Danau Glasial Diduga Jebol, Banjir Maut Hantam Perbatasan Nepal-China

Tojeng

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto udara kondisi pascabencana banjir bandang dan longsor di dekat perbatasan Nepal-China. Luapan sungai meninggalkan jejak kehancuran, dengan lapisan lumpur tebal menutup kawasan dan merusak bangunan serta fasilitas umum di sepanjang lembah. (Foto: Ist)

Foto udara kondisi pascabencana banjir bandang dan longsor di dekat perbatasan Nepal-China. Luapan sungai meninggalkan jejak kehancuran, dengan lapisan lumpur tebal menutup kawasan dan merusak bangunan serta fasilitas umum di sepanjang lembah. (Foto: Ist)

Gedor.id- Kawasan perbatasan Nepal dan China lumpuh total setelah diterjang banjir bandang dan longsor dahsyat pada Rabu (26/8/2026).

Sedikitnya delapan korban jiwa telah ditemukan, sementara 384 wisatawan dan pendaki asing dilaporkan hilang.

Dewan Pariwisata Nepal menyebut otoritas masih melakukan pencarian dan verifikasi terhadap keberadaan serta kondisi keselamatan para wisatawan yang berada di wilayah terdampak maupun yang tengah melintas.

“Kami sedang berupaya memverifikasi keberadaan dan kondisi keselamatan para wisatawan dan pelancong yang berada atau sedang melakukan perjalanan melalui wilayah terdampak itu,” demikian pernyataan resmi badan tersebut.

Bencana terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat atau sekitar pukul 09.45 WIB.

BACA JUGA :  6 Bulan Menguap, Kemana Perginya Dana Hibah Gubernur Sulsel?

Air bah yang datang secara tiba-tiba menerjang kawasan permukiman dan fasilitas publik hingga meratakan sejumlah kantor polisi, pos bea cukai, serta puluhan rumah warga.

Operasi pencarian dan penyelamatan kemudian digelar secara besar-besaran oleh otoritas Nepal dan China.

Data awal menunjukkan wisatawan yang dilaporkan hilang berasal dari sejumlah negara, di antaranya India, Inggris, Afrika Selatan, Australia, dan Belanda. Sejumlah warga Nepal juga belum diketahui keberadaannya.

Laporan kantor berita Xinhua menyebut salah satu titik terparah berada di kawasan Pelabuhan Gyirong, Daerah Otonomi Xizang, China barat daya.

BACA JUGA :  Diduga Ganggu DAS dan Drainase, Penimbunan di Gowa Jadi Perhatian Warga

Longsor menyebabkan akses darat dari sisi China terputus total. Jaringan komunikasi turut lumpuh, sementara pasokan listrik di kawasan tersebut juga padam.

Situasi semakin berbahaya karena ancaman banjir dan longsor susulan. Pemerintah setempat bahkan menetapkan status siaga darurat hingga wilayah hilir, termasuk kawasan Chitwan yang berbatasan dengan India.

Tim penyelamat gabungan dikerahkan untuk menyisir wilayah terdampak menggunakan helikopter. Operasi tersebut melibatkan aparat keamanan dan warga setempat.

Juru bicara Pasukan Kepolisian Bersenjata Nepal, Shailendra Thapa, menduga bencana tersebut dipicu jebolnya danau glasial di hulu Sungai Bhotekoshi.

BACA JUGA :  Tak Terdaftar di ESDM, Tambang Barru Jadi Simbol Bobroknya Pengawasan Minerba

Sebagai langkah antisipasi, rumah sakit pemerintah dan fasilitas kesehatan militer di Katmandu disiagakan untuk menangani kemungkinan bertambahnya korban.

Di tingkat pemerintah pusat, kabinet darurat menggelar rapat guna membahas penanganan bencana.

Menteri Dalam Negeri Sudhan Gurung juga bersiap menyampaikan laporan perkembangan dan hasil investigasi kepada parlemen.

Wilayah Rasuwagadhi, tempat bencana terjadi, merupakan jalur penting bagi wisatawan menuju Langtang, salah satu destinasi pendakian populer di Nepal.

Kawasan tersebut juga menjadi koridor utama bagi wisatawan yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Gunung Kailash dan Danau Mansarovar di wilayah China.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Houthi Klaim Serangan di Riyadh, Trump Siapkan Keputusan Cepat
Konflik Saudi-Houthi Memanas, Bandara Riyadh Jadi Sasaran Serangan
Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS
Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar
Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu
AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania
Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa
Krisis Hormuz Memanas, Iran Tak Akan Buka Selat Sebelum AS Menyerah

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:58 WITA

Houthi Klaim Serangan di Riyadh, Trump Siapkan Keputusan Cepat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:06 WITA

Konflik Saudi-Houthi Memanas, Bandara Riyadh Jadi Sasaran Serangan

Jumat, 25 September 2026 - 00:38 WITA

Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WITA

Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar

Kamis, 10 September 2026 - 13:58 WITA

Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu

Berita Terbaru

serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi

Internasional

Houthi Klaim Serangan di Riyadh, Trump Siapkan Keputusan Cepat

Minggu, 11 Okt 2026 - 15:58 WITA

Foto: REUTERS/Social Media

Internasional

Konflik Saudi-Houthi Memanas, Bandara Riyadh Jadi Sasaran Serangan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:06 WITA