Muslimin Dg Masiga Buka Suara soal Aksi Gebrak Meja di Pemilihan BPD Keurea

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Muslimin Dg Masiga

Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Muslimin Dg Masiga

Gedor.id- Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Muslimin Dg Masiga, memberikan klarifikasi terkait informasi yang menyebut dirinya memukul meja saat menghadiri pelaksanaan pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Keurea, Kecamatan Bahodopi.

Muslimin menegaskan, kehadirannya dalam proses tersebut bukan untuk mengintervensi ataupun memengaruhi hasil pemilihan BPD.

Ia mengaku datang setelah menerima aspirasi dari sejumlah warga yang menyampaikan bahwa mereka tidak memperoleh undangan untuk menggunakan hak pilih, meski memiliki KTP dan berdomisili di Desa Keurea.

Sebagai anggota DPRD sekaligus wakil rakyat, Muslimin mengatakan dirinya berkewajiban mendengarkan aspirasi masyarakat dan meminta penjelasan atas persoalan yang disampaikan kepadanya.

“Saya hadir karena ada undangan untuk menghadiri proses pemilihan BPD. Ketika masyarakat menyampaikan aspirasi bahwa ada warga yang merasa tidak diberikan kesempatan memilih, tentu saya harus mendengar dan meminta penjelasan,” jelas Muslimin.

Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan klarifikasi mengenai mekanisme serta dasar penetapan daftar pemilih.

BACA JUGA :  BBM Subsidi untuk Rakyat Diduga Dijual ke Industri, LAKINDO Desak Kapolri Bertindak

Terkait video atau informasi yang beredar mengenai dirinya memukul meja, Muslimin mengatakan situasi saat itu berlangsung cukup ramai.

Sejumlah suara masyarakat terdengar bersamaan sehingga dirinya mengaku tidak memperoleh kesempatan yang cukup untuk menyampaikan maksud kedatangannya.

Ia menjelaskan, gestur memukul meja tersebut dilakukan untuk meminta perhatian agar diberikan kesempatan berbicara dan menjelaskan persoalan yang sedang disampaikan masyarakat.

Muslimin membantah tindakan tersebut dimaksudkan sebagai ancaman ataupun upaya mengintervensi jalannya pemilihan BPD.

“Saya hanya ingin diberikan kesempatan untuk berbicara dan menjelaskan persoalan yang disampaikan masyarakat. Jangan sampai karena situasi yang ramai kemudian muncul spekulasi seolah-olah saya datang untuk mengintervensi pemilihan,” ujarnya.Rabu (26/8/2026)

Ia juga meminta agar informasi mengenai kejadian tersebut dilihat secara utuh dan tidak hanya berdasarkan potongan video yang berpotensi menimbulkan persepsi berbeda dari konteks sebenarnya.

BACA JUGA :  Muslimin Dg Masiga Dengar Langsung Keluhan Warga Pulau Bapa Soal Listrik dan Air Bersih

Muslimin menilai aspirasi mengenai warga yang merasa tidak dapat menggunakan hak pilih perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka.

Karena itu, ia melakukan komunikasi dengan ketua panitia pemilihan BPD untuk meminta penjelasan mengenai mekanisme, ketentuan, serta dasar penetapan daftar pemilih.

Ia kembali menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menentukan calon yang harus dipilih masyarakat.

“Saya tidak datang untuk mengatur siapa yang harus dipilih. Saya hanya meminta agar persoalan masyarakat dijelaskan secara terbuka dan sesuai aturan,” tegasnya.

Muslimin juga menyatakan tetap menghormati panitia sebagai pihak yang mendapatkan mandat untuk melaksanakan tahapan pemilihan BPD.

Setelah proses klarifikasi dan koordinasi dilakukan, dirinya tetap mengikuti proses pemilihan sesuai undangan yang diterimanya.

Menurut Muslimin, persoalan tersebut tidak semestinya langsung disimpulkan tanpa mendengarkan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.

Ia menegaskan, dalam proses demokrasi desa, seluruh masyarakat harus mendapatkan perlakuan yang adil dan tidak boleh terjadi pembedaan berdasarkan asal-usul maupun status sosial.

BACA JUGA :  LPK Mandiri Kreatif Resmi Buka Cabang di Morowali, Fokus Cetak SDM Siap Kerja

“Kalau ada masyarakat yang secara administrasi memenuhi persyaratan, maka tentu harus diperlakukan berdasarkan aturan. Jangan sampai muncul bahasa yang membeda-bedakan masyarakat,” katanya.

Muslimin berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

Ia meminta seluruh pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video atau informasi yang belum diklarifikasi secara menyeluruh.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Namun, setiap persoalan harus diselesaikan melalui komunikasi, klarifikasi, dan berpedoman pada aturan yang berlaku.

“Demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi juga memastikan setiap prosesnya berjalan adil, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.”

Muslimin menegaskan akan terus menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat dengan mendengarkan aspirasi masyarakat, melakukan pengawasan, serta mendorong penyelenggaraan pemerintahan desa agar berjalan ditorsesuai ketentuan dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Emerald Indonesia Jadi Penyedia, Pengadaan Pakaian DPRD Takalar Diminta Dibongkar
Tabrakan Maut di Depan Puskesmas Padangsappa, Dua Perempuan Tewas
Kuota BBM Tak Sinkron, Penerbitan Barcode Petani Takalar Dipersoalkan
Tradisi Sejak 2008, MAPALA 45 Kembali Taklukkan Tebing Demi Merah Putih
Ipda Hermansyah Pimpin Paskibra Kibarkan Sang Merah Putih di Bulukumba
Dugaan Korupsi Cetak Sawah Bone Mandek? LSM Lamellong Desak Kejari Bertindak
Nama Oknum Anggota Dewan Muncul, Penanganan Kasus Dugaan Penggelapan Kendaraan Dipertanyakan
Bursa Ketua PWI Gowa Makin Panas! Andi Baso Tenri Hadir Bawa Jurus UKW Gratis

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:16 WITA

Muslimin Dg Masiga Buka Suara soal Aksi Gebrak Meja di Pemilihan BPD Keurea

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:23 WITA

Emerald Indonesia Jadi Penyedia, Pengadaan Pakaian DPRD Takalar Diminta Dibongkar

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:56 WITA

Tabrakan Maut di Depan Puskesmas Padangsappa, Dua Perempuan Tewas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:33 WITA

Kuota BBM Tak Sinkron, Penerbitan Barcode Petani Takalar Dipersoalkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:21 WITA

Tradisi Sejak 2008, MAPALA 45 Kembali Taklukkan Tebing Demi Merah Putih

Berita Terbaru