Tiga Bulan Berlalu, Pelaku Penganiayaan di Maros Masih Bebas Berkeliaran!

Tojeng

Kamis, 13 November 2025 - 17:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban dan Kuasa Hukumnya saat di Polsek Turikale, Maros

Korban dan Kuasa Hukumnya saat di Polsek Turikale, Maros

Gedor.id- Seorang perempuan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Maros mengaku kecewa atas lambannya penanganan kasus penganiayaan yang dialaminya.

Peristiwa itu terjadi pada 19 Agustus 2025. Korban mengalami luka serius setelah dipukul dan ditendang pelaku, hingga dua giginya patah dan mengalami nyeri hebat di dada.

Akibat luka tersebut, korban tidak dapat beraktivitas dan harus berhenti berdagang selama satu bulan.

Namun, hingga 13 November 2025, pelaku belum juga ditahan dan belum ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Turikale Maros.

BACA JUGA :  Pelaku Belum Ditahan, Klarifikasi Kapolsek Justru Diserang Balik Kuasa Hukum

Kondisi itu membuat korban bersama kuasa hukumnya, Abhel, serta keluarga mendatangi Polsek Turikale untuk menyampaikan keberatan atas penanganan perkara yang dinilai tidak adil.

Mereka juga memohon perhatian Kapolda Sulawesi Selatan dan Kapolres Maros agar meninjau ulang proses hukum kasus tersebut.

Menurut kuasa hukum korban, penyidik Polsek Turikale Maros menetapkan kasus ini sebagai tindak pidana ringan (Tipiring) dengan menerapkan Pasal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan.

Padahal, berdasarkan bukti medis dan fakta di lapangan, luka yang dialami korban tergolong berat dan seharusnya dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat.

“Kami menilai kasus ini jelas bukan penganiayaan ringan. Korban mengalami luka serius, kehilangan gigi, dan trauma fisik. Kami meminta agar Polres Maros melakukan gelar perkara ulang dan menerapkan Pasal 351 KUHP,” tegas Abhel, kuasa hukum korban, Kamis (13/11/2025).

Sementara itu, keluarga korban juga menyatakan kekecewaannya. Mereka menilai penerapan pasal dalam kasus ini tidak berubah meski berkas telah dilimpahkan ke Unit PPA Polres Maros.

“Ini luka permanen. Gigi korban patah dan kondisinya belum pulih sampai sekarang. Kami sangat kecewa karena pasal yang diterapkan tetap Tipiring, seolah ini hanya kasus sepele,” ungkap keluarga korban.

Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak adil dan profesional, serta tidak menyepelekan dampak fisik dan psikis yang dialami korban, mengingat kasus ini melibatkan perempuan.

BACA JUGA :  Dari PN Maros ke MA, Budiman S Kejar Keadilan atas Sengketa Lahan

Editor : Darwis
Follow Berita gedor.id di Tiktok

Berita Terkait

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo
Polresta Kendari Bongkar Sindikat Pemalsu STNK, Uangnya Dipakai Beli Sabu dan Judi Online
Spill Dugaan Perselingkuhan Bupati dan Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Terseret Kasus Huku
Salon Kecantikan di Makassar Diduga Jadi Gudang Sabu, 4 Orang Diamankan
Aksi Brutal Geng Motor “Bocil” di Makassar, Satu Mahasiswa Meregang Nyawa
Keluarga Geram! Kematian Hj Mini di Rumah Warga Diminta Diusut Transparan dan Tuntas
Terungkap! Pria 23 Tahun Diduga Aniaya Lansia di Gowa, Ditangkap di Takalar
Bupati Gowa Jadi Tersangka, Polri Sita Dokumen

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:44 WITA

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:20 WITA

Polresta Kendari Bongkar Sindikat Pemalsu STNK, Uangnya Dipakai Beli Sabu dan Judi Online

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Spill Dugaan Perselingkuhan Bupati dan Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Terseret Kasus Huku

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:05 WITA

Salon Kecantikan di Makassar Diduga Jadi Gudang Sabu, 4 Orang Diamankan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:16 WITA

Aksi Brutal Geng Motor “Bocil” di Makassar, Satu Mahasiswa Meregang Nyawa

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA