Korupsi Diduga Menggurita, Kejari Takalar Didesak Hentikan ‘Tidur’ Panjang

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kejaksaan Negeri Takalar

Kantor Kejaksaan Negeri Takalar

Gedor.id- Koalisi Aktivis yang terdiri dari LSM GMBI bersama sejumlah penggiat antikorupsi berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar dalam waktu dekat.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas mandeknya penanganan beberapa kasus dugaan korupsi di daerah tersebut.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan ialah proyek pembangunan Sentra UMKM di tiga desa wilayah Galesong yang dibangun pada 2022 menggunakan dana pinjaman PT SMI.

BACA JUGA :  Kasus Solar Subsidi Takalar Memanas, Warga Warning Polisi Jangan Lepas Pelaku

Proyek bernilai miliaran rupiah itu hingga kini terbengkalai dan tidak dimanfaatkan.

Aktivis juga menyoroti dugaan macetnya penyelidikan kasus lain, seperti pengadaan buku BOS, pelatihan Karang Taruna berbasis dana desa, serta pengelolaan Bumdes di seluruh desa di Kabupaten Takalar.

Penggiat antikorupsi Takalar, Rahman Suwandi, menyebut penyelidikan sejumlah kasus tersebut tidak menunjukkan perkembangan berarti meskipun sejumlah pihak telah dimintai keterangan dan dokumen proyek telah disita.

BACA JUGA :  Sorotan Tajam untuk JS, Koalisi Pemuda Bongkar Dugaan Kelalaian

“Hasilnya tetap sama, masih tahap penyelidikan,” ujarnya.

Koordinator aksi dari GMBI, Pemantik, dan Perak menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapat kepastian hukum.

Mereka menuntut Kejari Takalar membuka perkembangan penyidikan secara transparan dan mempercepat penanganan perkara.

“Ada beberapa kasus besar yang ditangani Kejari tapi hasilnya nihil alias mandek,” kata aktivis Rahim Sua (24/11/2025).

Para aktivis juga meminta Kejaksaan Agung atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus mangkraknya proyek UMKM, mengingat total anggaran PEN untuk Takalar mencapai Rp250 miliar, termasuk proyek RS Internasional Galesong senilai Rp150 miliar dan anggaran PUPR Rp100 miliar.

BACA JUGA :  Korban Sebut Ada Dalang di Balik Pembacokan Brutal di Polsek Polut

Aksi yang akan digelar tersebut disebut sebagai bentuk gerakan moral untuk memastikan penegakan hukum di Takalar tidak berjalan di tempat dan agar dana publik benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Kasus HJ Mini Dibuka Lagi, Keluarga Korban Desak Penyelidikan Dipercepat
Usai Sidang Fee Rp6 Miliar, Mahasiswa Bidik Proyek Jalan Gowa
Siqola.id Jadi Harapan Baru Digitalisasi Sekolah di Sulawesi Selatan
Janji Tinggal Janji? Nasabah Mekar Mengaku Menunggu Penyelesaian Hampir Setahun
Menanti “Wakil Tuhan” di MA RI, Perkara 10/PDT.G/2025 dan Kasasi 3297 Disidangkan
Kasus Sengketa Mobil Memanas, Irsan Ancam Tempuh Jalur Hukum
RLH Takalar Disorot, Nama Warga Miskin Hilang dari Daftar, Siapa Bertanggung Jawab?
Jejak Bisnis Nikel Kolaka Dikuliti, Penyidik Kantongi Dokumen Strategis dan Transaksi Jumbo

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 01:12 WITA

Usai Sidang Fee Rp6 Miliar, Mahasiswa Bidik Proyek Jalan Gowa

Senin, 13 Juli 2026 - 16:37 WITA

Siqola.id Jadi Harapan Baru Digitalisasi Sekolah di Sulawesi Selatan

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:34 WITA

Janji Tinggal Janji? Nasabah Mekar Mengaku Menunggu Penyelesaian Hampir Setahun

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:58 WITA

Menanti “Wakil Tuhan” di MA RI, Perkara 10/PDT.G/2025 dan Kasasi 3297 Disidangkan

Jumat, 3 Juli 2026 - 00:00 WITA

Kasus Sengketa Mobil Memanas, Irsan Ancam Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru