Tambang Ilegal Merajalela, Warga Menjerit, Pejabat Pura-Pura Tuli

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal yang menyedot pasir mengunakan mesin di Sungai

Kapal yang menyedot pasir mengunakan mesin di Sungai

Gedor. id- Aktivitas tambang pasir ilegal di Desa Lea, Kecamatan Tellusiattinge, Kabupaten Bone, kini berubah menjadi ancaman terbuka bagi ribuan warga.

Setiap hari, kapal penyedot pasir bekerja tanpa jeda, tanpa izin, dan tanpa ada satu pun institusi negara yang mampu menghentikannya.

Material sungai disedot masif. Bantaran terkikis. Air berubah keruh. Warga hidup dalam ketakutan—bukan hanya karena kerusakan lingkungan yang makin parah, tapi karena pemerintah daerah dan aparat hukum seperti memilih menutup mata.

“Setiap hari kapal pengisap pasir beroperasi. Sungainya makin terkikis. Kalau dibiarkan, bisa-bisa pemukiman kami yang jadi korban,” ujar seorang warga, meminta identitasnya dirahasiakan.

Dampak Meluas: Jalan Amblas, Akar Masalah Dibiarkan

BACA JUGA :  Diduga Ilegal, Tambang Galian C di Jeneponto Tetap Beroperasi Dekat Kantor Desa

Kerusakan tidak berhenti di Desa Lea. Di Desa Kampoti, Kecamatan Dua Boccoe, setengah badan jalan raya amblas. Warga mengaitkannya langsung dengan pengerukan brutal di hulu sungai.

Pengisapan pasir berlebihan melemahkan dasar tanah dan bantaran sungai. Dampaknya mengalir ke hilir, merusak infrastruktur publik.

Ini bukan lagi pelanggaran kecil—ini bencana ekologis yang sedang dipertontonkan di depan mata.

Namun hingga kini, tidak ada tindakan berarti. Tidak ada garis polisi. Tidak ada penangkapan. Tidak ada penghentian total.

Legislator Asal Desa Lea Dipertanyakan: Dua Tahun Mengabdi, Nol Respons

Warga juga menyoroti diamnya seorang legislator DPRD Bone yang berasal dari Desa Lea. Dua tahun menjabat, namun tak sekalipun mengeluarkan pernyataan ataupun sikap terkait tambang ilegal yang merusak kampung halamannya sendiri.

BACA JUGA :  Viral Aksi Kasar di Masjid Bone, Keluarga Nasabah: Ini Sudah Melewati Batas!

Warga menyebutnya “putri desa”, tetapi kini pertanyaannya berubah: Untuk siapa ia sebenarnya bekerja? Warga, atau kepentingan lain?

Keheningan itu semakin menguatkan anggapan bahwa ada pembiaran sistematis yang memungkinkan tambang ilegal tetap berjalan bebas.

Aparat Hanya Mengimbau, Bukan Menindak

Minimnya respons aparat menambah frustrasi warga. Kasatreskrim Polres Bone, Iptu Alvin Aji Kurniawan, ketika dikonfirmasi, tidak merespons. Telepon tak diangkat. Pesan hanya dibaca tanpa balasan.

Sementara Kapolsek Tellusiattinge mengaku hanya memanggil penambang dan sebatas menyampaikan imbauan agar aktivitas dihentikan—tanpa sanksi, tanpa proses hukum, tanpa ketegasan.

“Kami hanya sampaikan agar menghentikan semua kegiatan penambangan,” ujarnya. selasa (2/11/2025)

BACA JUGA :  Warga Resah! Judi Sabung Ayam di Bulukumba Beroperasi Tanpa Sentuhan Hukum

Pendekatan ‘imbauan’ terhadap pelanggaran hukum yang berskala besar seperti ini membuat warga makin yakin: ada sesuatu yang tidak beres.

Risiko banjir besar, longsor, rusaknya permukiman, dan hancurnya ekosistem sungai kini berada di depan mata. Warga mendesak pemerintah daerah segera turun tangan dengan langkah konkret:

  • Peninjauan lapangan menyeluruh
  • Penindakan terhadap penambang dan pihak yang membekingi
  • Pengusutan dugaan pembiaran
  • Pemulihan lingkungan yang rusak

Warga menegaskan persoalan ini bukan lagi sekadar tambang ilegal. Ini soal keberanian aparat, integritas pemimpin, dan masa depan generasi Bone.

“Kalau tidak segera dihentikan, dampaknya bukan hanya hari ini. Anak cucu kita yang akan menanggung,” tegas warga.

Bersambung..

(Tim)

Berita Terkait

Aktivitas Tambang di Tanralili Bikin Resah, Warga Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata
Diduga Tersinggung Soal Antrean, Pria di Maros Nekat Cekik Kerabat Media
Pemerintah Desa Diminta Tegas Sikapi Dugaan Rangkap Jabatan Anggota BPD
BBM Solar Diduga Ditimbun, SAMATA Desak Polda Sulsel Ambil Alih Kasus di Takalar
BBM Subsidi untuk Rakyat Diduga Disabotase, Koalisi Pemuda Desak Audit Berdarah
Mafia Narkoba Diduga Main Mata dengan Aparat, Terdakwa Dijadikan Tumbal di PN Makassar
Jeriken Solar Menumpuk, Dugaan Mafia BBM Subsidi di Takalar Kini Jadi Sorotan Panas
Truk Hilir Mudik, Debu Beterbangan, Tambang Diduga Ilegal di Maros Dikeluhkan

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:12 WITA

Aktivitas Tambang di Tanralili Bikin Resah, Warga Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:46 WITA

Diduga Tersinggung Soal Antrean, Pria di Maros Nekat Cekik Kerabat Media

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:10 WITA

Pemerintah Desa Diminta Tegas Sikapi Dugaan Rangkap Jabatan Anggota BPD

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:39 WITA

BBM Solar Diduga Ditimbun, SAMATA Desak Polda Sulsel Ambil Alih Kasus di Takalar

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:54 WITA

BBM Subsidi untuk Rakyat Diduga Disabotase, Koalisi Pemuda Desak Audit Berdarah

Berita Terbaru

Surat Keterangan Kepemilikan Tanah

Daerah

Sidang PMH Lahan di Takalar Ungkap Dugaan SKKT Bermasalah

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:27 WITA