Oknum Polisi Bunuh Dosen Cantik di Jambi, Cemburu Buta Berakhir Tragis

Tojeng

Senin, 3 November 2025 - 14:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kolase – Oknum Polisi dan Dosen EY

Foto kolase – Oknum Polisi dan Dosen EY

Gedor.id– Kisah asmara terlarang antara seorang dosen cantik dan oknum polisi muda di Jambi berakhir tragis.

Didorong oleh api cemburu, sang polisi tega menghabisi nyawa kekasihnya sendiri, lalu berusaha kabur dengan menyamar menggunakan wig agar tak dikenali warga.

Korban diketahui bernama Erni alias EY (37), dosen sekaligus Ketua Program Studi Keperawatan di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAK SS) Muaro Bungo.

EY ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Perumahan BTN Al-Kautsar, Kelurahan Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, pada Sabtu (1/11/2025) siang.

Tubuh korban hanya mengenakan pakaian dalam, kepala tertutup bantal, dan kaki dililit sarung.

“Motor dan mobilnya enggak ada. Pas saya intip dari pintu belakang, ternyata enggak terkunci. Begitu saya dorong, saya lihat korban sudah tergeletak di kamar,” ujar Rosdiana, tetangga korban yang pertama kali menemukan jasad EY.

BACA JUGA :  Keluarga Bongkar Kekeliruan Polisi, Prosedur Apa Kalau Fakta Saja Salah?

Pelaku Diketahui Polisi Aktif

Hasil penyelidikan Satreskrim Polres Bungo mengarah pada W (22), seorang oknum polisi aktif di Polres Tebo.

W diketahui menjalin hubungan asmara gelap dengan korban, yang selama ini dijaga rapat dari publik.

“Dari pemeriksaan sementara, motif pembunuhan berkaitan dengan hubungan pribadi dan asmara antara pelaku dan korban. Namun penyidik masih mendalami kemungkinan motif lain,” ujar Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono.

Pelarian dengan Wig

Usai menghabisi korban, pelaku melarikan diri menggunakan mobil Honda Jazz putih dan motor PCX milik korban.

Ia bahkan mencoba mengecoh warga dengan memakai wig agar tak dikenali selama pelarian.

Aksi penyamarannya sempat membuat polisi kesulitan melacak keberadaannya, hingga akhirnya rekaman CCTV dan jejak sinyal komunikasi membuka jalur penangkapannya.

BACA JUGA :  Remaja Dihajar Hingga Gigi Goyah, Penyelidikan Polisi Masih Buntu

Tim gabungan Polres Bungo dan Polres Tebo akhirnya berhasil meringkus W di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Tebo Tengah, Minggu (2/11/2025). Pelaku ditangkap tanpa perlawanan.

Cemburu dan Ancaman

Sumber internal kepolisian menyebut, sebelum pembunuhan, keduanya sempat bertengkar hebat di rumah korban.

Pelaku yang diliputi emosi diduga tak terima saat korban menyatakan ingin mengakhiri hubungan mereka.

Dalam amarah membara, pelaku menghabisi nyawa EY secara brutal.

Hasil digital forensik mengungkap adanya pesan-pesan ancaman dari pelaku beberapa hari sebelum kejadian.

“Dari komunikasi terakhir dengan keluarga, korban sempat gelisah karena terus dihubungi seseorang yang menuntut bertemu. Setelah itu, kontaknya terputus,” jelas Kapolres.

Diduga Ada Tindak Asusila

Hasil visum sementara menemukan jejak sperma di pakaian korban. Dugaan kuat pelaku melakukan tindakan asusila sebelum meninggalkan lokasi pembunuhan.

BACA JUGA :  Ngeri! Ayah Dibunuh Saat Tidur, Pelaku Pura-Pura Berduka

Polisi kini menunggu hasil autopsi lengkap dari RS Bhayangkara Polda Jambi untuk memperkuat berkas perkara.

Proses Hukum Tanpa Toleransi

Setelah membunuh, pelaku sempat bersembunyi di rumah kontrakan yang disewanya secara diam-diam.
Polisi yang bekerja tanpa henti selama 24 jam akhirnya berhasil mengendus keberadaannya.

“Dari gelar perkara dini hari tadi, seluruh bukti mengarah kuat ke pelaku. Bahkan saat diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya,” ungkap AKBP Natalena.

Meski pelaku merupakan anggota kepolisian, Kapolres Bungo menegaskan tak ada perlakuan istimewa.

“Kami tidak menutupi kasus ini. Siapa pun yang bersalah, apalagi anggota Polri, tetap akan diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Jambi telah menginstruksikan agar penanganan perkara dilakukan tanpa pandang bulu.

“Tidak ada perlakuan khusus. Hukum tetap berjalan,” tutupnya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Polresta Kendari Bongkar Sindikat Pemalsu STNK, Uangnya Dipakai Beli Sabu dan Judi Online
Spill Dugaan Perselingkuhan Bupati dan Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Terseret Kasus Huku
Salon Kecantikan di Makassar Diduga Jadi Gudang Sabu, 4 Orang Diamankan
Aksi Brutal Geng Motor “Bocil” di Makassar, Satu Mahasiswa Meregang Nyawa
Keluarga Geram! Kematian Hj Mini di Rumah Warga Diminta Diusut Transparan dan Tuntas
Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar
Bupati Gowa Jadi Tersangka, Polri Sita Dokumen
Pelaku Pembacokan Ingkar Janji, Polisi Didesak Tuntaskan Kasus Pedagang Percut Sei Tuan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:20 WITA

Polresta Kendari Bongkar Sindikat Pemalsu STNK, Uangnya Dipakai Beli Sabu dan Judi Online

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Spill Dugaan Perselingkuhan Bupati dan Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Terseret Kasus Huku

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:05 WITA

Salon Kecantikan di Makassar Diduga Jadi Gudang Sabu, 4 Orang Diamankan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:16 WITA

Aksi Brutal Geng Motor “Bocil” di Makassar, Satu Mahasiswa Meregang Nyawa

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:59 WITA

Keluarga Geram! Kematian Hj Mini di Rumah Warga Diminta Diusut Transparan dan Tuntas

Berita Terbaru