AS Dipermainkan Iran, Trump Frustrasi dan Wibawa Amerika Runtuh

Tojeng

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan AI

Visual dibuat dengan AI

Gedor.id- Amerika Serikat (AS) tak berdaya menghadapi Iran. Presiden Donald Trump bahkan disebut frustrasi hingga dipermalukan di mata dunia.

Kondisi tersebut memicu kritik tajam dari Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menilai Washington gagal mengendalikan situasi dan justru terus dipermainkan Teheran di meja diplomasi.

Mengutip laporan The Guardian, Merz menyebut tim negosiasi Iran jauh lebih cerdik dalam memainkan strategi perundingan.

Ia menilai pemerintahan Trump terlihat kebingungan mencari jalan keluar dari konflik yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pernyataan tersebut disampaikan Merz saat berbicara di hadapan mahasiswa di Marsberg, Jerman.

BACA JUGA :  RLH Takalar Disorot, Nama Warga Miskin Hilang dari Daftar, Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam forum itu, ia secara terbuka menyindir kegagalan delegasi Amerika yang bolak-balik melakukan pembicaraan tidak langsung di Islamabad tanpa menghasilkan kesepakatan berarti.

“Orang-orang Iran jelas sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya sangat terampil dalam tidak bernegosiasi, membiarkan orang-orang Amerika melakukan perjalanan ke Islamabad dan kemudian pergi lagi tanpa hasil apa pun,” ujar Merz, Minggu (3/5/2026).

Merz juga menilai situasi tersebut menjadi tamparan keras bagi wibawa Amerika Serikat di mata internasional.

Ia bahkan menyebut kepemimpinan Iran, khususnya Pengawal Revolusi Iran, berhasil membuat Washington kehilangan arah dalam konflik berkepanjangan tersebut.

BACA JUGA :  Trump Ancam Spanyol, Perdagangan dengan AS Dihentikan

“Seluruh bangsa sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh kelompok yang disebut Pengawal Revolusi ini. Dan saya berharap hal ini berakhir secepat mungkin,” katanya.

Kritik tersebut muncul setelah Donald Trump membatalkan rencana lanjutan perjalanan tim negosiator AS ke Islamabad.

Sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance sempat memimpin delegasi Amerika dalam pembicaraan dengan pihak Iran di Pakistan, namun pertemuan itu berakhir tanpa kemajuan berarti.

Di tengah tekanan politik dan tenggat hukum domestik, Trump kini dihadapkan pada pilihan sulit.

Mulai dari mendorong kesepakatan damai yang peluangnya tipis, melanjutkan perang dengan risiko invasi besar, hingga mempertahankan strategi blokade jangka panjang terhadap Iran.

BACA JUGA :  Rusia Makin Ganas! Serang Dnipropetrovsk dan Klaim Kuasai Dua Desa

Trump akhirnya memilih mempertahankan blokade tanpa batas waktu sebagai opsi paling aman.

Namun langkah tersebut tetap dinilai berisiko tinggi karena dapat memicu serangan balasan Iran terhadap jalur energi strategis di kawasan Teluk.

Sejumlah analis menilai situasi tersebut membuat posisi Amerika semakin terpojok.

Alih-alih tampil sebagai pemenang, Washington justru dinilai kehilangan pengaruh, sementara Iran dianggap mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi maupun militer dari Barat.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS
Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar
Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu
AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania
Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa
Danau Glasial Diduga Jebol, Banjir Maut Hantam Perbatasan Nepal-China
Krisis Hormuz Memanas, Iran Tak Akan Buka Selat Sebelum AS Menyerah
Trump Ancam Spanyol, Perdagangan dengan AS Dihentikan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 00:38 WITA

Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WITA

Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar

Kamis, 10 September 2026 - 13:58 WITA

Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:01 WITA

AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:44 WITA

Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa

Berita Terbaru

Ilustrasi Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Toilet (Visual AI)

Peristiwa

Diduga Gantung Diri, Napi Lapas Takalar Tewas di Blok Hunian

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:37 WITA