Korupsi Diduga Menggurita, Kejari Takalar Didesak Hentikan ‘Tidur’ Panjang

Senin, 24 November 2025 - 16:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kejaksaan Negeri Takalar

Kantor Kejaksaan Negeri Takalar

Gedor.id- Koalisi Aktivis yang terdiri dari LSM GMBI bersama sejumlah penggiat antikorupsi berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar dalam waktu dekat.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas mandeknya penanganan beberapa kasus dugaan korupsi di daerah tersebut.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan ialah proyek pembangunan Sentra UMKM di tiga desa wilayah Galesong yang dibangun pada 2022 menggunakan dana pinjaman PT SMI.

BACA JUGA :  Sengketa Panas Berujung Penjara, HMA Jadi Pihak yang Paling Terhimpit

Proyek bernilai miliaran rupiah itu hingga kini terbengkalai dan tidak dimanfaatkan.

Aktivis juga menyoroti dugaan macetnya penyelidikan kasus lain, seperti pengadaan buku BOS, pelatihan Karang Taruna berbasis dana desa, serta pengelolaan Bumdes di seluruh desa di Kabupaten Takalar.

Penggiat antikorupsi Takalar, Rahman Suwandi, menyebut penyelidikan sejumlah kasus tersebut tidak menunjukkan perkembangan berarti meskipun sejumlah pihak telah dimintai keterangan dan dokumen proyek telah disita.

BACA JUGA :  Kasus Penganiayaan Anak di Takalar P21, Terlapor Masih Bebas

“Hasilnya tetap sama, masih tahap penyelidikan,” ujarnya.

Koordinator aksi dari GMBI, Pemantik, dan Perak menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapat kepastian hukum.

Mereka menuntut Kejari Takalar membuka perkembangan penyidikan secara transparan dan mempercepat penanganan perkara.

“Ada beberapa kasus besar yang ditangani Kejari tapi hasilnya nihil alias mandek,” kata aktivis Rahim Sua (24/11/2025).

Para aktivis juga meminta Kejaksaan Agung atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus mangkraknya proyek UMKM, mengingat total anggaran PEN untuk Takalar mencapai Rp250 miliar, termasuk proyek RS Internasional Galesong senilai Rp150 miliar dan anggaran PUPR Rp100 miliar.

BACA JUGA :  P2SP Revitalisasi Sekolah Takalar Disorot Tajam, Siapa yang Menentukan?

Aksi yang akan digelar tersebut disebut sebagai bentuk gerakan moral untuk memastikan penegakan hukum di Takalar tidak berjalan di tempat dan agar dana publik benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Fungsi Pengawasan DPRD Luwu Disorot, PETI Diduga Rusak Alam
AMSS Soroti Distribusi BBM Subsidi, Perbatasan Sulsel–Sulteng dan Sultra Diminta Diperketat
Petani Takalar Apresiasi Program IRPOM dan Irigasi Perpompaan
Dipanggil ke Gudang, Pemuda Desa Tuju Diduga Dipukuli hingga Rekannya Ditodong Badik
Rumah Dahlia Dirobohkan, FPK Desak Polsek Tamalatea Tak Hanya Lihat Sengketa Tanah
Muslimin Dg Masiga Buka Suara soal Aksi Gebrak Meja di Pemilihan BPD Keurea
Emerald Indonesia Jadi Penyedia, Pengadaan Pakaian DPRD Takalar Diminta Dibongkar
Tabrakan Maut di Depan Puskesmas Padangsappa, Dua Perempuan Tewas

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:34 WITA

Fungsi Pengawasan DPRD Luwu Disorot, PETI Diduga Rusak Alam

Senin, 7 September 2026 - 14:29 WITA

AMSS Soroti Distribusi BBM Subsidi, Perbatasan Sulsel–Sulteng dan Sultra Diminta Diperketat

Rabu, 2 September 2026 - 15:51 WITA

Petani Takalar Apresiasi Program IRPOM dan Irigasi Perpompaan

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:59 WITA

Dipanggil ke Gudang, Pemuda Desa Tuju Diduga Dipukuli hingga Rekannya Ditodong Badik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:42 WITA

Rumah Dahlia Dirobohkan, FPK Desak Polsek Tamalatea Tak Hanya Lihat Sengketa Tanah

Berita Terbaru