1 Hari 3 Surat, Kinerja Ekspres Oknum Penyidik Polrestabes Tuai Kontroversi

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan polisi

Laporan polisi

Gedor.id- Laporan informasi terkait dugaan pencemaran nama baik yang diajukan oleh kuasa hukum Andi Amran Sulaiman (AAS) terhadap pengacara ahli waris, Wawan Nur Rewa, kini resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Polrestabes Makassar.

Laporan tersebut berkaitan dengan pernyataan Wawan di media online terkait sengketa lahan yang kini telah berdiri bangunan AAS Building di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Pernyataan itu dianggap mencemarkan nama baik AAS, hingga kuasa hukum AAS yang berinisial AB melayangkan laporan ke Polrestabes Makassar dengan nomor LI/510/IV/RES.1.14/2025/Reskrim tertanggal 17 April 2025.

Seiring waktu, laporan tersebut ditingkatkan ke Laporan Polisi resmi dengan nomor LP/1125/IV/2025/Polda Sulsel/Restabes Mks tertanggal 27 Juni 2025, dan langsung dinaikkan ke tahap penyidikan berdasarkan surat perintah nomor SP-Sidik / 270 / VI / Res.1.24 /2025/Reskrim yang terbit di hari yang sama.

BACA JUGA :  Kosmetik 'Ilegal' Merajalela di Bone, LSM Perkasa Gugat!

Wawan Nur Rewa mengungkapkan keterkejutannya atas proses hukum yang dinilainya berlangsung begitu cepat.

“Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) baru saya terima di rumah pribadi, dengan nomor SPDP/283/VI/Res.1.24/2025/Reskrim, tertanggal 27 Juni 2025. Yang membuat saya heran, saya belum pernah diperiksa sebagai terlapor, tapi laporan sudah naik ke penyidikan. Prosesnya begitu cepat, seolah mendapat perhatian khusus,” ujar Wawan. Kamis (3/7/2025). Rilis yang di terima media ini

Ia menyebutkan, sejauh ini dirinya hanya pernah dipanggil satu kali untuk klarifikasi saat laporan masih dalam tahap informasi awal. Namun, secara mengejutkan proses hukum terus bergulir tanpa ada pemeriksaan lebih lanjut terhadap dirinya sebagai terlapor.

BACA JUGA :  Kosmetik 'Ilegal' Merajalela di Bone, LSM Perkasa Gugat!

Meski merasa kecewa, Wawan tetap menyatakan akan bersikap kooperatif dan menghormati proses hukum.

“Saya tetap menghormati hukum. Tapi saya juga menekankan bahwa saya menjalankan profesi sebagai advokat dalam membela hak klien saya,” katanya.

Laporan terhadap Wawan ini memicu kemarahan para advokat se-Sulawesi Selatan. Koalisi Advokat Sulsel pun melakukan aksi demonstrasi di depan Polrestabes Makassar sebagai bentuk protes.

Aksi tersebut sempat viral dan menjadi trending nomor satu di Makassar. Para advokat menilai laporan ini telah menabrak prinsip hak imunitas profesi advokat yang dilindungi undang-undang.

BACA JUGA :  Kosmetik 'Ilegal' Merajalela di Bone, LSM Perkasa Gugat!

Meski demikian, Wawan tetap memberikan apresiasi atas kesigapan penyidik dalam menangani laporan.

“Saya apresiasi semangat penyidik. Tanggal 27 Juni 2025 itu bertepatan dengan 1 Muharram 1447 Hijriah, hari libur nasional. Tapi SPDP, LP, dan Surat Perintah Penyidikan semuanya keluar di hari itu juga. Luar biasa cepat. Semoga kinerja seperti ini bisa diterapkan merata di seluruh Indonesia agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum yang adil dan cepat,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polrestabes Makassar maupun kuasa hukum AAS belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih menunggu klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Editor : Darwis

Berita Terkait

Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik
Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum
Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM
BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina
Wawan Nur Rewa: Polresta Gowa Harus Tangkap Owner Skincare AHA Sebelum Kabur
Kasus Jalan Beton Parepare Mandek di LHP BPK, Kejari Turun Tangan
Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengancaman di Biringkanaya Dipertanyakan
FORPMAHUM Desak Kejati Sulsel Telusuri Aliran Dana Tunda Tebang

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 17:38 WITA

Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik

Rabu, 16 September 2026 - 22:43 WITA

Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum

Senin, 14 September 2026 - 19:24 WITA

Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM

Minggu, 13 September 2026 - 22:58 WITA

BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina

Jumat, 4 September 2026 - 15:33 WITA

Wawan Nur Rewa: Polresta Gowa Harus Tangkap Owner Skincare AHA Sebelum Kabur

Berita Terbaru