Krisis Hormuz Memanas, Iran Tak Akan Buka Selat Sebelum AS Menyerah

Tojeng

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selat Hormuz. (Foto: REUTERS/Stringer)

Selat Hormuz. (Foto: REUTERS/Stringer)

Gedor.id- Garda Revolusi Islam Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan, termasuk membayar kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Blokade Iran terhadap jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama energi dunia itu telah mengguncang pasar dan mendorong kenaikan harga.

Di tengah tekanan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya tetap “bersikap tenang” dalam menghadapi Teheran.

Iran bahkan menegaskan ingin mempertahankan kendali atas Selat Hormuz setelah perang berakhir.

Teheran juga menginginkan adanya biaya yang dikenakan terhadap kapal-kapal yang melintas.

Dalam beberapa kesempatan, Iran menyerang kapal yang dituduh berupaya menghindari rute pelayaran yang ditetapkan.

BACA JUGA :  AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania

Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Sabtu (8/8) telah menetapkan sejumlah syarat untuk pembukaan kembali Selat Hormuz.

Syarat tersebut meliputi penghentian perang di seluruh front, pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, penghentian sanksi, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta pembayaran kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Ketentuan itu mempertegas kesepakatan yang disebut telah dicapai pada Juni lalu, termasuk rencana pembentukan dana rekonstruksi senilai US$300 miliar untuk Iran.

Garda Revolusi Iran pada Minggu (9/8) kembali menegaskan bahwa blokade akan dipertahankan hingga seluruh tuntutan Teheran dipenuhi.

“Strategi kami adalah mempertahankan blokade sampai musuh menerima semua syarat kami,” demikian pernyataan Garda Revolusi Iran.

BACA JUGA :  AS Dipermainkan Iran, Trump Frustrasi dan Wibawa Amerika Runtuh

Mereka juga menyebut Selat Hormuz kini telah menjadi “medan perang” dan bukan sekadar jalur perairan.

Di sisi lain, Trump memilih menampilkan sikap yang berbeda. Dalam wawancara dengan Axios, Minggu (9/8), ia mengatakan pendekatannya terhadap Iran tetap tenang.

“Kita bersikap tenang,” kata Trump.

“Kita hanya setengah bernegosiasi dengan mereka,” lanjutnya. Trump juga menyinggung kondisi ekonomi Iran yang menurutnya tengah menghadapi inflasi tinggi dan keterbatasan keuangan.

“Ini akan berhasil. Ini seperti permainan catur,” ujar Trump.

Sementara itu, Iran tengah melakukan negosiasi terpisah dengan Oman untuk mencari mekanisme pengelolaan Selat Hormuz.

BACA JUGA :  Balas Dendam Iran! Rudal Fattah-2 Menghantam Israel, 650 Tentara AS Diklaim Tewas

Oman selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan Teheran maupun Washington dan kerap berperan sebagai mediator regional.

Pembicaraan Iran-Oman tersebut diarahkan untuk membentuk kerangka hukum dan mekanisme baru bagi pelayaran di Selat Hormuz.

Salah satu opsi yang dibahas adalah penetapan rute navigasi sementara yang nantinya dapat menjadi dasar bagi pengaturan permanen.

Namun, pejabat Iran menegaskan bahwa kesepahaman dengan Oman tidak serta-merta berarti Selat Hormuz akan dibuka sepenuhnya.

Dengan demikian, pembukaan kembali salah satu jalur energi paling strategis dunia itu masih bergantung pada terpenuhinya tuntutan Teheran dan hasil negosiasi yang sedang berlangsung.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS
Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar
Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu
AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania
Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa
Danau Glasial Diduga Jebol, Banjir Maut Hantam Perbatasan Nepal-China
Trump Ancam Spanyol, Perdagangan dengan AS Dihentikan
Kuwait dan Bahrain Aktifkan Sirene Usai Serangan Iran

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 00:38 WITA

Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WITA

Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar

Kamis, 10 September 2026 - 13:58 WITA

Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:01 WITA

AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:44 WITA

Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa

Berita Terbaru

Ilustrasi Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Toilet (Visual AI)

Peristiwa

Diduga Gantung Diri, Napi Lapas Takalar Tewas di Blok Hunian

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:37 WITA