Aspirasi Bertemu Busur, Aksi DOB Luwu Tengah Pecah di Depan Kekuasaan

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Video, Oknum yang diduga ASN yang menbawa busur berlindung di Mobil

Tangkapan Video, Oknum yang diduga ASN yang menbawa busur berlindung di Mobil

Gedor.id- Aksi unjuk rasa ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Wija To Luwu Menggugat di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (12/1/2026), berujung ricuh.

Aksi yang mendesak dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel terhadap pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah itu diwarnai bentrokan hingga dugaan keterlibatan oknum aparatur sipil negara (ASN) yang terekam membawa senjata tajam.

Sejak siang hari, aksi tersebut melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Urip Sumoharjo. Kemacetan mengular hingga sekitar dua kilometer.

BACA JUGA :  Mahasiswa Minta Polisi Usut Dugaan Mark-Up Program MBG di Sinjai

Situasi di lokasi kian memanas saat massa berupaya masuk ke area Kantor Gubernur yang dijaga ketat oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian.

Ketegangan akhirnya pecah menjadi bentrokan. Aksi saling lempar terjadi antara massa aksi dengan petugas Satpol PP serta sejumlah oknum pegawai.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak seorang oknum yang diduga ASN memegang senjata tajam jenis busur di tengah situasi yang belum terkendali.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (PB IPMIL Raya), Abdul Hafid, menegaskan bahwa tuntutan massa hanya satu, yakni bertemu langsung dengan Gubernur Sulawesi Selatan untuk meminta dukungan politik atas pemekaran Luwu Tengah.

BACA JUGA :  Mahasiswa Ultimatum Polda Sulsel, Usut Dugaan Mafia BBM dan Rokok Ilegal, Jangan Tebang Pilih!

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan damai. Kami ingin Gubernur Sulsel menyatakan sikap mendukung pemekaran DOB Luwu Tengah,” kata Hafid.

Ia menilai, kericuhan tersebut tidak terlepas dari pola pengamanan yang dinilainya berlebihan serta adanya oknum yang justru memperkeruh suasana.

Menurutnya, tindakan tersebut mencederai ruang demokrasi dan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

BACA JUGA :  Makassar Menbara, Massa Bakar DPRD, Pegawai Terjebak, Tiga Nyawa Melayang

“Alih-alih ditemui, kami justru dihadapkan pada tindakan represif. Bahkan ada oknum yang membawa senjata. Ini sangat kami sesalkan,” tegasnya.

Meski demikian, Hafid memastikan perjuangan aliansi tidak akan berhenti. Mahasiswa dan masyarakat Luwu Raya, kata dia, akan terus menggelar aksi hingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan sikap secara terbuka.

“Jika hari ini belum didengar, kami akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar,” pungkasnya.

(Mahendra)

Berita Terkait

Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik
Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum
Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM
BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina
Wawan Nur Rewa: Polresta Gowa Harus Tangkap Owner Skincare AHA Sebelum Kabur
Kasus Jalan Beton Parepare Mandek di LHP BPK, Kejari Turun Tangan
Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengancaman di Biringkanaya Dipertanyakan
FORPMAHUM Desak Kejati Sulsel Telusuri Aliran Dana Tunda Tebang

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 17:38 WITA

Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik

Rabu, 16 September 2026 - 22:43 WITA

Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum

Senin, 14 September 2026 - 19:24 WITA

Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM

Minggu, 13 September 2026 - 22:58 WITA

BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina

Jumat, 4 September 2026 - 15:33 WITA

Wawan Nur Rewa: Polresta Gowa Harus Tangkap Owner Skincare AHA Sebelum Kabur

Berita Terbaru