RS Galesong Diresmikan Sebelum Siap, Laksus: Periksa Eks Bupati Takalar!

Sabtu, 12 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Sakit Galesong

Rumah Sakit Galesong

Gedor.id– Lembaga Antikorupsi Sulawesi Selatan (Laksus) menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proyek pembangunan Galesong Hospital di Kabupaten Takalar yang kini resmi dihentikan operasionalnya.

Laksus mendesak Polda Sulsel untuk memeriksa mantan Bupati Takalar, Syamsari Kitta, yang diduga terlibat dalam pengambilan keputusan bermasalah terkait proyek tersebut.

Direktur Laksus, Muhammad Ansar, menyebut proyek senilai hampir Rp91,9 miliar itu sarat masalah, mulai dari peresmian bangunan yang terkesan dipaksakan hingga pencairan dana yang dianggap tidak wajar dan melanggar regulasi.

“Peresmian dilakukan saat bangunan baru 75 persen rampung, lalu dana Rp16,5 miliar langsung dicairkan sehari setelah bupati lengser. Ini sangat janggal dan patut diselidiki,” tegas Ansar, Sabtu (12/7/2025).

Ansar menyebut peresmian Galesong Hospital dilakukan pada 20 Desember 2022, sementara masa jabatan Bupati Syamsari berakhir dua hari kemudian. Anehnya, hanya tiga hari setelah peresmian, terbit Surat Perintah Membayar (SPM) senilai Rp16,5 miliar.

BACA JUGA :  Mahasiswa Ultimatum Polda Sulsel, Usut Dugaan Mafia BBM dan Rokok Ilegal, Jangan Tebang Pilih!

Laksus menilai proses ini sebagai bentuk kejar tayang demi menghabiskan anggaran sebelum jabatan bupati berakhir. Total dana yang sudah dicairkan disebut mencapai 93 persen, padahal progres fisik bangunan belum layak.

“Angka progres bahkan berubah drastis dalam tiga hari, dari 75 persen ke 93 persen. Ini tidak logis,” ujarnya.

Tak hanya itu, Laksus juga menemukan indikasi pelanggaran terhadap Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2021, karena pencairan dilakukan tanpa bukti pembayaran kepada penyedia sub-layanan.

BACA JUGA :  Korupsi PBG Gowa Belum Usai, Poros Rakyat Kantongi Informasi Aktor Lain

Seluruh temuan ini telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Januari 2025 dan ke Polda Sulsel pada Februari 2025.

Ironisnya, bangunan rumah sakit yang menghabiskan dana jumbo tersebut kini tak lagi difungsikan. Pemerintah Kabupaten Takalar resmi menghentikan operasional Galesong Hospital sejak Mei 2025 karena dinilai tidak efektif dan membebani anggaran daerah.

“Proyek ini gagal total. Anggaran nyaris Rp92 miliar habis, tapi masyarakat tak merasakan manfaat apa pun,” tutup Ansar.

Editor : Darwis
Follow Berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Debu Bertebaran, Aktivitas Diduga Tambang di Bajeng Tuai Sorotan
Tambang Diduga Tanpa Izin, Debu Ganggu Lingkungan Warga Panaikang
Paket 6 MYC Disorot Tajam, Dugaan Pengurangan Volume dan Mutu Material Mencuat
Ada Dugaan Penyimpangan PLTS Takalar, Kejati Sulsel Didesak Bongkar Pelaksanaan di Lapangan
Provider Wi-Fi Diduga Langgar Aturan, KMPI Tantang APH Buka Hasil Pemeriksaan
Laporan Pencurian Sawit dan Penyerobotan Lahan Menggantung, Ada Apa di Polres Konsel?
Dugaan KTP Ganda dan KUR Fiktif di Majene, Penegak Hukum Didesak Telusuri Hulu-Hilir
Tambang Diduga Beroperasi Bebas, PRI Desak Polisi Periksa Izin dan Pengelola

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:02 WITA

Debu Bertebaran, Aktivitas Diduga Tambang di Bajeng Tuai Sorotan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:09 WITA

Tambang Diduga Tanpa Izin, Debu Ganggu Lingkungan Warga Panaikang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13 WITA

Paket 6 MYC Disorot Tajam, Dugaan Pengurangan Volume dan Mutu Material Mencuat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:10 WITA

Provider Wi-Fi Diduga Langgar Aturan, KMPI Tantang APH Buka Hasil Pemeriksaan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:09 WITA

Laporan Pencurian Sawit dan Penyerobotan Lahan Menggantung, Ada Apa di Polres Konsel?

Berita Terbaru