Wamena Mencekam, KKB Ultimatum Pendatang dan Minta Bupati Mundur

Gedor Id

Senin, 9 Juni 2025 - 00:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPNPB-OPM saat berada di salah satu kawasan pegunungan Papua.

TPNPB-OPM saat berada di salah satu kawasan pegunungan Papua.

Gedor.id – Wamena, Papua, kembali diguncang ketegangan menyusul pernyataan keras dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Dalam ultimatum terbuka, kelompok separatis ini mengancam keselamatan warga non-Papua dan mendesak Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, untuk segera mundur.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambon, menyampaikan peringatan tajam kepada seluruh pendatang yang mengais rezeki di Wamena. Mereka diminta meninggalkan wilayah tersebut secepatnya atau siap menanggung risiko maut.

BACA JUGA :  PPK dan Kontraktor Proyek Harus Dipanggil! Massa Ancam Aksi Lanjutan

“Kami mengingatkan seluruh warga pendatang untuk segera keluar dari Papua. Jika bertahan, keselamatan mereka bukan lagi tanggung jawab kami,” ujar Sebby dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu, 7 Juni 2025.

Ancaman ini datang seiring meningkatnya intensitas gerakan bersenjata di wilayah pegunungan tengah Papua. TPNPB-OPM bahkan mengklaim siap mengepung dan mengambil alih Wamena, serta menyerang aparat dan tokoh pemerintahan.

Tak hanya mengancam warga pendatang, kelompok ini juga menuding Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, sebagai pengkhianat kepentingan orang asli Papua (OAP). Mereka menolak kepemimpinannya dan menuduhnya mendukung tindakan represif aparat keamanan.

BACA JUGA :  Viral, Kader PSI Sebut Jokowi Memenuhi Syarat Jadi Nabi

Sebby menyebut kebijakan sang bupati—yang meminta aparat menggelar razia identitas terhadap warga Papua tanpa KTP—sebagai bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap masyarakat adat.

“Jabatan yang Anda emban digunakan untuk meneror rakyat sendiri,” tegas Sebby.

Situasi keamanan di Wamena kini makin genting. Dalam pekan terakhir, dua anggota kepolisian menjadi korban penembakan di depan RSUD Wamena. Insiden tersebut diyakini merupakan bagian dari rangkaian serangan kelompok separatis.

BACA JUGA :  Dr. Paulus Diduga Komandoi 20 Orang Bongkar Pagar Seng Milik Warga

Pihak keamanan memperketat penjagaan di berbagai titik strategis, namun suasana mencekam masih menyelimuti kota.

Warga—baik pendatang maupun asli Papua—diliputi rasa was-was, sementara Wamena kembali berada di bawah bayang-bayang konflik bersenjata yang mengancam keselamatan sipil secara nyata. (***)

Berita Terkait

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA
Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik
Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum
Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM
BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina
Wawan Nur Rewa: Polresta Gowa Harus Tangkap Owner Skincare AHA Sebelum Kabur
Kasus Jalan Beton Parepare Mandek di LHP BPK, Kejari Turun Tangan
Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengancaman di Biringkanaya Dipertanyakan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 01:02 WITA

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA

Minggu, 20 September 2026 - 17:38 WITA

Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik

Rabu, 16 September 2026 - 22:43 WITA

Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum

Senin, 14 September 2026 - 19:24 WITA

Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM

Minggu, 13 September 2026 - 22:58 WITA

BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA