Kasus Hibah KONI Jeneponto Menghangat, Jaksa Bidik Pengadaan Matras dan Sekretariat

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LPK Hasan Anwar, Saat di Kejaksaan Negeri Jeneponto

Ketua LPK Hasan Anwar, Saat di Kejaksaan Negeri Jeneponto

Gedor.id– Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto semakin serius menelusuri dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jeneponto tahun anggaran 2022–2023.

Satu per satu saksi dipanggil dan dimintai keterangan, termasuk pengurus cabang olahraga (cabor) dan mantan pengurus KONI.

Penyelidikan yang ditangani oleh Seksi Pidana Khusus (Pidsus) ini diduga berkaitan dengan penggunaan dana hibah pembinaan atlet yang tak sepenuhnya sampai ke sasaran.

Plh Kepala Seksi Pidsus Kejari Jeneponto, Tri Utami Putri, SH, MH, Mengatakan bahwa pihaknya kini masih fokus pada tahap klarifikasi saksi.

BACA JUGA :  Ricuh di SMA Negeri 1 Sinjai, Anak Oknum Polisi Ngamuk, Wakasek Jadi Korban

“Saat ini kami masih dalam tahap pemeriksaan saksi. Sejumlah pengurus cabor dan mantan pengurus KONI sudah dimintai keterangan, dan pemeriksaan akan terus berlanjut,” kata Tri Utami, Kamis (13/11/2025).

Sejauh ini, jaksa telah memeriksa beberapa nama penting dari kalangan olahraga, termasuk pelatih Cabang Olahraga Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jeneponto, Abd Azis.

Ia dipanggil Kejari pada 10 November 2025 dan mengaku menerima sejumlah pertanyaan terkait aliran dana hibah KONI.

BACA JUGA :  Sorotan Tajam untuk JS, Koalisi Pemuda Bongkar Dugaan Kelalaian

“Saya ditanya sekitar 11 pertanyaan, semuanya soal dana hibah KONI tahun anggaran 2022–2023. Waktu Porprov Bulukumba–Sinjai, cabor sepeda cuma dapat Rp8,5 juta di tahun 2022 dan Rp500 ribu di tahun 2023,” ujarnya.

Menurut data yang dihimpun, dana hibah KONI Jeneponto pada tahun 2022 mencapai sekitar Rp 400 juta.

Dana tersebut seharusnya digunakan untuk pembinaan atlet dan kebutuhan kontingen dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel.

Namun, sebagian aliran dana disebut-sebut tak jelas peruntukannya.

BACA JUGA :  Polres Bone Diduga Main Mata! Proyek Busuk Bola Soba Tak Tersentuh

Dugaan itu turut disorot oleh Lembaga Pemerhati Keuangan (LPK) Sulawesi Selatan, yang menilai pemeriksaan sejumlah pengurus cabor menjadi titik awal menguak penyimpangan.

“Yang perlu ditelusuri, apakah dana hibah itu benar-benar digunakan untuk kepentingan olahraga, atau justru keluar dari jalur kegiatan cabor. Termasuk pengadaan matras dan belanja sekretariat KONI yang harus diselidiki lebih dalam,” tegas Hasan Anwar

Hingga kini, Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto, Teuku Luftansya Adhyaksa P., SH, MH, belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kasus tersebut.

Editor : Darwis

Berita Terkait

Sengketa Panas Berujung Penjara, HMA Jadi Pihak yang Paling Terhimpit
Inkracht Dipermainkan? Keluarga Terpidana Lawan Balik ke Propam
Wartawan Diteror Usai Bongkar Tambang Ilegal, PWI Toraja Pasang Badan!
Puskesmas Rarowatu Disorot, Pasien Kritis Terbengkalai Tanpa Penanganan
Sorotan Tajam untuk JS, Koalisi Pemuda Bongkar Dugaan Kelalaian
Infrastruktur Hancur, Kepercayaan Ikut Runtuh, Tamparan Keras untuk Pemkab Jeneponto
Panas! Ombas Disebut Jadi Target, Isu Skandal Bupati Gowa Diduga Ada Misi Tersembunyi
Pemda Bicara Tegas, Tapi Dapur Tak Tertib Tetap Jalan

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 17:42 WITA

Sengketa Panas Berujung Penjara, HMA Jadi Pihak yang Paling Terhimpit

Selasa, 7 April 2026 - 13:47 WITA

Wartawan Diteror Usai Bongkar Tambang Ilegal, PWI Toraja Pasang Badan!

Sabtu, 4 April 2026 - 12:09 WITA

Puskesmas Rarowatu Disorot, Pasien Kritis Terbengkalai Tanpa Penanganan

Rabu, 1 April 2026 - 18:00 WITA

Sorotan Tajam untuk JS, Koalisi Pemuda Bongkar Dugaan Kelalaian

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:26 WITA

Infrastruktur Hancur, Kepercayaan Ikut Runtuh, Tamparan Keras untuk Pemkab Jeneponto

Berita Terbaru