Polemik Pungutan di SMPN 6 Makassar, Wali Murid Pertanyakan Transparansi

Tojeng

Rabu, 17 September 2025 - 15:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMP Negeri 6 Makassar

SMP Negeri 6 Makassar

Gedor.id– Sejumlah orang tua siswa SMPN 6 Makassar menyuarakan keluhan terkait dugaan adanya pungutan biaya untuk mata pelajaran Seni Budaya Keterampilan (SBK) dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Rabu (17/9/2025)

Keluhan itu mencuat setelah beredar pesan berantai di grup WhatsApp orang tua murid yang menyebutkan adanya kewajiban pembayaran Rp40 ribu per siswa untuk bahan pembuatan kipas SBK, serta Rp25 ribu untuk kegiatan renang PJOK.

“Assalamualaikum, diingatkan kembali bahwa besok adalah hari terakhir membayar uang SBK dan PJOK. Mohon segera dilunasi karena bendahara sudah ditagih, sir,” demikian isi pesan yang beredar.

BACA JUGA :  Ratusan Juta Raib, Kepsek SMKN 1 Diduga Menikmati Uang Seragam Tanpa Bayar

Sejumlah wali murid mempertanyakan dasar pungutan tersebut, terutama soal transparansi penggunaan dana.

Hitung-hitungan orang tua menyebut, jika dikalikan seluruh siswa dari 11 kelas, dana yang terkumpul bisa mencapai Rp19,8 juta hanya untuk pengadaan bahan kipas SBK.

“Kami tidak tahu toko yang dimaksud. Katanya bahannya didatangkan dari Jawa, tapi tidak jelas dari mana asalnya,” ungkap salah seorang wali murid.

BACA JUGA :  Ratusan Juta Raib, Kepsek SMKN 1 Diduga Menikmati Uang Seragam Tanpa Bayar

Felixander Baan, orang tua murid sekaligus pemerhati pendidikan di Makassar, menilai guru seharusnya tidak membebankan pembelian bahan kepada siswa.

Menurutnya, cukup memberi arahan terkait bahan yang digunakan agar siswa bisa membelinya sendiri, atau membebaskan anak untuk berkreasi dengan bahan seadanya.

“Lebih baik memakai bahan daur ulang untuk membuat kipas. Ini sekaligus mendukung program wali kota Makassar terkait 3R (reuse, reduce, recycle),” ujarnya.

BACA JUGA :  Ratusan Juta Raib, Kepsek SMKN 1 Diduga Menikmati Uang Seragam Tanpa Bayar

Menanggapi polemik tersebut, Plt Kepala SMP Negeri 6 Makassar, Ashar, menegaskan tidak ada kewajiban pembayaran dari pihak sekolah.

“Kalau memang ada pungutan, berarti itu inisiatif guru mata pelajaran. Saya akan cek langsung ke siswa. Terima kasih atas informasinya,” kata Ashar saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Sementara itu, Amar, guru Mata Pelajaran mengaku sudah membatalkan rencana pengadaan bahan kipas yang disebut berasal dari Jawa.

“Jadi tidak ada lagi pengadaan bahan tersebut,” singkatnya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Kernet Ditinggal di Jalan, Mobil Hino Rp200 Juta Tak Diketahui Rimbanya
Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA
Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik
Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum
Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM
BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina
Wawan Nur Rewa: Polresta Gowa Harus Tangkap Owner Skincare AHA Sebelum Kabur
Kasus Jalan Beton Parepare Mandek di LHP BPK, Kejari Turun Tangan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:59 WITA

Kernet Ditinggal di Jalan, Mobil Hino Rp200 Juta Tak Diketahui Rimbanya

Minggu, 27 September 2026 - 01:02 WITA

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA

Minggu, 20 September 2026 - 17:38 WITA

Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik

Rabu, 16 September 2026 - 22:43 WITA

Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum

Senin, 14 September 2026 - 19:24 WITA

Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM

Berita Terbaru

serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi

Internasional

Houthi Klaim Serangan di Riyadh, Trump Siapkan Keputusan Cepat

Minggu, 11 Okt 2026 - 15:58 WITA

Foto: REUTERS/Social Media

Internasional

Konflik Saudi-Houthi Memanas, Bandara Riyadh Jadi Sasaran Serangan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:06 WITA