Panas! Ombas Disebut Jadi Target, Isu Skandal Bupati Gowa Diduga Ada Misi Tersembunyi

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bupati Gowa

Kantor Bupati Gowa

Gedor.id- Isu dugaan skandal yang menyeret nama Bupati Gowa, Husniah Talenrang, mulai menemukan titik terang.

Setelah beredar selama beberapa bulan dan memicu spekulasi di tengah masyarakat, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gowa akhirnya mengungkap hasil penelusuran tim investigasi yang dibentuk untuk mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut.

Di bawah komando Pelaksana Tugas Ketua PWI Gowa, Andi Baso Tenri Gowa, tim melakukan serangkaian verifikasi terhadap sejumlah sumber yang dinilai kredibel.

Hasilnya, isu dugaan hubungan terlarang antara Bupati Gowa dan konsultan politiknya, Ombas atau Basri Kajang, disebut tidak muncul secara spontan.

“Dari hasil verifikasi kami, isu ini dibangun secara sistematis. Potongan-potongan peristiwa dikumpulkan, kemudian dipelintir dan disusun menjadi narasi yang seolah utuh,” ujar Andi Baso dalam keterangan rilisnya yang di terima media ini. Senin (30/3/2026).

Menurutnya, isu tersebut telah bergulir sekitar empat bulan di ruang-ruang diskusi terbatas, seperti grup percakapan dan forum kecil, sebelum akhirnya menyebar luas ke publik.

BACA JUGA :  Video Warga Sibolga Dianggap Menjarah, Ternyata Ini Penjelasannya

Dalam penelusuran itu, tim juga menemukan indikasi adanya peran pihak tertentu yang disebut sebagai “Mr X” dalam mengorkestrasi penyebaran informasi.

“Mr X ini memanfaatkan situasi di rumah jabatan sebagai bahan awal. Aktivitas yang sebenarnya biasa kemudian diambil, diberi tafsir tertentu, lalu dikemas menjadi informasi yang menyesatkan,” jelasnya.

Salah satu materi yang beredar adalah video yang diklaim sebagai bukti kedekatan tidak wajar antara Bupati Gowa dan Ombas.

Namun, hasil pemeriksaan tim investigasi tidak menemukan indikasi seperti yang dituduhkan.

“Kami telah mengidentifikasi video tersebut. Tidak ada yang aneh. Itu hanya aktivitas para pendukung yang sedang berkumpul,” tegas Andi Baso.

Lebih jauh, PWI Gowa menilai penyebaran isu ini tidak lepas dari kepentingan tertentu di lingkar kekuasaan.

Keberadaan Ombas sebagai staf ahli bidang politik dan pemerintahan disebut menjadi salah satu faktor pemicu.

BACA JUGA :  Uang Negara Diduga Disalahgunakan, SMK 5 Gowa Diterpa Skandal

“Dari berbagai indikasi, Ombas dipandang sebagai penghalang bagi kelompok tertentu yang ingin mendapatkan akses lebih dalam ke pemerintahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, upaya pembentukan opini tersebut diduga bertujuan untuk melemahkan posisi Ombas sekaligus menggoyang stabilitas pemerintahan.

“Ada upaya sistematis untuk menyingkirkan Ombas. Jika itu berhasil, maka akan berdampak pada melemahnya pengambilan keputusan strategis di lingkar Bupati,” lanjutnya.

Dampak penyebaran informasi ini juga dirasakan hingga ke lingkar keluarga Bupati.

Informasi yang telah dikemas secara sistematis disebut mampu memicu reaksi dari pihak keluarga yang berada di luar Gowa.

“Informasi itu disampaikan seolah-olah valid dan meyakinkan, sehingga memantik emosi dan ketegangan,” kata Andi Baso.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gowa turut mengambil langkah internal, termasuk memberhentikan sejumlah sopir dan pengawas di rumah jabatan.

BACA JUGA :  Pemkab Gowa Didesak Hadirkan Perda Pelestarian Sastra Lisan Makassar

Langkah ini disebut sebagai upaya menutup kebocoran informasi yang kerap dimanfaatkan pihak tertentu.

“Hampir setiap aktivitas bocor keluar lalu dipelintir. Karena itu dilakukan sterilisasi untuk menjaga stabilitas,” ujarnya.

PWI Gowa juga menyoroti bagaimana isu tersebut bisa masuk ke ruang media. Menurut Andi Baso, pihak-pihak tertentu cukup lihai dalam menyusun informasi agar terlihat logis dan dapat dipercaya.

“Mereka menyajikan potongan peristiwa yang tampak masuk akal, sehingga mampu meyakinkan sebagian pihak, termasuk wartawan,” jelasnya.

Di tengah dinamika tersebut, Husniah Talenrang disebut tetap berupaya menjaga independensi dalam menjalankan roda pemerintahan, dengan membatasi intervensi serta memperkuat sistem pengambilan keputusan yang lebih terarah.

PWI Gowa menegaskan, hasil investigasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan publik dalam memahami duduk perkara yang sebenarnya, sekaligus meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat, terutama pasca momentum Idulfitri.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Pemda Bicara Tegas, Tapi Dapur Tak Tertib Tetap Jalan
Nazihah Renanti Wijaya Tampil Memukau, Fashion Show Anak Curi Perhatian di Takalar
Serangan ke Media di RDP DPRD Gowa Picu Reaksi Keras, Bomwaktu.com Siap Tempuh Jalur Hukum
27 Siswa SMPN 3 Camba Diduga Keracunan Usai Bukber, Polisi Turun Selidiki
Mahasiswa Minta Polisi Usut Dugaan Mark-Up Program MBG di Sinjai
Abrasi Terus Gerus Pulau Satangnga, Warga Desak Pemkab Takalar Bertindak
Bom Ikan Tanakeke, Saksi Menghilang, Hukum Seolah Tumpul
Dana Pendidikan Disinyalir Tak Beres, Laporan Resmi Uji Nyali Penegak Hukum

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 16:18 WITA

Panas! Ombas Disebut Jadi Target, Isu Skandal Bupati Gowa Diduga Ada Misi Tersembunyi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:25 WITA

Pemda Bicara Tegas, Tapi Dapur Tak Tertib Tetap Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:13 WITA

Nazihah Renanti Wijaya Tampil Memukau, Fashion Show Anak Curi Perhatian di Takalar

Senin, 16 Maret 2026 - 20:57 WITA

Serangan ke Media di RDP DPRD Gowa Picu Reaksi Keras, Bomwaktu.com Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:34 WITA

27 Siswa SMPN 3 Camba Diduga Keracunan Usai Bukber, Polisi Turun Selidiki

Berita Terbaru

HMI Cabang Takalar Saat melakukan Aksi di Kejaksaan

Daerah

Pemda Bicara Tegas, Tapi Dapur Tak Tertib Tetap Jalan

Sabtu, 28 Mar 2026 - 11:25 WITA

Ilustrasi Rudal Buatan Iran

Internasional

Rudal Iran Mengarah ke Israel dan Basis AS, Dunia Waspada Eskalasi

Jumat, 27 Mar 2026 - 23:13 WITA