GRD Bongkar Wajah Negara, Melindungi Pengusaha, Menghancurkan Petani

Tojeng

Kamis, 25 September 2025 - 13:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) menggelar aksi unjuk rasa

Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) menggelar aksi unjuk rasa

Gedor.id- Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional 2025 di pertigaan Jalan Alauddin–Pettarani, Rabu (24/09/2025).

Massa aksi datang dengan membawa poster-poster berisi tuntutan dan bergantian melakukan orasi politik.

Mereka menegaskan bahwa aksi ini merupakan respon atas ketimpangan struktur agraria yang tak kunjung diselesaikan pemerintah.

Jenderal Lapangan GRD, Doni, menyampaikan bahwa negara selama ini justru berpihak kepada korporasi dan melupakan nasib petani serta masyarakat adat.

BACA JUGA :  Aktivis Warning, Dugaan Pungli Jangan Dijadikan Senjata Politik Jelang Pilrek UNM

“Konflik agraria yang terus berulang menunjukkan absennya negara dalam memastikan distribusi tanah yang adil dan merata. Alih-alih melindungi petani, negara justru mendukung penggusuran, perampasan tanah, dan kriminalisasi pejuang agraria atas nama proyek strategis nasional (PSN),” ujar Doni.

Lebih lanjut, ia menyoroti keterlibatan aparat kepolisian dan TNI dalam konflik agraria.

Menurutnya, fungsi utama aparat semestinya melindungi rakyat, namun kini berubah menjadi pelindung bisnis.

BACA JUGA :  Jasad Lansia Membusuk di Kamar Terkunci, Keluarga Pertanyakan Penanganan Kasus

“TNI dan kepolisian digunakan untuk menjaga kepentingan pengusaha di sektor agraria, melakukan pengusiran, bahkan pembunuhan terhadap petani yang mempertahankan tanahnya. Hari ini, aparat telah bergeser menjadi penjaga bisnis, bukan penjaga rakyat,” tegasnya.

GRD pun mengutuk keras keterlibatan aparat dalam berbagai praktik kekerasan dan perampasan tanah.

Mereka menegaskan akan terus menyuarakan perlawanan bersama petani dan masyarakat adat yang berjuang mempertahankan ruang hidupnya.

BACA JUGA :  Disekap di Rumah Majikan, Wanita di Makassar Jadi Korban Dugaan Pemerkosaan Berulang

Dalam aksinya, GRD mengusung isu utama “Tanah untuk Rakyat, Ganyang Perampas Tanah” dengan sejumlah tuntutan turunan:

  1. Membebaskan seluruh tahanan politik tanpa syarat.
  2. Mewujudkan reforma agraria sejati.
  3. Menolak perampasan tanah dan ruang hidup rakyat atas nama PSN.
  4. Menghentikan kriminalisasi masyarakat adat dan petani.
  5. Mencabut UU TNI serta mengembalikan tentara ke barak.
  6. Menolak politik upah murah dan mewujudkan upah layak bagi buruh/pekerja.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA
Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik
Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum
Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM
BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina
Wawan Nur Rewa: Polresta Gowa Harus Tangkap Owner Skincare AHA Sebelum Kabur
Kasus Jalan Beton Parepare Mandek di LHP BPK, Kejari Turun Tangan
Dua Bulan Berlalu, Laporan Dugaan Pengancaman di Biringkanaya Dipertanyakan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 01:02 WITA

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA

Minggu, 20 September 2026 - 17:38 WITA

Sengkarut SD Lariang Bangi I Makin Memanas, Wali Kota Didesak Evaluasi Kadisdik

Rabu, 16 September 2026 - 22:43 WITA

Serangan Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Tempuh Jalur Hukum

Senin, 14 September 2026 - 19:24 WITA

Aksi Sosial Arashi Cosmetindo Bagikan 1.000 Cup Minuman Gratis untuk Warga yang Antre BBM

Minggu, 13 September 2026 - 22:58 WITA

BBM Langka di Takalar, Gowa hingga Makassar, F-KRB Desak ESDM Investigasi Distribusi Pertamina

Berita Terbaru

Rais saat di tangkap di takalar

Hukum dan Kriminal

Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar

Senin, 28 Sep 2026 - 20:45 WITA