REP #6 Usung Tema Post-Truth, 63 Karya Seni Dipamerkan di Kampus IKM

Minggu, 22 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemeran REP #6 menampilkan 63 judul karya berupa lukisan, mix media, patung, kolase, digital art, video mapping, dan lain-lain.

Pemeran REP #6 menampilkan 63 judul karya berupa lukisan, mix media, patung, kolase, digital art, video mapping, dan lain-lain.

Gedor.id – Perupa punya cara kreatif menandai pembukaan pamerannya. Ini terlihat pada Pameran Revolusi Esok Pagi (REP) #6, bertema “Post-Truth”, di Kampus Institut Kesenian Makassar (IKM), Sabtu, 21 Juni 2025.

Prosesi pembukaan diadakan di depan kampus yang berada di Jalan Racing Center IV, Kelurahan Karangpuang, Kecamatan Panakkukang itu.

Tamu undangan berdiri di seberang jalan, sementara Anti dari RRI Makassar sebagai MC dan mereka yang memberi sambutan, berada tepat di depan pagar Kampus IKM.

Setelah prosesi pembukaan dan pemberian cendera mata dari kurator kepada perwakilan IKM, kurator lalu mengajak ketua panitia dan perwakilan IKM mendorong pagar sebagai tanda pembukaan pameran.

Di pagar itu terdapat spanduk yang memuat foto-foto, lengkap dengan nama-nama perupa.

Ketua Panitia Pameran REP #6, Muh Fadly Saleh, mengatakan ada 51 perupa, 8 orang di antaranya perempuan. Selain dari Makassar, sebanyak 23 perupa berasal dari luar kota, di antaranya asal Yogyakarta.

Firman Djamil, AH Rimba, Jenry Pasassan, Lopmor, Prasetyo G, dan Zamkamil, merupakan beberapa nama seniman yang ikut berpartisipasi.

“Pameran Revolusi Esok Pagi ini merupakan program dari Art.fact.project. Namun dalam pelaksanaannya diadakan secara kolaboratif karena semangatnya mau membangun ekosistem seni rupa,” papar Fadly sebelum pembukaan pameran.

Ditambahkan bahwa para perupa dalam Pemeran REP #6 ini menampilkan 63 judul karya. Karya-karya itu berupa lukisan, mix media, patung, kolase, digital art, video mapping, grafis, seni instalasi, sketsa, kaligrafi, cartoon opini, rakitan, papercraft, ilustrasi AR, dan kriya.

Mulai dari lantai 1 Kampus IKM, hingga lantai 3, karya-karya itu dipajang.

Haryudi Rahman, Kepala LPPMPM Institut Kesenian Makassar (IKM), mengapresiasi panitia Pameran REP #6. Dia berharap, upaya seperti ini, yang sudah dinaungi oleh Undang-Undang Pemajuan Kemajuan, gaungnya akan lebih besar lagi, bila terus membangun jejaring dan relasi.

“Seni membuat kita melihat realitas baru, dan seniman merespons post-truth berdasarkan pengalaman masing-masing, yang bisa dilihat dalam pemeran ini,” terang Haryudi Rahman.

Setelah pembukaan ada penampilan dari Prodi Musik IKM berupa pertunjukan musik dengan media air.

Pameran REP #6 ini berlangsung selama lima hari, mulai 21-25 Juni 2025. Selama penyelenggaraan REP, temanya selalu berbeda.

Pameran REP #1 bertema Nelayan dan Pesisir, diadakan di Pantai Losari (3 Oktober 2020. Pameran REP #2 bertema Persimpangan, digelar di Mimesis Studio and Coffee, Tallo (3 Oktober 2021). Selanjutnya, pada Pameran REP #3 bertema Republic, diadakan di Rumata Art Space (28-30 Oktober 2022).

Pada REP #4 bertema Marginados dan Kita, digelar di Atap Hijau Makassar, Jalan Macan, Mamajang (19-23 Juli 2023). Selanjutnya pada REP #5 bertema Anomali diadakan di Artmosphere Studio (26-30 Mei 2024).

Zamkamil, sebagai kurator, dalam catatan kuratorialnya yang diberi judul “Post-Truth dan Kecemasan Kita”, menjelaskan bahwa post-truth atau pasca kesunyatan adalah suatu era di mana kebohongan menyamar menjadi kebenaran.

Dia mencemaskan, istilah post-truth yang populer sejak tahun 2016 memasuki segala sendi kehidupan kita.

Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini lantas mengajukan pertanyaan. Akankah kesenian dapat menolong?

Zamkamil kemudian mengutip Theodore Adorno, seorang sosiolog dan kritikus seni, bahwa seniman seharusnya menciptakan revolusi – mengambil peran dan membuktikan keotentikannya dengan berani menantang dan menggugat tatanan yang ada, serta menghadirkan perspektif baru dan radikal.

Dengan demikian, seni dapat menjadi katalisator untuk meningkatkan kesadaran dan perubahan sosial.

Kali ini, pada Pameran REP #6 diadakan atas kerjasama IKM, Studio Ranarira, dan UKM Seni Budaya eSA dan art.fact.project, yang didukung antara lain oleh Indonesia’s Sketchers Makasssar, SATUPENA Sulawesi Selatan, RRI Pro4 Makassar, Leeven & Co Creative Space, dan Artmosphere Studio.

(RT/ID)
Follow Berita Gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Dari Balik Jeruji, Tahanan Diduga Kendalikan Pengiriman Narkoba ke Makassar
Dengan Visi Mandiri dan Kompetitif, Ersan Satya Siap Nahkodai HIPMI PT UMI
Usaha Disorot, Basto Janji Tidak Lagi Gunakan Badan Jalan Secara Berlebihan
Isu “86” Pemindahan Mira Hayati Mengemuka, F-KRB Tegaskan Tak Ada Negosiasi
Anggaran Fantastis Pengadaan PC di Makassar Dipertanyakan, DPP LANTIK Curiga Harga Tak Wajar
Tiga Oknum Polisi Takalar Diadukan, Kasus Lama Diduga Diulang Diam-diam
Budiman S Bongkar Dugaan Kejahatan Prosedural, MA Diminta Jangan Tutup Mata
24 Kreator Digaji, Tapi Sepi Respons! Diskominfo Sulsel Jadi Bulan-bulanan Netizen

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:45 WITA

Dari Balik Jeruji, Tahanan Diduga Kendalikan Pengiriman Narkoba ke Makassar

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:23 WITA

Dengan Visi Mandiri dan Kompetitif, Ersan Satya Siap Nahkodai HIPMI PT UMI

Kamis, 30 April 2026 - 13:22 WITA

Usaha Disorot, Basto Janji Tidak Lagi Gunakan Badan Jalan Secara Berlebihan

Minggu, 26 April 2026 - 20:27 WITA

Isu “86” Pemindahan Mira Hayati Mengemuka, F-KRB Tegaskan Tak Ada Negosiasi

Rabu, 22 April 2026 - 13:13 WITA

Anggaran Fantastis Pengadaan PC di Makassar Dipertanyakan, DPP LANTIK Curiga Harga Tak Wajar

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump

Internasional

Selat Hormuz Memanas, Trump Tiba-tiba Setop Operasi Militer AS

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:54 WITA