Kapolsek Mallusetasi Pamer Arogansi di Depan Warga, Wartawan Jadi Sasaran Bentakan

Tojeng

Jumat, 17 Oktober 2025 - 14:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Mallusetasi Saat di Lokasi tambang

Kapolsek Mallusetasi Saat di Lokasi tambang

Gedor.id– Kunjungan gabungan pemerintah daerah dan aparat ke lokasi tambang galian C di Padangpoko, Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Kamis (16/10/2025), berubah panas setelah Kapolsek Mallusetasi, AKP Iriansyah, menunjukkan sikap arogan di hadapan warga dan awak media.

Tambang milik PT Rekhabila Utama ini sudah lama dikeluhkan warga karena diduga menimbulkan banjir, kuburan rusak, dan pencemaran lingkungan.

Warga menilai laporan dan hasil rapat dengar pendapat (RDP) yang berulang di DPRD Barru tak pernah membuahkan hasil.

“Sudah tujuh tahun tambang ini beroperasi. Setiap musim hujan, kampung kami kebanjiran lumpur. Kuburan banyak yang hilang, bahkan harus dipindahkan,” kata Rusding, mengutip zonafaktualnews.com

BACA JUGA :  Sempat Ditutup, Tambang Galian C di Belakang Kantor Desa Tuju Kembali Menggila

Ia menegaskan, warga sudah enam kali turun ke jalan menuntut penutupan tambang, namun tak kunjung ditindaklanjuti.

“Kami minta tambang ini ditutup. Tanahnya diambil untuk campuran semen, tapi kami yang kena dampaknya,” ujarnya dengan nada kesal.

Dalam kunjungan itu, hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Barru, Camat Mallusetasi, Lurah Mallawa, sejumlah anggota DPRD Barru seperti Rusdi Cara dan Rudi Hartono, serta unsur TNI–Polri.

Namun suasana tiba-tiba memanas ketika Rusding beradu argumen dengan Kapolsek AKP Iriansyah.

Bukannya menenangkan warga, sang perwira justru memperlihatkan sikap kasar dan menantang di depan publik.

BACA JUGA :  Negara Kalah oleh Arogansi? Pemilik Tambang 'Ilegal' di Takalar Menantang Hukum

Ketegangan makin meningkat saat sejumlah wartawan mencoba mengambil gambar perdebatan itu. Kapolsek langsung membentak awak media.

“Hei, jangan ambil gambar, bos! Kau siapa?” bentaknya kepada salah satu wartawan.

“Media, Pak,” jawab Arif, wartawan DentumNusantara.com.

“Mana kartu medianya? Surat perintahnya mana? Tidak usah ambil gambar!” lanjut Kapolsek.

Meski sudah dijelaskan bahwa jurnalis dilindungi oleh undang-undang, AKP Iriansyah tetap bersikeras.

“Ada Undang-Undang ITE. Kalau saya keberatan, boleh. Ini gambar saya. Saya Kapolsek Mallusetasi, tidak pernah pakai gigi mundur!” katanya dengan nada menantang sambil bertolak pinggang.

Sikap tersebut sontak memancing reaksi masyarakat dan rekan media yang menilai tindakan Kapolsek tidak pantas ditunjukkan di forum resmi dan di hadapan publik.

BACA JUGA :  Tak Terdaftar di ESDM, Tambang Barru Jadi Simbol Bobroknya Pengawasan Minerba

Sementara itu, Anggota DPRD Barru, Rusdi Cara, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat aduan masyarakat yang merasa terdampak aktivitas tambang.

“Kami turun untuk memastikan langsung kondisi di lapangan. Hasilnya akan kami bahas dalam rapat dengar pendapat berikutnya dengan menghadirkan semua pihak, termasuk perusahaan dan warga,” ujarnya.

Rusdi juga tidak menutup kemungkinan tambang tersebut akan dihentikan operasinya.

“Kalau hasil kajian teknis menunjukkan dampak yang serius, tentu pemerintah bisa mengambil langkah tegas, termasuk penutupan,” tegasnya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Dulu Minimarket Gowa Seolah Kebal, Kini Kasusnya Terseret Perkara Bupati
60 Pucuk Senjata Diserahkan, Wakapolres Luwu Utara Apresiasi Komitmen Warga
AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba
Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi
Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah
“Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas
Tak Lagi Diam! Aliansi Rakyat Takalar Bongkar Empat Persoalan yang Menghimpit Warga
Anak Enggan Sekolah Usai Dugaan Bullying, DPRD Takalar Soroti Penanganan Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:04 WITA

Dulu Minimarket Gowa Seolah Kebal, Kini Kasusnya Terseret Perkara Bupati

Kamis, 24 September 2026 - 21:16 WITA

60 Pucuk Senjata Diserahkan, Wakapolres Luwu Utara Apresiasi Komitmen Warga

Kamis, 17 September 2026 - 15:13 WITA

AKBP Andi Sofyan Pimpin Polres Kolaka Utara, Publik Tagih Gebrakan Lawan Narkoba

Selasa, 15 September 2026 - 16:41 WITA

Sudah Diminta Berhenti, Aktivitas Penimbunan di Takalar Kini Didesak Diperiksa Polisi

Senin, 14 September 2026 - 12:53 WITA

Redam Konflik Warga, Polsek Bone-Bone dan DPRD Luwu Utara Tempuh Jalur Musyawarah

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA