Pembayaran Belum Tuntas, Pekerja Subkontraktor Disebut Menanggung Beban

Tojeng

Jumat, 25 September 2026 - 01:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor DPRD Kota Makassar

Kantor DPRD Kota Makassar

Gedor.id- Persoalan pembayaran pengadaan material untuk pekerjaan pembangunan kamar mandi di lingkungan DPRD Kota Makassar pada tahun anggaran 2026 mencuat. Jumat (25/9/2026)

Penyedia material mengaku hingga kini belum menerima pelunasan dari pihak subkontraktor, H. Amir Gau.

H. Amir Gau disebut sebagai pihak subkontraktor yang mendapatkan pekerjaan dari main kontraktor PT Hutama Karya (Persero).

Hendrik Daeng Lallo, selaku pekerja/penyedia material, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu penyelesaian kewajiban pembayaran dari H. Amir Gau atas material yang telah digunakan dalam pekerjaan tersebut.

Menurut Hendrik, H. Amir Gau sebelumnya telah beberapa kali melakukan penagihan kepada PT Hutama Karya (Persero) terkait pembayaran pekerjaan yang disebut telah rampung 100 persen sejak 3 September 2026.

Dokumen berupa Berita Acara Bobot Pekerjaan dan Addendum Pekerjaan juga disebut telah diserahkan kepada pihak PT Hutama Karya pada 3 September 2026.

Hendrik mengatakan, pekerjaan tersebut bahkan telah dimanfaatkan sejak Juli 2026 dan telah diterima oleh pihak main kontraktor dalam kondisi yang dinilai telah selesai serta dapat difungsikan.

Namun, di sisi lain, pembayaran kepada penyedia material dan pekerja disebut belum diselesaikan oleh H. Amir Gau.

Kepada awak media yang mendampinginya, Hendrik mengungkapkan bahwa alasan yang disampaikan pihak subkontraktor adalah karena pembayaran dari PT Hutama Karya (Persero) juga belum diterima.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan persoalan berantai. Penyedia material mengaku telah memenuhi kewajibannya dalam mendukung penyelesaian pekerjaan, tetapi pembayaran atas material yang digunakan belum diterima secara penuh.

Persoalan ini kini menjadi perhatian karena pekerjaan disebut telah selesai, diterima, dan telah dimanfaatkan, sementara kewajiban pembayaran kepada pihak penyedia material dan pekerja masih dipersoalkan.

Editor : Darwis

Berita Terkait

BSS Tak Jelas, VinFast Dituding Abaikan Konsumen Gowa-Maros
2 Pelangsir Disikat, Operator SPBU Belum Terseret, Polres Parepare Pilih Kasus?
Dana Sudah Masuk, Rumah Tak Kunjung Berdiri, PT Mustika DBL Property Didesak Bertanggung Jawab
Makanan MBG Disebut Pernah Dihinggapi Kecoa, SPPG Kalabbirang 1 Diminta Diperiksa
BPK Temukan Kelebihan Pembayaran Ratusan Juta di Kesbangpol Takalar
BSPS Desa Sengka Disorot, Aparat Diminta Telusuri Supplier hingga Fasilitator
Bukan Hanya Soal Pekerja, Warga Minta Tata Kelola Revitalisasi SDN 187 Dengilau Dibuka
Proyek Irigasi Bungadidi Rp16,2 Miliar Rusak Berulang, BPK Diminta Turun Tangan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 01:04 WITA

Pembayaran Belum Tuntas, Pekerja Subkontraktor Disebut Menanggung Beban

Minggu, 20 September 2026 - 16:57 WITA

BSS Tak Jelas, VinFast Dituding Abaikan Konsumen Gowa-Maros

Sabtu, 19 September 2026 - 18:07 WITA

2 Pelangsir Disikat, Operator SPBU Belum Terseret, Polres Parepare Pilih Kasus?

Sabtu, 19 September 2026 - 17:03 WITA

Dana Sudah Masuk, Rumah Tak Kunjung Berdiri, PT Mustika DBL Property Didesak Bertanggung Jawab

Kamis, 17 September 2026 - 14:47 WITA

Makanan MBG Disebut Pernah Dihinggapi Kecoa, SPPG Kalabbirang 1 Diminta Diperiksa

Berita Terbaru

Ilustrasi Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Toilet (Visual AI)

Peristiwa

Diduga Gantung Diri, Napi Lapas Takalar Tewas di Blok Hunian

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:37 WITA