Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS

Tojeng

Jumat, 25 September 2026 - 00:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: Ist)

Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: Ist)

Gedor.id– Presiden Iran Masoud Pezeshkian tampil langsung di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York saat ketegangan dengan Amerika Serikat memasuki fase yang semakin panas.

Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, Kamis (24/9/2026), Pezeshkian melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Washington. Namun, di saat yang sama, ia membuka ruang bagi diplomasi untuk meredakan konflik.

Mengutip Reuters, Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan menyerah menghadapi tekanan militer maupun ekonomi dari Amerika Serikat.

Pezeshkian bahkan menyebut pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait ancaman pemusnahan Iran sebagai cerminan mentalitas penindas.

“Pernyataan yang dibuat oleh presiden AS kemarin adalah tanda mentalitas penindas,” kata Pezeshkian.

BACA JUGA :  Balas Dendam Iran! Rudal Fattah-2 Menghantam Israel, 650 Tentara AS Diklaim Tewas

Ia menegaskan rakyat Iran tidak akan tunduk terhadap intimidasi.

“Rakyat Iran tidak akan tunduk pada tekanan,” tegasnya.

Ketegangan di ruang sidang PBB semakin terlihat ketika delegasi Amerika Serikat melakukan walk out saat Pezeshkian menyampaikan pidatonya.

Presiden Iran juga balik menuding Washington terkait isu terorisme.

“Mereka yang merupakan teroris dan melatih teroris justru menyebut kami teroris,” ujarnya.

Pezeshkian kemudian membawa isu korban konflik ke podium PBB. Ia menunjukkan bukti visual mengenai korban jiwa akibat serangan yang disebut terjadi di Iran.

Salah satu insiden yang disorot adalah serangan rudal terhadap sekolah dasar di Minab pada 28 Februari lalu.

BACA JUGA :  Pemimpin Tertinggi Iran Tewas oleh Serangan Udara AS-Israel, Dunia Guncang

Serangan tersebut disebut menewaskan 175 anak dan guru. Pezeshkian menyoroti belum adanya hasil investigasi resmi Pentagon terkait insiden tersebut.

Di tengah tekanan internasional terhadap program nuklir Iran, Pezeshkian kembali menegaskan bahwa program atom Teheran bersifat damai.

Iran, kata dia, tidak akan mengembangkan senjata nuklir. Namun, Teheran juga tidak akan melepaskan haknya atas pengetahuan dan teknologi nuklir.

“Tidak akan ada senjata nuklir, maupun melepaskan pengetahuan nuklir,” katanya.

Perseteruan Iran dan Amerika Serikat kini turut menyeret jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan LNG global melintas melalui kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Trump Heran Pemakaman Khamenei Dihadiri Jutaan Orang

Teheran mengajukan sejumlah syarat melalui perantara internasional, termasuk tuntutan agar Iran memiliki hak yang sama dalam pemanfaatan jalur pelayaran tersebut.

“Tidak bisa dibiarkan bahwa semua orang mendapat manfaat dari Selat Hormuz sementara kami ditolak aksesnya untuk pengiriman pelayaran melalui jalur air ini,” kata Pezeshkian.

Ia juga memperingatkan bahwa pengerahan armada perang secara permanen tidak akan menyelesaikan konflik.

“Pengerahan armada permusuhan secara permanen dan perluasan perang tidak akan mengarah pada perdamaian,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi Teheran: Iran mengaku tetap membuka jalur diplomasi, tetapi menolak tekanan yang disertai ancaman militer maupun pembatasan ekonomi.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar
Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu
AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania
Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa
Danau Glasial Diduga Jebol, Banjir Maut Hantam Perbatasan Nepal-China
Krisis Hormuz Memanas, Iran Tak Akan Buka Selat Sebelum AS Menyerah
Trump Ancam Spanyol, Perdagangan dengan AS Dihentikan
Kuwait dan Bahrain Aktifkan Sirene Usai Serangan Iran

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 00:38 WITA

Presiden Iran Masuk Kandang Trump, Kirim Pesan Keras soal Tekanan AS

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WITA

Serangan Besar Ukraina ke Moskow, Kilang Minyak Utama Rusia Terbakar

Kamis, 10 September 2026 - 13:58 WITA

Trump Tebar Janji US$5.000 untuk Warga AS di Tengah Persaingan Pemilu

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:01 WITA

AS Bombardir Larak, Iran Balas Hantam Pangkalan Militer di Yordania

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:44 WITA

Nepal-Tibet Diterjang Banjir Bandang, 472 Orang Meregang Nyawa

Berita Terbaru

Ilustrasi Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Toilet (Visual AI)

Peristiwa

Diduga Gantung Diri, Napi Lapas Takalar Tewas di Blok Hunian

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:37 WITA