Bupati Aceh Utara Minta Pusat Bangun Hunian Sementara untuk Pengungsi

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Aceh Utara Minta Pusat Bangun Hunian Sementara untuk Pengungsi

Bupati Aceh Utara Minta Pusat Bangun Hunian Sementara untuk Pengungsi

Gedor.id – Bencana banjir melanda Kabupaten Aceh Utara, menelan korban jiwa dalam jumlah besar.

Hingga Selasa, 16 Desember 2025 pukul 20.00 WIB, sebanyak 166 orang dilaporkan meninggal akibat banjir dan longsor, 90 % Wilayah Aceh Utara, terdiri dari 27 kecamatan dan 852 desa terendam banjir dan lumpur, aktifitas pemerintahan saat itu lumpuh dan akses transportasi darat terputus. Rabu, (17/12/2025).

Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Tgk. Muntasir Ramli, mengatakan bahwa selain 166 korban meninggal dunia, sampai saat ini masih ada 6 (enam) orang dinyatakan hilang, menyebabkan 2.015 mengalami luka-luka berdasarkan laporan sementara yang diterima Posko Informasi Bencana Banjir Aceh Utara.

“Fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan pengungsi, distribusi logistik ke titik pengungsian, pencarian korban meninggal dan dinyatakan hilang serta pemulihan pelayanan kesehatan dan jalur transportasi darat dari material banjir dan lumpur agar akses distribusi logistik lebih lancar supaya tidak ada pengungsi yang selamat dari banjir, kemudian meninggal akibat kelaparan dan kesehatan semakin memburuk, “ujar Muntasir

Selain itu tambah Muntasir, tantangan dilapangan saat ini, listrik dan saluran komunikasi masih belum pulih (blackout).

Yang kemudian sangat berdampak pada distribusi logistik, pasokan air bersih dan pendataan serta distribusi gas LPG masih sering tersendat, pengisian BBM antrean panjang, begitu pula kebutuhan tenda dan penerangan tempat pengungsian sangat mendesak dibutuhkan.

Muntasir melanjutkan, ketersediaan obat obatan untuk pelayanan kesehatan dan alat berat untuk membuka akses darat masih terbatas, terutama jalan desa yang saat itu terisolir.

Akan tetapi, Bupati Aceh Ayah Wa sudah melaporkan langsung terkait sejumlah persoalan dan kendala tersebut serta meminta bantuan dari Pemerintah Aceh dan Pusat.

Data Informasi Posko Banjir Aceh Utara mencatat, banjir telah berdampak pada 124.544 Kepala Keluarga atau 428.271 jiwa. Dari jumlah tersebut, 18.858 KK atau 71.637 jiwa terpaksa mengungsi

Kelompok rentan menjadi perhatian khusus dalam penanganan bencana ini. Tercatat 1.309 ibu hamil, 8.626 balita, 5.502 lansia dan 382 penyandang disabilitas turut terdampak dan sangat membutuhkan pendampingan intensif.

Selain menimbulkan korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan besar pada permukiman warga. Sebanyak 117.291 rumah terendam, 1.219 rumah dilaporkan hilang, sementara 16.793 unit mengalami rusak berat, 6.134 rusak sedang, dan 15.126 rumah rusak ringan.

Sektor pertanian dan infrastruktur turut terdampak. 18.858 hektare sawah dan 71.637 tambak terendam banjir dan tertimbun lumpur, sementara 432 ruas jalan, 60 unit jembatan, 78 titik tanggul sungai, 21 unit irigasi, 383 fasilitas pendidikan (TK, SD dan SMP), 83 fasilitas kesehatan (Pustu dan Puskemas), 232 pesantren (dayah) 64 masjid serta IKM 1791, UMKM 14.648 serta 14 unit Kios atau Pasar Pemda mengalami kerusakan dengan tingkatan yang berbeda-beda.

Muntasir menegaskan, Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, MM (Ayah Wa) bersama Forkopimda terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan Pusat melalui OPD BNPB, TNI-Polri, Kementerian, Relawan agar mempercepat proses penanganan tanggap darurat, pendataan lanjutan dan penyaluran bantuan kemanusiaan serta pembangunan hunian sementara pasca tanggap darurat.

Mengingat bulan ramadhan tidak terlalu lama lagi, Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, MM sudah meminta Pemerintah Provinsi dan Pusat agar segera membangun hunian sementara supaya pengungsi tidak terlalu lama tinggal dibawah tenda, mengingat cuaca sering hujan, diperparah dengan kondisi pemadaman listrik dan saluran komunikasi sering lumpuh.

Berdasarkan data penerimaan dari Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara pertanggal, 22 November sampai 9 Desember 2025 terhitung, sebanyak 347.157 Ton beras telah disalurkan, kemudian air minum, mie instan, minyak goreng, makanan cepat saji, roti biskuit, sarden, telur, kecap, sambal, selimut, perlengkapan sekolah, pampers, pakaian, pembalut, selimut, paket sembako, tenda dan obat-obatan.

“Bantuan selain beras dan pakaian layak pakai masih minim dan sangat terbatas, belum mampu memenuhi kebutuhan 226 titik pengungsian. Akan tetapi Bupati Aceh utara sudah melaporkan langsung kepada Pemerintah Aceh dan Pusat agar segera dibantu karena sangat dibutuhkan oleh pengungsi, terutama yang rentan, sepeti Ibu hamil, perempuan, Anak-anak, Balita, disabilitas dan lansia, “ujarnya

Semua penerimaan bantuan logistik dan pengeluaran (distribusi) tercatat rapi dan dikelola secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan dan bisa diakses di layar monitor posko utama pendopo Bupati Aceh Utara, “tutup Muntasir

“Data ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tak Lagi Diam! Cipayung Plus Serukan Evaluasi Total Pengelola Ekonomi Negara
SPMB “Beleng-Beleng” di SMAN 1 Parepare, Data Malaysia dan Gunung Es Masuk Jalur Zonasi
AMSS Geram, Kasus 387 Diduga Hanya Menjerat Pelaksana Lapangan, Pengendali Belum Terbongkar
Rumput Laut Takalar Jadi Rebutan, Investor Australia Siap Tanam Modal di Sektor Hilirisasi
Krisis Air Bersih Makin Menggila, Kursi Wali Kota Makassar Mulai Diguncang
Harga Diri Dipermalukan, Anna Tempuh Jalur Hukum Usai Dicap Penipu
Tiga Sapi Rebah di MaxOne Makassar, Daging Kurban Mengalir ke Ratusan Rumah
Polisi Nilai Unsur Pembunuhan Berencana Belum Terpenuhi, Aktivis Mahasiswa Bereaksi

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:31 WITA

Tak Lagi Diam! Cipayung Plus Serukan Evaluasi Total Pengelola Ekonomi Negara

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:29 WITA

SPMB “Beleng-Beleng” di SMAN 1 Parepare, Data Malaysia dan Gunung Es Masuk Jalur Zonasi

Senin, 8 Juni 2026 - 18:31 WITA

AMSS Geram, Kasus 387 Diduga Hanya Menjerat Pelaksana Lapangan, Pengendali Belum Terbongkar

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:10 WITA

Rumput Laut Takalar Jadi Rebutan, Investor Australia Siap Tanam Modal di Sektor Hilirisasi

Senin, 1 Juni 2026 - 14:46 WITA

Krisis Air Bersih Makin Menggila, Kursi Wali Kota Makassar Mulai Diguncang

Berita Terbaru