Polemik Pungutan di SMPN 6 Makassar, Wali Murid Pertanyakan Transparansi

Rabu, 17 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMP Negeri 6 Makassar

SMP Negeri 6 Makassar

Gedor.id– Sejumlah orang tua siswa SMPN 6 Makassar menyuarakan keluhan terkait dugaan adanya pungutan biaya untuk mata pelajaran Seni Budaya Keterampilan (SBK) dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Rabu (17/9/2025)

Keluhan itu mencuat setelah beredar pesan berantai di grup WhatsApp orang tua murid yang menyebutkan adanya kewajiban pembayaran Rp40 ribu per siswa untuk bahan pembuatan kipas SBK, serta Rp25 ribu untuk kegiatan renang PJOK.

“Assalamualaikum, diingatkan kembali bahwa besok adalah hari terakhir membayar uang SBK dan PJOK. Mohon segera dilunasi karena bendahara sudah ditagih, sir,” demikian isi pesan yang beredar.

BACA JUGA :  Ratusan Juta Raib, Kepsek SMKN 1 Diduga Menikmati Uang Seragam Tanpa Bayar

Sejumlah wali murid mempertanyakan dasar pungutan tersebut, terutama soal transparansi penggunaan dana.

Hitung-hitungan orang tua menyebut, jika dikalikan seluruh siswa dari 11 kelas, dana yang terkumpul bisa mencapai Rp19,8 juta hanya untuk pengadaan bahan kipas SBK.

“Kami tidak tahu toko yang dimaksud. Katanya bahannya didatangkan dari Jawa, tapi tidak jelas dari mana asalnya,” ungkap salah seorang wali murid.

BACA JUGA :  Ratusan Juta Raib, Kepsek SMKN 1 Diduga Menikmati Uang Seragam Tanpa Bayar

Felixander Baan, orang tua murid sekaligus pemerhati pendidikan di Makassar, menilai guru seharusnya tidak membebankan pembelian bahan kepada siswa.

Menurutnya, cukup memberi arahan terkait bahan yang digunakan agar siswa bisa membelinya sendiri, atau membebaskan anak untuk berkreasi dengan bahan seadanya.

“Lebih baik memakai bahan daur ulang untuk membuat kipas. Ini sekaligus mendukung program wali kota Makassar terkait 3R (reuse, reduce, recycle),” ujarnya.

BACA JUGA :  Ratusan Juta Raib, Kepsek SMKN 1 Diduga Menikmati Uang Seragam Tanpa Bayar

Menanggapi polemik tersebut, Plt Kepala SMP Negeri 6 Makassar, Ashar, menegaskan tidak ada kewajiban pembayaran dari pihak sekolah.

“Kalau memang ada pungutan, berarti itu inisiatif guru mata pelajaran. Saya akan cek langsung ke siswa. Terima kasih atas informasinya,” kata Ashar saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Sementara itu, Amar, guru Mata Pelajaran mengaku sudah membatalkan rencana pengadaan bahan kipas yang disebut berasal dari Jawa.

“Jadi tidak ada lagi pengadaan bahan tersebut,” singkatnya.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Tak Lagi Diam! Cipayung Plus Serukan Evaluasi Total Pengelola Ekonomi Negara
SPMB “Beleng-Beleng” di SMAN 1 Parepare, Data Malaysia dan Gunung Es Masuk Jalur Zonasi
AMSS Geram, Kasus 387 Diduga Hanya Menjerat Pelaksana Lapangan, Pengendali Belum Terbongkar
Rumput Laut Takalar Jadi Rebutan, Investor Australia Siap Tanam Modal di Sektor Hilirisasi
Krisis Air Bersih Makin Menggila, Kursi Wali Kota Makassar Mulai Diguncang
Harga Diri Dipermalukan, Anna Tempuh Jalur Hukum Usai Dicap Penipu
Tiga Sapi Rebah di MaxOne Makassar, Daging Kurban Mengalir ke Ratusan Rumah
Polisi Nilai Unsur Pembunuhan Berencana Belum Terpenuhi, Aktivis Mahasiswa Bereaksi

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:31 WITA

Tak Lagi Diam! Cipayung Plus Serukan Evaluasi Total Pengelola Ekonomi Negara

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:29 WITA

SPMB “Beleng-Beleng” di SMAN 1 Parepare, Data Malaysia dan Gunung Es Masuk Jalur Zonasi

Senin, 8 Juni 2026 - 18:31 WITA

AMSS Geram, Kasus 387 Diduga Hanya Menjerat Pelaksana Lapangan, Pengendali Belum Terbongkar

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:10 WITA

Rumput Laut Takalar Jadi Rebutan, Investor Australia Siap Tanam Modal di Sektor Hilirisasi

Senin, 1 Juni 2026 - 14:46 WITA

Krisis Air Bersih Makin Menggila, Kursi Wali Kota Makassar Mulai Diguncang

Berita Terbaru