Ledakan di Pulau Bauluang, Bukti Nyata Laut Tak Lagi Punya Penjaga!

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bom ikan yang meledak di perairan tanakeke

Bom ikan yang meledak di perairan tanakeke

Gedor.id- Aksi pemboman ikan di pulau Bauluang perairan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, kembali menjadi sorotan publik.

Praktik merusak lingkungan itu seolah tak pernah berhenti, diduga karena lemahnya penegakan hukum terhadap para pelaku.

Sebuah video berdurasi 11 detik yang viral di media sosial memperlihatkan dua orang nelayan di atas perahu kecil.

Salah satu di antaranya tampak melemparkan benda yang diduga bom ikan ke laut.

Beberapa detik kemudian, ledakan keras terdengar, mengguncang perairan di sekitar Pulau Bauluang, wilayah pesisir selatan Tanakeke.

BACA JUGA :  Isu P3K Dianggap Dipolitisasi, Kepemimpinan Takalar Diminta Tak Dijatuhkan

“Sudah lama kejadian seperti ini terus berulang, tapi tidak pernah ada pelaku yang benar-benar ditindak. Jadi mereka merasa kebal hukum,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku diduga merupakan warga Desa Minasa Baji, salah satu desa di Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar.

Menanggapi maraknya praktik pemboman ikan, Bupati Takalar Firdaus Dg Manye menegaskan sikap tegasnya terhadap aktivitas ilegal tersebut.

BACA JUGA :  Katinting Race Laikang Seri 4, Tradisi Bahari Sulsel Pecah di Peringatan HUT TNI AL

“Penangkapan ikan dengan menggunakan bom itu dilarang dan sangat merusak lingkungan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (30/10/2025).

Sementara itu, Kapolsek Mappakasunggu (Mapsu), Iptu Sumarwan, memastikan bahwa video viral tersebut telah ditangani oleh Polres Takalar.

“Kasusnya sudah ditangani oleh pihak Polres Takalar, Daeng,” ucapnya melalui sambungan telepon.

Kasat Reskrim Polres Takalar juga membenarkan hal itu. “Iya, kami sudah memanggil beberapa orang yang diduga terlibat untuk dimintai klarifikasi,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Jagad Samudra sekaligus pemerhati kawasan konservasi Tanakeke, Masriadi Dg Tika’, mengecam keras tindakan tersebut.

BACA JUGA :  Kasus Bantuan Beras Masuk ke LBH, Data Kelurahan Justru Ungkap Fakta Lain

“Kami sangat menyesalkan praktik penangkapan ikan dengan bom dan bius. Itu tidak hanya merusak terumbu karang, tapi juga menghancurkan area budidaya rumput laut milik warga,” tegasnya.

Masriadi juga mengimbau masyarakat agar menghentikan seluruh aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

“Kalau ini dibiarkan, dampaknya akan sangat besar bagi generasi anak cucu kita,” tutupnya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Heboh di Medsos! Wanita Diduga Sidrap Pamer “Susu” Saat Live TikTok, Polisi Bergerak
Dugaan Asusila Libatkan Oknum PNS di Takalar, Keaslian Video Diselidiki
Nekat Demi Konten, Influencer Filipina Meninggal Usai Makan “Kepiting Setan”
Meteran Listrik PK5 Dicabut, Pedagang Gowa Pertanyakan Hak
Identitas Misterius Picu Kekacauan, Jenazah Salah Orang Dibawa ke Rumah Duka
Viral Video Senpi di Perumahan Depok, Polisi Tegaskan Bukan Senjata Api
Viral! Jasad Sopir Travel di Lutra Masih Utuh Setelah 28 Tahun Dimakamkan
Massa Mengamuk di Tompobulu, Pria Dituduh Perkosa Gadis Difabel Tewas Dikeroyok

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:03 WITA

Heboh di Medsos! Wanita Diduga Sidrap Pamer “Susu” Saat Live TikTok, Polisi Bergerak

Kamis, 23 April 2026 - 15:00 WITA

Dugaan Asusila Libatkan Oknum PNS di Takalar, Keaslian Video Diselidiki

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:54 WITA

Nekat Demi Konten, Influencer Filipina Meninggal Usai Makan “Kepiting Setan”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:30 WITA

Meteran Listrik PK5 Dicabut, Pedagang Gowa Pertanyakan Hak

Senin, 5 Januari 2026 - 16:07 WITA

Identitas Misterius Picu Kekacauan, Jenazah Salah Orang Dibawa ke Rumah Duka

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump

Internasional

Selat Hormuz Memanas, Trump Tiba-tiba Setop Operasi Militer AS

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:54 WITA