting pengokohan advokasi kebijakan yang berpihak pada anak.

“Fase ini memperluas jejaring gerakan di tingkat nasional,” tambah Fadiah Machmud.

Memasuki kepemimpinannya, paradigma perlindungan anak berubah dari pendekatan sektoral menuju sistem perlindungan anak yang holistik dan integratif.

Bersama Pemerintah Kota Makassar dan Save the Children, LPA Sulsel menguji coba sistem ini, yang kemudian menjadi rujukan di berbagai daerah.

Periode ini juga menandai hadirnya berbagai regulasi penting: perubahan UU Perlindungan Anak, revisi UU Perkawinan, dan lahirnya UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Fokus nasional terhadap kejahatan seksual sebagai kejahatan luar biasa turut memperkuat relevansi gerakan perlindungan anak. LPA bahkan digandeng untuk menyiapkan Strada Pencegahan Perkawinan Anak Sulsel.

“Buku ini menjadi rekam jejak perjalanan tiga kepemimpinan LPA Sulsel—bukan sekadar catatan sejarah, tetapi juga knowledge management yang memuat pengalaman, pembelajaran, dan inspirasi untuk diteruskan,” ungkap Fadiah Machmud, yang pernah menjabat Office Manager (1998-2002) dan Ketua Harian LPA Sulsel (2002-2005).

Berita Terkait

Janji Sertifikat Pengganti Tak Kunjung Ada, Oknum Pegawai KKP Dipolisikan
Relawan MBG Mengaku Dipecat Sepihak, Publik Tagih Transparansi Kanwil KPPG Sulsel
Rp210 Miliar Anggaran Pengadaan DPRD Sulsel Jadi Sorotan, Kode Sulsel Bongkar Data ke Lembaga Negara
Dari KTA Hingga PAW DPR RI, Polemik Putriana Dakka Masuk Radar Mahasiswa Sulsel
Geng Motor Ricuh dengan Warga di Makassar, Motor Trail Ludes Dilalap Api
Mahasiswa Ultimatum Polda Sulsel, Usut Dugaan Mafia BBM dan Rokok Ilegal, Jangan Tebang Pilih!
Ngaku Dikeroyok, Disiksa, hingga Dipaksa Transfer Rp15 Juta, Warga Jeneponto Tempuh Jalur Hukum Lawan Oknum Polisi
Menang Gugatan, Bahtiar Masih Diburu Bayang-Bayang Penyidikan Kasus Nanas

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:17 WITA

Janji Sertifikat Pengganti Tak Kunjung Ada, Oknum Pegawai KKP Dipolisikan

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:54 WITA

Rp210 Miliar Anggaran Pengadaan DPRD Sulsel Jadi Sorotan, Kode Sulsel Bongkar Data ke Lembaga Negara

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:56 WITA

Dari KTA Hingga PAW DPR RI, Polemik Putriana Dakka Masuk Radar Mahasiswa Sulsel

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:08 WITA

Geng Motor Ricuh dengan Warga di Makassar, Motor Trail Ludes Dilalap Api

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:46 WITA

Mahasiswa Ultimatum Polda Sulsel, Usut Dugaan Mafia BBM dan Rokok Ilegal, Jangan Tebang Pilih!

Berita Terbaru