BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina

Minggu, 13 September 2026 - 22:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Forum Koalisi Rakyat Bersatu, Muh Darwis

Ketua Forum Koalisi Rakyat Bersatu, Muh Darwis

Gedor.id– Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) memicu sorotan.  Forum Koalisi Rakyat Bersatu (F-KRB) mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turun tangan dengan memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Ketua F-KRB, Mohammad Darwis, juga meminta pemerintah menelusuri dugaan praktik mafia BBM yang diduga memanfaatkan kendaraan jenis dump truck untuk melakukan pembelian BBM secara berulang menggunakan barcode di sejumlah SPBU.

Menurut Darwis, aktivitas tersebut perlu diperiksa karena disebut terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Takalar, Gowa, hingga Makassar.

Dugaan distribusi BBM melalui pengecer juga diminta menjadi bagian dari penelusuran.

BACA JUGA :  “Jangan Hukum Rakyat!” Heriansa Desak Oknum Penyalahguna BBM Ditindak Tegas

“Kami meminta Menteri ESDM melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap PT Pertamina Patra Niaga terkait distribusi BBM di Sulawesi Selatan. Jika memang ada dugaan permainan dalam distribusi BBM, harus ditelusuri secara terbuka dan menyeluruh,” tegas Darwis. Minggu (13/9/2026)

Ia menilai kelangkaan BBM tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa karena berdampak langsung terhadap masyarakat.

Gangguan pasokan dapat memengaruhi aktivitas transportasi, distribusi barang, pelayanan usaha, hingga perputaran ekonomi daerah.

Karena itu, F-KRB meminta pemerintah dan Pertamina membuka informasi mengenai ketersediaan stok, pola penyaluran, serta penyebab terganggunya pasokan BBM di sejumlah daerah.

“BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat. Ketika terjadi kelangkaan, dampaknya sangat luas. Karena itu, pemerintah dan Pertamina harus memberikan kepastian dan solusi konkret kepada masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Warga Resah! Judi Sabung Ayam di Bulukumba Beroperasi Tanpa Sentuhan Hukum

Darwis menegaskan, pemeriksaan tidak boleh berhenti pada pengecekan stok di tingkat SPBU.

Menurutnya, seluruh rantai distribusi perlu diaudit, mulai dari pasokan hingga penyaluran kepada konsumen.

Audit tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan, penyaluran yang tidak tepat sasaran, maupun pembelian berulang dalam jumlah tertentu yang berpotensi mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat.

F-KRB juga mendesak PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi distribusi BBM di Sulawesi Selatan.

Keterbukaan informasi dinilai penting untuk mencegah berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Sengketa Lahan Yon TP 872 Memanas, Gubernur Sulsel Diminta Turun Tangan

“Kalau kelangkaan disebabkan persoalan manajemen, distribusi, logistik, atau faktor teknis, semuanya harus dijelaskan. Kalau ada indikasi penyalahgunaan atau permainan distribusi, aparat dan pihak berwenang harus menindaklanjutinya,” kata Darwis.

F-KRB berharap Kementerian ESDM segera mengevaluasi distribusi BBM di Sulawesi Selatan, termasuk menelusuri dugaan pembelian berulang menggunakan barcode, aktivitas kendaraan yang diduga melakukan pembelian secara berulang, distribusi melalui pengecer, serta kemungkinan hambatan pasokan dan persoalan logistik.

Bagi F-KRB, pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan BBM bersubsidi maupun nonsubsidi disalurkan sesuai ketentuan.

Langkah tersebut sekaligus dinilai penting untuk mencegah potensi penyimpangan yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat.

(Tim)

Berita Terkait

Wawan Nur Rewa: Polresta Gowa Harus Tangkap Owner Skincare AHA Sebelum Kabur
Kasus Jalan Beton Parepare Mandek di LHP BPK, Kejari Turun Tangan
Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengancaman di Biringkanaya Dipertanyakan
FORPMAHUM Desak Kejati Sulsel Telusuri Aliran Dana Tunda Tebang
Janji Sertifikat Pengganti Tak Kunjung Ada, Oknum Pegawai KKP Dipolisikan
Relawan MBG Mengaku Dipecat Sepihak, Publik Tagih Transparansi Kanwil KPPG Sulsel
Rp210 Miliar Anggaran Pengadaan DPRD Sulsel Jadi Sorotan, Kode Sulsel Bongkar Data ke Lembaga Negara
Dari KTA Hingga PAW DPR RI, Polemik Putriana Dakka Masuk Radar Mahasiswa Sulsel

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:58 WITA

BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina

Jumat, 4 September 2026 - 15:33 WITA

Wawan Nur Rewa: Polresta Gowa Harus Tangkap Owner Skincare AHA Sebelum Kabur

Rabu, 2 September 2026 - 15:13 WITA

Kasus Jalan Beton Parepare Mandek di LHP BPK, Kejari Turun Tangan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:52 WITA

Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengancaman di Biringkanaya Dipertanyakan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:03 WITA

FORPMAHUM Desak Kejati Sulsel Telusuri Aliran Dana Tunda Tebang

Berita Terbaru