Aspirasi Bertemu Busur, Aksi DOB Luwu Tengah Pecah di Depan Kekuasaan

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Video, Oknum yang diduga ASN yang menbawa busur berlindung di Mobil

Tangkapan Video, Oknum yang diduga ASN yang menbawa busur berlindung di Mobil

Gedor.id- Aksi unjuk rasa ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Wija To Luwu Menggugat di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (12/1/2026), berujung ricuh.

Aksi yang mendesak dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel terhadap pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah itu diwarnai bentrokan hingga dugaan keterlibatan oknum aparatur sipil negara (ASN) yang terekam membawa senjata tajam.

Sejak siang hari, aksi tersebut melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Urip Sumoharjo. Kemacetan mengular hingga sekitar dua kilometer.

BACA JUGA :  IPMIL Raya: TNI Harus Angkat Kaki dari Tanah yang Masih Sengketa

Situasi di lokasi kian memanas saat massa berupaya masuk ke area Kantor Gubernur yang dijaga ketat oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian.

Ketegangan akhirnya pecah menjadi bentrokan. Aksi saling lempar terjadi antara massa aksi dengan petugas Satpol PP serta sejumlah oknum pegawai.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak seorang oknum yang diduga ASN memegang senjata tajam jenis busur di tengah situasi yang belum terkendali.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (PB IPMIL Raya), Abdul Hafid, menegaskan bahwa tuntutan massa hanya satu, yakni bertemu langsung dengan Gubernur Sulawesi Selatan untuk meminta dukungan politik atas pemekaran Luwu Tengah.

BACA JUGA :  Oknum Satresnarkoba Gowa Dituding Peras Keluarga Tersangka, Mahasiswa Ngamuk!

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan damai. Kami ingin Gubernur Sulsel menyatakan sikap mendukung pemekaran DOB Luwu Tengah,” kata Hafid.

Ia menilai, kericuhan tersebut tidak terlepas dari pola pengamanan yang dinilainya berlebihan serta adanya oknum yang justru memperkeruh suasana.

Menurutnya, tindakan tersebut mencederai ruang demokrasi dan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

BACA JUGA :  Skandal Donasi Kontribusi? Mahasiswa Desak Polisi Turun Tangan

“Alih-alih ditemui, kami justru dihadapkan pada tindakan represif. Bahkan ada oknum yang membawa senjata. Ini sangat kami sesalkan,” tegasnya.

Meski demikian, Hafid memastikan perjuangan aliansi tidak akan berhenti. Mahasiswa dan masyarakat Luwu Raya, kata dia, akan terus menggelar aksi hingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan sikap secara terbuka.

“Jika hari ini belum didengar, kami akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar,” pungkasnya.

(Mahendra)

Berita Terkait

Dari Balik Jeruji, Tahanan Diduga Kendalikan Pengiriman Narkoba ke Makassar
Dengan Visi Mandiri dan Kompetitif, Ersan Satya Siap Nahkodai HIPMI PT UMI
Usaha Disorot, Basto Janji Tidak Lagi Gunakan Badan Jalan Secara Berlebihan
Isu “86” Pemindahan Mira Hayati Mengemuka, F-KRB Tegaskan Tak Ada Negosiasi
Anggaran Fantastis Pengadaan PC di Makassar Dipertanyakan, DPP LANTIK Curiga Harga Tak Wajar
Tiga Oknum Polisi Takalar Diadukan, Kasus Lama Diduga Diulang Diam-diam
Budiman S Bongkar Dugaan Kejahatan Prosedural, MA Diminta Jangan Tutup Mata
24 Kreator Digaji, Tapi Sepi Respons! Diskominfo Sulsel Jadi Bulan-bulanan Netizen

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:45 WITA

Dari Balik Jeruji, Tahanan Diduga Kendalikan Pengiriman Narkoba ke Makassar

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:23 WITA

Dengan Visi Mandiri dan Kompetitif, Ersan Satya Siap Nahkodai HIPMI PT UMI

Kamis, 30 April 2026 - 13:22 WITA

Usaha Disorot, Basto Janji Tidak Lagi Gunakan Badan Jalan Secara Berlebihan

Minggu, 26 April 2026 - 20:27 WITA

Isu “86” Pemindahan Mira Hayati Mengemuka, F-KRB Tegaskan Tak Ada Negosiasi

Rabu, 22 April 2026 - 13:13 WITA

Anggaran Fantastis Pengadaan PC di Makassar Dipertanyakan, DPP LANTIK Curiga Harga Tak Wajar

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump

Internasional

Selat Hormuz Memanas, Trump Tiba-tiba Setop Operasi Militer AS

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:54 WITA