Palang Berbayar Kembali Marak di Ulu Ere, Keluarga Kades Pekaloa Disorot

Tojeng

Selasa, 8 September 2026 - 22:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Palang Berbayar di Jalur Morowali Aktif Lagi (Visual AI)

Ilustrasi Palang Berbayar di Jalur Morowali Aktif Lagi (Visual AI)

Gedor.id– Praktik palang berbayar di jalur lintasan hauling kembali dikeluhkan warga dan pengemudi. Setelah sebelumnya sempat ditertibkan aparat kepolisian, palang yang diduga beroperasi secara ilegal tersebut kini disebut kembali aktif, bahkan jumlahnya diklaim bertambah.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, sejumlah palang berbayar di wilayah Ulu Ere diduga dikelola oleh keluarga Kepala Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan Ulu Ere disebut berada dalam wilayah hukum Polres Morowali.

Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari para pengemudi yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Mereka mengaku keberadaan sejumlah palang dengan jarak berdekatan semakin membebani biaya operasional.

BACA JUGA :  BBM Subsidi untuk Rakyat Diduga Dijual ke Industri, LAKINDO Desak Kapolri Bertindak

Awalnya, disebut hanya terdapat satu palang. Namun, setelah terjadi selisih paham antar keluarga, jumlah palang justru bertambah dan lokasinya berada tidak terlalu jauh satu sama lain. Salah satu palang bahkan disebut dikelola oleh anak Kepala Desa Pekaloa.

Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan dugaan tersebut.

“Iya, benar. Palang yang ada di seputaran wilayah Ulu Ere itu dikelola keluarga Pak Desa Pekaloa,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan salah seorang pengemudi yang aktif melintas di jalur Seba-Seba.

BACA JUGA :  Bisnis Solar Subsidi Diduga Berjalan Mulus di Parepare, Modus Barcode Ganda Terendus

Ia menilai banyaknya pungutan membuat pendapatan pengemudi semakin tergerus.

“Kami mau dapat apa, Pak, kalau penghasilan kami hanya habis untuk bayar palang? Kalau hanya satu mungkin kami masih maklum, tapi ini sudah sangat meresahkan. Belum lagi kalau penumpang hanya satu atau dua orang,” keluhnya. Selasa (8/9/2026)

Para pelintas berharap aparat penegak hukum tidak berhenti pada pembongkaran palang saat melakukan penertiban atau inspeksi mendadak.

Mereka meminta dugaan praktik pungutan tersebut ditelusuri secara menyeluruh dan, apabila ditemukan unsur pidana, diproses sesuai ketentuan hukum.

BACA JUGA :  Muslimin Dg Masiga Dengar Langsung Keluhan Warga Pulau Bapa Soal Listrik dan Air Bersih

“Kami mendesak aparat tidak hanya melakukan pembongkaran saat sidak. Kalau memang terbukti ada pelanggaran, harus ada tindakan tegas sesuai hukum agar menimbulkan efek jera,” harapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh konfirmasi resmi dari Kepala Desa Pekaloa terkait dugaan keterlibatan keluarganya dalam pengelolaan palang berbayar tersebut.

Warga dan para pengemudi berharap aparat segera melakukan pemeriksaan dan memastikan legalitas setiap palang yang beroperasi di jalur tersebut.

Pasalnya, jalur itu menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas transportasi dan ekonomi masyarakat.

(Tim)

Berita Terkait

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!
Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!
Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan
Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan
MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar
SKTLK Terbit Sebelum Status Paket Hilang, Kronologi Kiriman Pos Ini Perlu Diungkap
Pangkalan Gas Takalar Mengaku Dibiarkan Mati, Pemilik Ungkap Dugaan Tekanan untuk Menjual
Peserta Bebas Pulang, Grand Imawan Tetap Disorot, Uang Penginapan dari Mana?

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:54 WITA

Dugaan Mafia Pangkalan LPG di Lutim, Nama Pejabat Ikut Terseret!

Senin, 2 November 2026 - 14:53 WITA

Kapolres Takalar Ditantang! Abd Rahman Tompo Pertanyakan Dasar Hukum Resmob Datangi Rumah Warga Tengah Malam!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:42 WITA

Diduga Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Penangguhan Penahanan Owner Asaf Skincare Dipersoalkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16 WITA

Kepengurusan KKB Karaeng Laikang Tak Diakui Sejumlah Warga, Bupati Bulukumba Diminta Turun Tangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:07 WITA

MBG Bukan Sekadar Bagi Makanan! SPPG Lalume Didesak Buktikan Kepatuhan terhadap Standar

Berita Terbaru

Laporan Polisi

Hukum dan Kriminal

Rumah Tak Lagi Aman! Pencuri Gasak Uang dan Barang Berharga di Wajo

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:44 WITA